Menaker ke NTT untuk Siapkan SDM Kompeten dan Berdaya Saing

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 14 November 2020 | 08:24 WIB
Menaker ke NTT untuk Siapkan SDM Kompeten dan Berdaya Saing
Menaker, Ida Fauziyah, di NTT. (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Untuk membahas isu-isu ketenagakerjaan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah berdialog dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat. Pertemuan itu juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing.

"Kami datang ke NTT untuk membahas isu-isu ketenagakerjaan.
Kita sepakat akan menyiapkan sumber daya manusia di NTT, dengan peningkatan kompetensi yang akan dilakukan kerjasama antara Provinsi NTT dan pemerintah pusat,” katanya, di Kantor Gubernur NTT, Jumat, (13/11/2020).

Dalam waktu dekat, Viktor akan menyerahkan balai latihan kerja (BLK), yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk diserahkan kepada pemerintah pusat.

“Dengan komitmen Gubernur NTT, kita akan menyiapkan SDM melalui peningkatan kompetensi dan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat dan Pemprov NTT," kata Ida.

Dalam kesempatan ini, Ida juga mengunjungi Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia Provinsi NTT.

Menurutnya, NTT termasuk provinsi yang banyak menempatkan tenaga kerja ke luar negeri. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja di luar negeri itu tidak melalui prosedur yang resmi, sehingga upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mempermudah masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui penguatan di LTSA.

"Pemerintah Indonesia telah memiliki Undang-undang No. 18 tahun 2017, yang isinya memberikan pelindungan yang maksimal, mulai dari hulu sampai hilir, peran pemerintah desa sangat kuat sebagai garda terdepan, desa harus bisa menjadi pusat informasi pelayanan penempatan tenaga kerja di luar negeri," kata Ida.

Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan beberapa program yang telah diluncurkan, salah satunya jaring pengaman sosial yang ditujukkan bagi tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan, ataupun yang tidak bisa berangkat karena negara tujuannya masih lockdown.

"Waktu ini kita gunakan untuk memberikan pelatihan keterampilan. Siapa tahu, dengan keterampilan baru, ada niat untuk membuat usaha baru, sehingga keinginan untuk kerja di luar negeri bisa digantikan dengan bekerja di dalam negeri," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Berangkat, Pekerja Migran Diminta Persiapkan Diri dengan Kompetensi

Sebelum Berangkat, Pekerja Migran Diminta Persiapkan Diri dengan Kompetensi

Bisnis | Sabtu, 14 November 2020 | 08:15 WIB

Ayo Cek Saldo, Subsidi Gaji Tahap Dua Telah Cair

Ayo Cek Saldo, Subsidi Gaji Tahap Dua Telah Cair

Bisnis | Jum'at, 13 November 2020 | 11:15 WIB

UU Cipta Kerja Diharapkan Bakal Dukung Peningkatan Produktivitas Nasional

UU Cipta Kerja Diharapkan Bakal Dukung Peningkatan Produktivitas Nasional

Bisnis | Kamis, 12 November 2020 | 17:39 WIB

Tingkatkan Kualitas Pekerja Maritim, Indonesia Kerja Sama dengan Austria

Tingkatkan Kualitas Pekerja Maritim, Indonesia Kerja Sama dengan Austria

Bisnis | Kamis, 12 November 2020 | 06:42 WIB

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 19:10 WIB

Lindungi Pekerja, Pemerintah Segera Selesaikan Aturan Turunan UU PMI

Lindungi Pekerja, Pemerintah Segera Selesaikan Aturan Turunan UU PMI

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 10:36 WIB

Terkini

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

×