Ratusan Hektare Padi di Kawasan Food Estate Pulang Pisau Siap Dipanen

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 31 Januari 2021 | 14:42 WIB
Ratusan Hektare Padi di Kawasan Food Estate Pulang Pisau Siap Dipanen
Panen padi dikawasan Food Estate. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pengembangan food estate, khususnya kawasan Center of Excellent Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) makin menunjukkan hasil positif. Saat ini, sedang dipersiapkan panen raya yang akan dilakukan awal Februari nanti.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Tengah Syamsuddin menegaskan, saat ini sedang dilakukan persiapan panen raya di kawasan pengembangan food estate, khususnya kawasan Center of Excellent Pulang Pisau.

"Kami saat ini sedang menyiapkan panen raya yang direncanakan pada minggu pertama Februari, sekitar 200-250 hektare," kata Syamsuddin 

Dia menjelaskan, produktivitas dari hasil-hasil yang digali di lapangan sangat beragam. Namun pada prinsipnya didapatkan produksi rata rata 5-6 ton per hektare. Beberapa produktivitas yang cukup bagus seperti menggunakan varietas Inpari 42 dan beberapa lainnya. 

"Semua itu berdasarkan pengakuan riil para petani yang telah melakukan panen maupun penampilan tanaman di lapangan," ujarnya.

Seperti hasil pertanaman padi milik Taufik yang berasal dari Poktan Karya Makmur Desa Belanti Siam dengan total garapan lahan mencapai 100 Ha , yang ditanam padi varietas inpari 42 dan dilaporkan memperoleh hasil meningkat , saat ini ada mencapai 6.4 ton per hektar dan siap dijadikan benih kembali.

Sama halnya dengan lahan padi milik Wasis Daryanto yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Santoso di Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau melaporkan bahwa dengan mengikuti program Food Estate dapat meningkatkan produktivitasnya, saat ini lahannya telah panen di blok Rey 6 dengan hasil  5,6 ton per hektar.*

Sementara itu terkait kendala, pihaknya menjelaskan dari awal pengawalan pertanian ini cukup ketat, namun faktor iklim khususnya angin di Pulang Pisau jauh lebih kencang dibanding wilayah lainnya, sehingga dapat mengakibatkan tanaman roboh.

"Namun kembali kami sampaikan kenapa roboh, ini juga turut dipengaruhi faktor kebiasaan petani, mereka tidak melakukan tanam pindah. Kami merekomendasikan tanam pindah, namun kebiasaan petani adalah tanam tabur atau dilarik," ungkap Syamsudin.

baca juga

Tanam tabur atau larikan ini, secara perakaran tidak sekokoh jika dibandingkan tanam pindah. Nyatanya hal ini juga sudah disampaikan salah satu ketua kelompok tani di lapangan dan mengakui tanaman dengan tanam pindah memang lebih bertahan.

"Soal tanaman roboh, sebagian petani umumnya memanen dengan kondisi seadanya, atau tanaman dalam kondisi hijau, dan belum matang maksimal atau matang fungsional, berada 85-95 persen. Sehinggga hasil dari gabah tidak akan maksimal karena berada pada posisi hampa atau ringan saat dikeringkan, dan secara langsung akan menurunkan nilai timbang atau produktivitasnya," terangnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan semua potensi yang ada untuk segera ditanami kembali, termasuk mekanisasinya.

"Setelah dilakukan panen raya nanti, gunakan semua kekuatan untuk bisa menanam lagi dengan baik dan tentu saja 100 hari kemudian diharapkan bisa panen kembali," ujar Mentan SYL, Sabtu (30/1/2021).

Mentan SYL menjelaskan, program ini, merupakan proyek percontohan nasional, sebagaimana arahan Presiden. Program ini dipersiapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, di antaranya dengan pengembangan berbagai komoditas, mekanisasi, pemberdayaan petani, hingga industri pengolahannya.

"Meski demikian, manusia tetap menjadi bagian dari kekuatan yang ada, terutama masyarakat setempat. Saya minta harus off farm-nya, itu artinya industri pengolahannya, RMU misalnya, meningkatkan industri-industri yang mampu dipasarkan, baik secara marketplace, pasar tradisional, serta diharapkan bisa ekspor," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alokasi Pupuk Bersubsidi Untuk Banyuwangi Naik 24.422 Ton

Alokasi Pupuk Bersubsidi Untuk Banyuwangi Naik 24.422 Ton

Bisnis | Minggu, 31 Januari 2021 | 07:42 WIB

Ditjen PSP Kementan Atur Strategi Percepat Serapan Anggaran

Ditjen PSP Kementan Atur Strategi Percepat Serapan Anggaran

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2021 | 17:26 WIB

Mentan Ingatkan Peternak untuk Ikut Asuransi Usaha Ternak Sapi

Mentan Ingatkan Peternak untuk Ikut Asuransi Usaha Ternak Sapi

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2021 | 12:00 WIB

Kementan : Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Aman, karena Dikelola dengan Baik

Kementan : Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Aman, karena Dikelola dengan Baik

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:14 WIB

DPR Sesalkan Rencana Pemotongan Anggaran Kementan Tahun Ini

DPR Sesalkan Rencana Pemotongan Anggaran Kementan Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Januari 2021 | 16:30 WIB

Kementan Rehabilitasi RJIT di Kabupaten Barito Timur

Kementan Rehabilitasi RJIT di Kabupaten Barito Timur

Bisnis | Minggu, 24 Januari 2021 | 14:09 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×