Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Fabiola Febrinastri

Minggu, 22 November 2020 | 14:17 WIB
Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Sebanyak 21 ton cabai kering asal Sulawesi Selatan (Sulsel) dikirim ke Pakistan hari ini, Minggu (22/11/2020). Ekspor yang dilakukan dilakukan PT Ransu Navigasi Nusantara ini dilepas Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

"Ini sesuatu yang mengembirakan, karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan, tetapi ekspor kita juga terus berkembang. Tidak hanya, tapi juga beragam komoditi, seperti cabai. Ini diekspor ke Pakistan untuk campuran pewarna tekstil mereka," katanya.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)

Menurut Syahrul, pelepasan ini merupakan ekspor kedua setelah sebelumnya komoditas cabai kering juga menembus pasar Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton yang dikirim secara bertahap.

"Ini menjadi prospek, karena cabai bisa kita panen setiap saat. Potensi ini cukup tinggi. Sekarang mereka kontrak 100 ton, tapi ke depan, kami siap ekspor di angka 1000 ton," katanya.

Menurut Mentan, keberhasilan ekspor menuju pasar baru di Asia bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi dalam perjalananya, eksportir selalu dihadapkan pada masalah perizinanan dan tingkat kepercayaan terhadap suatu negara.

Syahrul berharap, para pengusaha dan eksportir terus berjalan konsisten walau komoditas yang diekspor masih sebatas komoditas biasa.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)

"Jangan diukur seberapa besar uangnya, karena yang paling penting, kita tidak istirahat langkahnya. Tidak ada yang berhenti dan jajaran pertanian tidak boleh istirahat. Kenapa, karena pertanian itu tidak mengenal hari," katanya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menambahkan, yang terpenting dalam proses ekspor adalah memperhatikan hilirisasi produk pertanian menjadi salah satu fokus upaya peningkatan ekspor nasional.

"Produk pertanian segar yang tidak tahan lama atau bersifat perishable harus dihilirasasi, sehingga memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk di negara tujuan, karena tidak mudah rusak dan mutu terjaga," katanya.

baca juga

Adapun selain ekspor cabai kering, Syahrul juga melepas komoditas pertanian asal sub sektor perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura, seperti biji, kulit, cangkang, kelapa parut, karet, porang, cincau hitam, pisang, manggis hingga kencur dengan total 114,1 ton atau senilai Rp 21,3 miliar menuju Asia dan Eropa.

Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar,  pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8 persen, yakni 133 negara tujuan ekspor di  2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020, atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand India dan China.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, melepas ekspor cabai kering ke Pakistan. (Dok : Kementan)

"Selaku koordinator gugus tugas peningkatan ekspor pertanian, kami akan terus mendorong tumbuhnya pelaku usaha dengan membuka akses informasi peluang ekspor pertanian seluas-luasnya," tukas Jamil.

Sebagai informasi tambahan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2002, nilai ekspor pertanian terus mengalami pertumbuhan positif hingga sebesar 0,42 miliar dolar AS atau tumbuh 1,26 persen (m to m) jika dibandingkan bulan sebelumnya.  Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja ekspor pertanian mencatat pertumbuhan 23,80 (y o y).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Mitra Binaan LPEI Siap Lakukan Ekspor

Ribuan Mitra Binaan LPEI Siap Lakukan Ekspor

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 13:02 WIB

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Jabar | Kamis, 19 November 2020 | 10:25 WIB

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 08:22 WIB

Indonesia Belum Punya Produk Pembuka Keran Ekspor ke Australia

Indonesia Belum Punya Produk Pembuka Keran Ekspor ke Australia

Otomotif | Rabu, 18 November 2020 | 22:25 WIB

Cukup Hingga Awal Tahun 2021, Indonesia Miliki 7 Juta Ton Beras

Cukup Hingga Awal Tahun 2021, Indonesia Miliki 7 Juta Ton Beras

Bisnis | Rabu, 18 November 2020 | 19:15 WIB

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Health | Rabu, 18 November 2020 | 18:34 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×