Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Pulih dari Pandemi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 November 2020 | 15:06 WIB
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Pulih dari Pandemi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Suara.com - Usai tertekan selama 2 kuartal berturut-turut pada tahun 2020 ini, ekonomi Indonesia kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai menemukan titik balik pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani mengatakan, sinyal pemulihan ekonomi yang mulai terlihat pada Q3-2020 patut disyukuri. Menurut Menkeu, hal tersebut merupakan hasil dari seluruh upaya yang dilakukan Pemerintah. Menkeu pun berharap tren pemulihan terus berlanjut hingga 2021.

“Akan terus bagus kalau kita jaga terus. Makanya yang disebut pembalikan, turning a round, itu adalah suatu fenomena yang tentu kita syukuri tapi ini tidak berarti masalah selesai,” kata Sri Mulyani ditulis Kamis (19/11/2020).

Menkeu menjelaskan bahwa titik balik pemulihan ekonomi juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi sisi produksi. Sektor kontributor utama yang terdampak pandemi mampu untuk bangkit dan mengalami perbaikan yang positif.

“Bahkan tiga sektor yang positif growth even during Covid time, yaitu informasi dan komunikasi yang tumbuh 10 persen, jasa kesehatan yang bahkan melonjak 15 persen, tentu saja karena masalah Covid adalah bidang kesehatan, dan sektor pertanian yang tumbuh stabil di 2 persen,” jelasnya.

Menurut Menkeu, APBN menjadi instrumen utama untuk segera merespon dampak pandemi, mendukung pemulihan, serta menjaga reformasi ke depan. Pandemi Covid-19, lanjutnya, bukan satu-satunya masalah pondasi ekonomi Indonesia.

“Apakah kondisi Covid itu satu-satunya masalah? Tidak. Seperti saya sampaikan tadi, bahwa kondisi ekonomi Indonesia, pondasi kita masih menghadapi masalah struktural. Jadi meskipun sekarang sangat sibuk dan terfokus dengan Covid dan dampaknya, kita tetap harus melakukan reformasi,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menyatakan bahwa APBN tidak seharusnya terus menerus menjadi instrumen yang paling depan dan paling besar untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi.

“Oleh karena itu, APBN 2021 temanya memang agak kontradiktif. Masih ekspansif, tapi kita mulai konsolidatif. Policy-policy yang sifatnya strategis tetap kita jaga," ungkap wanita kelahiran Lampung ini.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyampaikan optimisme cita-cita Indonesia menjadi negara maju tahun 2045 meski saat ini ada pandemi Covid-19. Menkeu berharap pandemi Covid-19 justru akan menjadi akselerator dari reformasi dan perekat gotong-royong.

“Kita perlu untuk terus berfokus kepada hal-hal yang fundamental yaitu yang berhubungan dengan human capital, kesehatan, pendidikan, kemudian skill masyarakat dan juga meningkatkan inovasi dan produktivitas termasuk memperbaiki easy of doing business Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengobati Pasien Corona Habiskan Rp 184 Juta, KPCPEN : Lebih Baik Mencegah

Mengobati Pasien Corona Habiskan Rp 184 Juta, KPCPEN : Lebih Baik Mencegah

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 13:38 WIB

Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia, Google Donasikan 11 Juta Dollar AS

Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia, Google Donasikan 11 Juta Dollar AS

Jogja | Kamis, 19 November 2020 | 12:30 WIB

Fadli Zon Sebut Sri Mulyani Dukun Peramal: Coba Mikir Jangan Utang Melulu

Fadli Zon Sebut Sri Mulyani Dukun Peramal: Coba Mikir Jangan Utang Melulu

Sumsel | Kamis, 19 November 2020 | 06:27 WIB

Terkini

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:55 WIB

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:45 WIB

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:31 WIB

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB