Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Info RS Pelni Buka Layanan Vaksin Corona Mandiri Ditarik, Ini Penjelasannya

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Selasa, 02 Februari 2021 | 18:47 WIB
Info RS Pelni Buka Layanan Vaksin Corona Mandiri Ditarik, Ini Penjelasannya
Poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. (Ist)

Suara.com - Holding Rumah Sakit (RS) BUMN, PT Pertamina Bina Medika IHC menegaskan tak ada layanan vaksinasi mandiri alias berbayar di RS Pelni. Dalam hal ini, RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin.

Sebelumnya bereda poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. Dalam poster itu, memuat jenis vaksin hingga biaya layanan vaksinasi tersebut.

Corporate Secretary Pertamedika IHC, M Sonny Irawan, mengatakan informasi yang beredar mengenai layanan vaksinasi Covid-19 di RS Pelni adalah informasi yang dikeluarkan RS Pelni pada hari ini.

"Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut," ujar Sonny dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Sonny menuturkan, terkait dengan harga layanan, informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi.

Menurutnya, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

Poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. (Ist)
Poster yang tersebar di masyarakat terkait layanan vaksinasi berbayar di RS Pelni. (Ist)

"Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19, IHC dan Grup RS dibawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin," imbuhnya.

Sonny menambahkan. seluruh program vaksin merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan dan sampai saat belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

"Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," tukasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bio Farma Bakal Proses 11 Juta Vaksin Sinovac Pada 13 Februari

Bio Farma Bakal Proses 11 Juta Vaksin Sinovac Pada 13 Februari

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 12:30 WIB

LIVE: Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap Keempat di Bandara Soekarno-Hatta

LIVE: Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap Keempat di Bandara Soekarno-Hatta

Video | Selasa, 02 Februari 2021 | 10:41 WIB

11 Juta Vaksin Sinovac Tahap Empat Tiba di Indonesia Hari Ini

11 Juta Vaksin Sinovac Tahap Empat Tiba di Indonesia Hari Ini

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 10:35 WIB

Enam Tokoh Gagal Disuntik Vaksin COVID-19, Termasuk Wali Kota Probolinggo

Enam Tokoh Gagal Disuntik Vaksin COVID-19, Termasuk Wali Kota Probolinggo

Malang | Senin, 01 Februari 2021 | 21:14 WIB

Komisi XI Pastikan Vaksin Sinovac Aman Digunakan

Komisi XI Pastikan Vaksin Sinovac Aman Digunakan

DPR | Senin, 01 Februari 2021 | 15:45 WIB

Terkini

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:33 WIB

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

×