- Harga emas dan perak di pasar spot Amerika Serikat menguat pada perdagangan hari Senin.
- Bursa saham di kawasan Amerika Utara dan Eropa mengalami pelemahan akibat dinamika makroekonomi global.
- Ketegangan di Selat Hormuz mengangkat harga minyak mentah serta memperkuat indeks dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Harga emas dan perak terpantau mengalami penguatan pada akhir perdagangan sesi Amerika Serikat, Senin waktu setempat. Pergerakan ini terjadi seiring langkah pasar yang menyeimbangkan rilis data ketenagakerjaan AS yang melemah pada pekan lalu dengan naiknya kembali harga minyak, imbal hasil (yield) obligasi Treasury, serta ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Dikutip dari Kitco, harga emas di pasar spot diperdagangkan menguat 0,4% di kisaran $4.358,71 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka perak bulan depan melesat lebih tajam sebesar 2,80%, ditutup pada level $65,106 per troy ons.
Bursa Saham Terkoreksi Di sisi lain, pasar saham di kawasan Amerika Utara justru mengalami pelemahan dari level rekor tertingginya. Indeks S&P 500 turun tipis 0,1% menjadi 7.753,11, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,1% ke 53.975,98, Nasdaq Composite melemah 0,3% ke 26.605,36, dan Russell 2000 merosot 0,6% ke level 3.017,40.
Sementara itu, bursa saham Eropa bergerak variatif cenderung melemah. Indeks FTSE 100 London turun 0,5% ke 10.845, CAC 40 Prancis turun 0,1%, sedangkan DAX Jerman masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,35%.
Sementara dari lokal, IHSG ditutup melemah tipis di angka 6.365,37,
Fokus Makroekonomi dan Suku Bunga Dinamika pasar saat ini dibayangi oleh "benturan" antara anjloknya data tenaga kerja (payroll) pada Jumat lalu dan risiko inflasi yang didorong oleh harga minyak pada awal pekan ini.
Tercatat, data penyerapan tenaga kerja bulan Juli menyusut 23.000, yang sempat membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September turun menjadi 44,4%.
Namun, probabilitas tersebut kembali merangkak naik ke level 51,7% pada hari Senin. Sejalan dengan itu, imbal hasil obligasi Treasury 30-tahun naik 5 basis poin menjadi 5,244%.
Kini, fokus para pelaku pasar akan tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu, disusul Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis, dan data Penjualan Ritel pada hari Jumat mendatang.
Ketegangan Selat Hormuz Angkat Harga Minyak Dari sisi geopolitik, Selat Hormuz masih menjadi saluran utama yang memengaruhi ekspektasi inflasi global.
Sikap keras Iran, yang menuntut kompensasi terkait serangan AS, telah memudarkan optimisme pasar akan segera normalnya arus lalu lintas kapal tanker di selat tersebut.
Akibatnya, harga minyak mentah kembali terangkat. Minyak mentah WTI (Nymex) diperdagangkan menguat mendekati area $79,00 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di kisaran $85,00 per barel.
Indeks dolar AS juga terpantau lebih kuat, diiringi oleh imbal hasil obligasi acuan 10-tahun AS yang merangsek naik ke atas area 4,7%. Menariknya, emas tetap mampu mempertahankan daya tariknya di tengah tren suku bunga dan dolar yang kuat ini.
Proyeksi Teknikal Emas dan Perak Secara teknikal, target harga kenaikan (upside) terdekat bagi kubu bullish emas adalah menembus zona resistensi $4.360,00 hingga $4.380,00.
Jika tren berlanjut, harga emas berpotensi membidik level $4.480,00 dan $4.500,00. Sebaliknya, bagi kubu bearish, target penurunan (downside) terdekat adalah menembus level support $4.299,00, yang dapat membuka jalan menuju level $4.223,00 dan $4.147,00.
Untuk perak, target kenaikan selanjutnya adalah mendorong harga kembali di atas area resistensi $65,53. Jika berhasil ditembus, perak dapat melanjutkan reli menuju $71,56 dan $74,63.
Namun, apabila terjadi tekanan jual, support terdekat berada di angka $63,00, dengan target penurunan lebih dalam di kisaran $61,00 hingga $60,83.
Disclaimer: Artikel ini memuat informasi mengenai fluktuasi harga komoditas, indikator ekonomi makro, dan pergerakan instrumen pasar modal global. Perkembangan harga emas, minyak, dan saham bersifat fluktuatif serta dinamis. Artikel ini murni bertujuan sebagai diseminasi informasi berita dan bukan merupakan rekomendasi transaksi finansial atau ajakan investasi.