alexametrics

BFI Finance Catatkan Laba Bersih Rp 520,63 Miliar di Tengah Pandemi

Iwan Supriyatna
BFI Finance Catatkan Laba Bersih Rp 520,63 Miliar di Tengah Pandemi
Ilustrasi pencatatan keuangan. (Pixabay/stevepb)

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang memiliki Obligasi yang jatuh tempo di akhir tahun ini.

Suara.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang memiliki Obligasi yang jatuh tempo di akhir tahun ini.

Dengan jatuh tempo tersebut, perseroan telah menyiapkan diri untuk melakukan pelunasan Obligasi Berkelanjutan III BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2017 Seri C sebesar Rp 400 miliar, yang jatuh tempo pada 9 November 2020.

Pelunasan ini akan menggunakan kas internal yang diperoleh dari pembayaran angsuran konsumen dengan jumlah lebih dari Rp 1 triliun setiap bulannya.

Perusahaan akan melakukan penerbitan Obligasi kembali di awal tahun 2021 dan saat ini sedang dalam proses melakukan pendaftaran program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah sampai sebesar Rp 6 triliun ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: UKM Orientasi Ekspor Makin Berkibar Berkat Suntikan Pembiayaan Perbankan

BFI Finance telah melakukan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang berhati-hati. Hingga saat ini, Perusahaan tetap menjaga kecukupan pencadangan piutang yang diragukan di atas kondisi normal, di mana nilai cadangan yang ada saat ini mencapai 6,5% dari total piutang pembiayaan, atau setara 2,4 kali dari total NPF saat ini, meningkat dari 1,6 kali di kuartal sebelumnya.

“Kecukupan pencadangan kerugian yang ada menunjukkan kehati-hatian perusahaan dalam pengelolaan risiko pembiayaan dan risiko keuangan yang prudent di tengah pandemi COVID-19 dan kondisi ekonomi yang belum pulih saat ini,” kata Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono, Kamis (12/11/2020).

Seiring dengan berjalannya aktivitas masyarakat yang beradaptasi dengan kondisi new normal, BFI Finance meningkatkan kembali layanan pembiayaannya untuk semua lini produk mulai kuartal III/2020.

Dengan aktivitas ekonomi yang telah berangsur pulih, penyaluran pembiayaan mulai merambat naik di beberapa daerah dan rasio pembiayaan bermasalah sudah terkendali dengan berbagai inisiatif yang dijalankan Perusahaan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Rebound ini tentunya menunjukkan sinyal positif walaupun tantangan masih besar di tengah pandemi yang masih belum terkendali di Indonesia dan ancaman resesi di depan mata.

Baca Juga: Industri Pembiayaan Masih Punya Ketahanan di Tengah Hantaman Pandemi

“Volume pembiayaan menunjukkan tren positif selama kuartal III dan kami berharap kondisi ini dapat terus ditingkatkan di bulan-bulan mendatang selama kondisi eksternal mendukung, seperti tidak adanya lockdown yang membuat kegiatan ekonomi tidak bisa sepenuhnya berjalan,” ujar Sudjono.

Komentar