Begini Cara Vaksin Bekerja di Dalam Tubuh

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 23 November 2020 | 12:35 WIB
Begini Cara Vaksin Bekerja di Dalam Tubuh
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Vaksin saat ini ada berbagai macam, setelah ditemukan untuk penyakit cacar. Hingga saat ini, vaksin terus dikembangkan karena diakui dan terbukti dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu.

Vaksin sendiri adalah antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Cissy Rachiana Sudjana mengatakan vaksin itu adalah zatnya. Proses pemasukkannya ke dalam tubuh disebut vaksinasi.

Cissy menyebut, badan akan dirangsang untuk membentuk anti bodi pada sistem kekebalan tubuh.

"Selain anti bodi, badan akan menghasilkan sel memori, jadi sistem kekebalan kita bisa memproduksi anti bodi untuk segala macam penyakit yang tidak baik," ujar Cissy dalam sebuah webinar yang ditulis, Senin (23/11/2020). .

Beberapa vaksin berhasil menekan penyebaran penyakit tertentu seperti haemophilus influenza, radang paru, penyakit gondok, rubella, hingga tifus.

Semua penyakit tersebut menurun jumlah penularannya, seiring dengan dilakukannya imunisasi.

Pada tahap awal, produsen vaksin mengidentifikasi dahulu calon vaksin yang hendak dibuat. Calon vaksin yang terpilih adalah yang mampu menghasilkan zat antibodi terbaik.

Saat sudah aman dan menghasilkan zat antibodi yang kuat, terutama pada uji pra klinik yang diujicobakan pada hewan, barulah pengujian diteruskan ke uji klinik pada manusia.

baca juga

Fase uji klinik pada manusia terbagi menjadi tiga tahap. Pada fase I dimaksudkan untuk menguji keamanan dan ke-efektifannya.

Fase I ditujukan untuk menguji respon imun pada sekelompok orang dengan jumlah di bawah 100.

Ketika fase I aman dan efektif, maka dilanjutkan ke fase II untuk diuji keamanan dan efikasinya lebih jauh lagi pada jumlah subyek 400-600 orang.

Apabila fase II sudah aman, bisa lanjut ke fase III untuk mengetahui apakah ada efek samping yang jarang terjadi yang biasanya muncul saat diujikan ke jumlah subjek yang mencakup ribuan atau puluhan ribu orang.

"Setelah melalui uji klinik fase III dan tidak terdapat efek samping, maka vaksin tersebut ditetapkan aman, efektif, dan berkhasiat," ucap Cissy.

Lebih lanjut, Cissy juga menjelaskan, bahwa, pada fase III ini biasanya pengujian vaksin dilakukan di beberapa Negara (multi center).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tagih soal Laporan Vaksinasi, Jokowi: Kapan Vaksin Covid Sampai di Tangan?

Tagih soal Laporan Vaksinasi, Jokowi: Kapan Vaksin Covid Sampai di Tangan?

News | Senin, 23 November 2020 | 11:22 WIB

Sejak Muncul Isu Efektivitas Vaksin, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Sejak Muncul Isu Efektivitas Vaksin, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Senin, 23 November 2020 | 09:45 WIB

Kabar Baik Perkembangan Vaksin Buat Harga Minyak Dunia Meroket

Kabar Baik Perkembangan Vaksin Buat Harga Minyak Dunia Meroket

Bisnis | Senin, 23 November 2020 | 09:31 WIB

Terkini

Strategi Perum Jasa Tirta II Jaga Pasokan Air ke Sawah saat Kemarau

Strategi Perum Jasa Tirta II Jaga Pasokan Air ke Sawah saat Kemarau

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:54 WIB

JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara

JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Begini Kinerja IHSG Selama Sepekan, Setelah BEI Tendang Saham HSC

Begini Kinerja IHSG Selama Sepekan, Setelah BEI Tendang Saham HSC

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:48 WIB

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Apakah Sunscreen Spray Skintific Merusak Makeup? Ini Penjelasannya

Apakah Sunscreen Spray Skintific Merusak Makeup? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Cara Mengatasi Kulit Mengelupas dan Pecah Saat Pakai Bedak Padat

Cara Mengatasi Kulit Mengelupas dan Pecah Saat Pakai Bedak Padat

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:17 WIB

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

×