Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Janji Kemudahan Perizinan, Ganjar Pranowo Ajak Investor Investasi di Jateng

Fabiola Febrinastri

Rabu, 11 November 2020 | 15:56 WIB
Janji Kemudahan Perizinan, Ganjar Pranowo Ajak Investor Investasi di Jateng
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membuka CJIBF 2020, secara daring,Rabu (11/11/2020). (Dok : Pemprov Jateng)

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak investor untuk berinvestasi di Jateng. Menurutnya, lokasi dan kawasan industri sudah siap, termasuk kemudahan perizinan.

"Saya mengajak orang berinvestasi ke Jawa Tengah. Orang berbisnis itu mencari tempat gampang dan itu ada di kawasan (industri). Mereka datang semua (perizinan) sudah disiapkan," ujarnya, usai membuka gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2020, di Gumaya Tower Hotel secara daring,Rabu (11/11/2020).

Ganjar menambahkan, meski di tengah pandemi, sektor investasi di Jateng siap tancap gas dengan berbagai kemudahan perizinan dan infrastruktur. Kawasan-kawasan industri di Jateng menawarkan beberapa kemudahan, seperti Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), di Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru dan Tanjung Emas Export Zones (TEPZ), dan Kawasan Industri Jatengland di Demak.

Selain itu ada dua kawasan industri, yang rencananya dipersiapkan. Pertama Kawasan Industri Aviarna di Kota Semarang dan Kawasan Industri Batang.

"Selain itu (kawasan industri) juga kondusivitas wilayah. Terimakasih, kemarin kawan-kawan buruh sudah tertib, pengusaha, kita bisa ngobrol meskipun tak bisa bulat. Inilah kondusifitas wilayah menjadi penting," ujarnya.

Sampai Triwulan ke III 2020, realisasi investasi di Jateng telah melebihi target BKPM sebesar Rp 37,53 triliun, atau 139 persen dari target Rp 26,99 triliun.

Pada acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan empat Letter of Intent kepeminatan investasi, dengan perkiraan nilai sebesar Rp 980 miliar. Tiga diantaranya menanamkan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal dan satu di Kabupaten Tegal.

Ganjar menambahkan, sektor pariwisata dan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga perlu diperhitungkan. Pemerintah Provinsi Jateng telah melakukan pendampingan dan melakukan koordinasi, agar bisa memenuhi spesifikasi industri besar.

"Investasi kita genjot, agar economic recovery bisa berjalan. Kita tidak bisa kita menunggu insentif yang kita berikan, terus diam. Dengan model OSS (Online Single Submissions), harapan kita tak akan berbelit. Kalau orang bisa masuk ke sana, tim kita yang akan bereskan ke sana, " imbuhnya.

baca juga

Selain itu, ditawarkan 76 peluang investasi yang tersebar di kabupaten atau kota di Jateng. Dari jumlah itu, sepuluh di antaranya adalah Investment Project Ready to Offer, seperti pembangunan listrik minihidro di Banyumas, pembangunan sentra industri perikanan di Pati dan pembangunan Jurug Theme Zoo di Surakarta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyambut positif CJIBF 2020. Menurutnya, Jateng menjadi salah satu primadona investasi.

"Saya punya keyakinan, ke depan, Jawa Tengah adalah provinsi yang mendapat limpahan investasi baik PMA maupun PMDN," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebut, pemulihan pertumbuhan ekonomi di Jateng telah pulih mulai pada triwulan III 2020, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,93persen (yoy) atau 4,66 persen (qtq).

Head of Sales and Marketing PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum mengatakan, iklim investasi di Jateng sangat kondusif. Hal itu ditopang dengan kemudahan perizinan dan infrastruktur.

"kedekatan dengan Trans Java Toll Road sangat dekat, kemudian ada rencana pembangunan Kendal International Seaport. UMR, kalau kita bandingkan dengan Jabar atau Jatim, efisiensinya 100 persen," ujarnya.

Selain itu, dengan ditetapkannya KIK sebagai kawasan ekonomi khusus, maka ada kebijakan perpajakan bagi pelaku investasi di kawasan itu. Di masa Pandemi Covid-19, ada lima penanaman investasi di KIK.

Perwakilan PT Roda Maju Bahagia Hendra menyebut, faktor upah dan infrastruktur menjadi salah satu alasan menanam modal di Jateng.

"Infrastruktur bagus, pelabuhan juga mau dibangun, airport juga. Selain itu kita mau membesarkan di wilayah timur, jadi kita di Jawa Tengah lebih pas," pungkas Hendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Erupsi Merapi, Candi Borobudur Ditutup Terpaulin

Antisipasi Erupsi Merapi, Candi Borobudur Ditutup Terpaulin

Sumut | Rabu, 11 November 2020 | 14:20 WIB

Pilpres 2024: Ganjar Pranowo Berpeluang Dampingi Prabowo Subianto

Pilpres 2024: Ganjar Pranowo Berpeluang Dampingi Prabowo Subianto

Jawa Tengah | Rabu, 11 November 2020 | 10:26 WIB

Ganjar Pranowo Unggul Dibandingkan Anies, Tapi Kalah Dengan Prabowo

Ganjar Pranowo Unggul Dibandingkan Anies, Tapi Kalah Dengan Prabowo

Sumsel | Rabu, 11 November 2020 | 09:16 WIB

Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, BMKG: Cerah Berawan dan Berpotensi Hujan Ringan

Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, BMKG: Cerah Berawan dan Berpotensi Hujan Ringan

Jawa Tengah | Rabu, 11 November 2020 | 08:25 WIB

Prabowo Capres Terkuat 2024, Paling Prospek Duet dengan Ganjar Pranowo

Prabowo Capres Terkuat 2024, Paling Prospek Duet dengan Ganjar Pranowo

Jogja | Rabu, 11 November 2020 | 07:17 WIB

Stafsus Presiden Bertemu Ganjar, Bahas Lonjakan Kasus Covid-19

Stafsus Presiden Bertemu Ganjar, Bahas Lonjakan Kasus Covid-19

Jawa Tengah | Selasa, 10 November 2020 | 17:25 WIB

Terkini

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB