Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Melihat Optimisme dan Peluang Kebangkitan Ekonomi Indonesia Mulai 2021

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 29 Januari 2021 | 10:18 WIB
Melihat Optimisme dan Peluang Kebangkitan Ekonomi Indonesia Mulai 2021
BRI Group Economic Forum 2021, yang digelar secara daring, Kamis (28/1/2021). (Dok : BRI)

Suara.com - Optimisme tinggi harus dimiliki seluruh pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan masyarakat agar kondisi ekonomi nasional dapat bangkit mulai 2021. Demikian pula BRI yang optimistis bahwa ada kesempatan besar bagi Indonesia untuk segera pulih dari dampak pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak tahun lalu.

Bermodal keyakinan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa Investment Management menggelar acara bertajuk "BRI Group Economic Forum 2021", yang digelar secara daring, Kamis (28/1/2021).

Dengan tema “Indonesia Economic Recovery : Opportunities in the Time of Pandemic”, forum ini membahas kesiapan pelaku usaha, pasar, serta langkah strategis yang sudah dan akan diambil pemangku kebijakan demi memperkuat perekonomian nasional.

Forum ini diadakan sebagai bentuk dukungan dari BRI Group untuk pengembangan industri keuangan di Indonesia, serta memfasilitasi komunikasi dan pertukaran informasi antara regulator dengan dunia usaha dan pasar modal.

“Forum ini mempertemukan regulator dengan dunia usaha, serta dapat mengukur kesiapan para pelaku usaha dalam upaya memperkuat perekonomian nasional. Gelaran semacam ini penting untuk memperkuat denyut semangat pelaku usaha agar terus optimis untuk membangun dan menggerakkan roda perekonomian nasional,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso.

Dalam sambutannya di awal acara, Sunarso menekankan pentingnya upaya mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat agar perekonomian nasional dapat segera bangkit. Konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat adalah dua fakor paling elastis dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta kredit produktif.

Sepanjang 2020, BRI telah aktif memainkan peran sebagai lembaga keuangan yang menjadi mitra penyaluran berbagai stimulus demi mengerek dua faktor tersebut. Salah satunya, BRI telah menyalurkan deposito pemerintah senilai Rp 15 triliun dalam bentuk kredit total Rp45 triliun kepada 1,2 juta nasabah UMKM.

Selain itu, BRI juga telah menyalurkan subsidi bunga bagi 6,6 juta debitur UMKM dengan nilai total Rp 5,5 triliun. Perusahaan juga sudah meluncurkan program KUR Super Mikro yang nilai pinjamannya maksimal Rp 10 juta/nasabah, dan disalurkan kepada 985 ribu orang dengan nilai kredit Rp8,6 triliun.

BRI turut berkontribusi dalam penyaluran subsidi gaji untuk 5,4 juta penerima senilai Rp 6,5 triliun. Kemudian penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan nilai Rp 18,6 triliun sudah dilakukan bagi 7,7 juta pelaku UMKM.

baca juga

Pada forum tersebut, Sunarso mengungkapkan bahwa BRI Group selalu siap dalam mendukung upaya pertumbuhan ekonomi melalui beragam produk dan layanan dan bersama-sama kita harus tetap optimis untuk mengelola segala macam tantangan dan lainnya.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam keynote speech-nya menyampaikan, proses perbaikan kondisi ekonomi Indonesia akan berlanjut sepanjang 2021. Tanda perbaikan dan kebangkitan ini sudah terlihat sejak kuartal terakhir tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2020 diproyeksi ada pada angka -2,9 persen atau lebih baik dari capaian kuartal III/2020.

“Secara keseluruhan tahun, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di angka kontraksi -2,2 persen sampai -1,7 persen untuk 2020. Kita berharap proses perbaikan ini akan berlanjut di tahun 2021,” ujar Suahasil.

Dia menegaskan, berbagai macam program perlindungan sosial telah berhasil menjaga konsumsi dasar dari masyarakat miskin dan rentan. Adanya peningkatan pendapatan karena adanya perlindungan sosial. Selain itu, dukungan UMKM, subsidi, dan dukungan usaha yang dilancarkan melalui PEN telah membantu dinamika berubahnya status usaha para pekerja.

“Banyak buruh atau karyawan tetap ketika pandemi beralih menjadi buruh informal atau menjalankan usaha sendiri. Ini dinamikanya cukup tinggi. Dan keberadaan program ini membantu kelompok ekonomi yang ada,” tambahnya.

BRI Group Economic Forum 2021 juga menghadirkan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu sebagai pembicara di sesi Panel Utama.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkap fokus kerja kementeriannya pada 2021 akan berada pada tiga hal yakni menjaga stabilitas harga dan inflasi, membantu pelaku UKM agar dapat masuk pasar ekspor, dan membuka peluang Indonesia untuk masuk dalam pasar perdagangan non-tradisional melalui pembuatan perjanjian kerjasama dengan berbagai negara.

Setelah itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan pentingnya pembangunan enterpreneurial culture dan enterpreneurial leadership, dan ekosistem yang sehat agar masyarakat dapat menyesuikan diri dengan perubahan pola bisnis akibat pandemi. Kartika mengatakan, investasi menjadi kunci katalis untuk perkembangan ekonomi ke depannya, agar konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali pulih.

“Memang persepsi mengenai legal dan political risk serta ease of doing business menjadi tantangan besar (untuk menarik investasi). Tapi pemerintah sudah menjawab dengan meluncurkan UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu, yang salah satu komponennya adalah pendirian Lembaga Investasi Pemerintah. Kami ingin menjadi satu game changer menjawab tantangan ini,” ujarnya.

BRI Group Economic Forum juga membagi diskusi dan pembicaraan seputar peluang dan tantangan pemulihan ekonomi dalam tiga panel, yakni Panel Korporasi, Financial Institution, dan Wealth Management Client. Panel Korporasi menghadirkan pembicara Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto, Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot, dan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kasan yang membahas tantangan di dunia perdagangan sepanjang 2021.

Pada panel Financial Institution yang dibuka oleh Senior Executive Vice President Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti, tema Indonesia Financial Resilience menjadi isi pembahasan oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede, Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, serta Perwakilan IMF James P Walsh.

Saat membuka pembahasan di panel ini, SEVP Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti menyebut kolaborasi antar pelaku pasar harus dilakukan di tengah situasi yang menantang akibat pandemi. Dia juga memaparkan fakta terkait status BRI sebagai most active dealer dalam perdagangan SBN, dan keberhasilan perusahaan meningkatkan volume transaksi marketable securities dari nasabah institusi finansial hingga 178 persen pada 2020.

“Dalam kondisi ketidakpastian pada era pandemi ini, sangat diperlukan kolaborasi antar pelaku pasar khususnya industri perbankan dan institusi keuangan dalam mendukung pendalaman pasar keuangan. Pasar keuangan yang dalam, likuid dan inklusif akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan dapat meredam tekanan (shocks) bila terjadi gejolak di pasar keuangan,” ujar Listiarini.

Terakhir, panel Wealth Management dibuka oleh Direktur Konsumer BRI Handayani dan membahas tema Alternative Investment to Growth Your Wealth Sustainable in 2021 yang diisi oleh para pakar manajemen portofolio seperti Executive Director Nielsen Indonesia Wiwy Sasongko, Founder & CEO YOT Group Billy Boen, dan Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali.

“Keberlanjutan investasi tentunya menjadi komponen penting dalam menggerakkan pertumbuhan perekonomian nasional. Untuk itu, kami berharap forum ini dapat menjadi sarana penyampaian arah kebijakan strategis kepada investor mengenai perkembangan investasi di Indonesia dalam upaya menjaga iklim investasi,” ujar Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Marsangap P. Tamba.

Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi menambahkan, “Meskipun telah melewati tahun 2020 yang penuh tantangan, perkembangan pasar modal ternyata tetap mampu bertumbuh yang tentunya memberikan harapan di dunia investasi 2021, peningkatan tersebut membuktikan kepercayaan public terhadap Pasar Modal Indonesia masih terus meningkat. BRI Group Economic Forum diharapkan dapat memberikan gambaran dan menambah confidence investor dalam menentukan strategi investasi untuk ke depannya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2021: Penerimaan Negara Ditargetkan Rp1.743 Triliun

2021: Penerimaan Negara Ditargetkan Rp1.743 Triliun

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2021 | 18:29 WIB

Sri Mulyani Beri Sinyal Anggaran PEN 2021 Bisa Naik Lagi

Sri Mulyani Beri Sinyal Anggaran PEN 2021 Bisa Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2021 | 15:36 WIB

Lebih dari 200 Project Properti Pilihan Hadir di KPR BRI Virtual Expo 2021

Lebih dari 200 Project Properti Pilihan Hadir di KPR BRI Virtual Expo 2021

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2021 | 11:38 WIB

Dorong Denyut Perekonomian, BRI Hadirkan BRI Group Economic Forum 2021

Dorong Denyut Perekonomian, BRI Hadirkan BRI Group Economic Forum 2021

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2021 | 11:30 WIB

Alhamdulillah! 275 Pelaku UMKM Dapat Modal Usaha, Masing-masing Rp 2 Juta

Alhamdulillah! 275 Pelaku UMKM Dapat Modal Usaha, Masing-masing Rp 2 Juta

Sumut | Rabu, 27 Januari 2021 | 11:22 WIB

ORI019 di BRI Dapat Cuan Ganda, Ini Buktinya!

ORI019 di BRI Dapat Cuan Ganda, Ini Buktinya!

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2021 | 19:54 WIB

Terkini

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:59 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB