Kepada Penyintas Talasemia, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat

Fabiola Febrinastri

Rabu, 14 April 2021 | 15:57 WIB
Kepada Penyintas Talasemia, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pola Hidup Sehat
PHP Berbasis Komunitas bersama Yayasan Thalassaemia Indonesia dan Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassaemia Indonesia. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - BPJS Kesehatan terus berupaya dalam meningkatkan pemahaman peserta JKN - KIS terhadap hak dan kewajiban, serta edukasi tentang pentingnya mengelola perilaku hidup sehat melalui kegiatan Pengelolaan Harapan Peserta (PHP) Berbasis Komunitas bersama Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) dan Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI). Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh praktisi kesehatan dan Brand Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai.

“Selama lebih dari 7 tahun penyelenggaraannya sejak 1 Januari 2014, Program JKN-KIS telah berkembang menjadi program besar dengan jumlah kepesertaan saat ini lebih dari 222 juta penduduk. Kami terus berupaya agar kemudahan, kecepatan, dan kepastian akses layanan baik administrasi di kantor cabang maupun di fasilitas kesehatan dirasakan menyeluruh dan merata, termasuk bagi para penyintas talasemia,” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun, lewat daring, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

David juga menjelaskan, relasi yang telah dirintis saat ini antara BPJS Kesehatan dengan YTI dan POPTI dapat menjadi moral support groups bagi sesama, serta meningkatkan pemahaman peserta tentang hak, kewajiban, dan prosedur pelayanan dalam penyelenggaraan program JKN - KIS. Menurutnya, salah satu faktor penunjang kepuasan peserta adalah terpenuhinya informasi secara akurat dan terbarukan.

“Kegiatan Pengelolaan Harapan Peserta Berbasis Komunitas ini diharapkan dapat melihat kondisi dan fakta di lapangan, sekaligus menggali permasalahan yang terjadi dan menghasilkan solusi demi perbaikan layanan. BPJS Kesehatan telah menghadirkan berbagai inovasi di era digital ini, agar dapat dimanfaatkan secara optimal demi pelayanan yang berkualitas, termasuk bagi pasien talasemia,” ujar David.

Di samping itu, Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat, Fachrurrazi mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini berlangsung serentak di seluruh Jabar dan diikuti oleh seluruh kantor cabang dengan total peserta sebanyak 220 orang melalui daring. Sebagaimana data BPJS Kesehatan, Jabar termasuk salah satu provinsi dengan penderita talasemia terbanyak.

“Pada tahun 2019, jumlah penderita talasemia di Jawa Barat sebanyak 1.115 orang. Selain itu pada tahun 2020, terdapat 63.813 kasus talasemia yang ditangani oleh BPJS Kesehatan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya membangun pemahaman yang seragam dalam peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya bagi pasien talasemia di fasilitas kesehatan. Dengan begitu, pasien mendapatkan pelayanan yang paripurna dan sebaik-baiknya oleh fasilitas dengan rasa nyaman,” ungkap Fachrurrazi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu praktisi bidang kesehatan, Lelani Reniarti Marsaman, yang juga sebagai Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Hematologi-Onkologi Anak mengatakan, sangat penting untuk melakukan deteksi sedini mungkin sebagai upaya pencegahan melalui edukasi, skrining, konseling, bahkan diagnosis prenatal.

“Program pencegahan harus dilakukan untuk mengurangi jumlah pasien talasemia mayor. Dari sisi pembiayaan, pencegahan membutuhkan lebih sedikit biaya daripada terapi. Edukasi tentang talasemia melalui kampanye yang agresif tentunya dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dan para profesional kesehatan. Sedangkan konseling genetik dapat dilakukan pada pasangan pranikah yang berpotensi tinggi dan pasangan yang sudah memiliki anak talasemia, agar paham tentang masalah genetik dalam keluarganya. Pogram pencegahan ini tentunya sangat membutuhkan komitmen pemerintah,” paparnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Innovation Box, Corporate University BPJS Kesehatan Cetak Pemimpin Inovatif

Innovation Box, Corporate University BPJS Kesehatan Cetak Pemimpin Inovatif

Bisnis | Senin, 12 April 2021 | 15:06 WIB

Cegah Potensi Fraud dalam Klaim Covid-19, Ini Upaya BPJS Kesehatan

Cegah Potensi Fraud dalam Klaim Covid-19, Ini Upaya BPJS Kesehatan

Bisnis | Minggu, 11 April 2021 | 13:47 WIB

Optimalisasi Program JKN-KIS, Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Lakukan Ini

Optimalisasi Program JKN-KIS, Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Lakukan Ini

Bisnis | Minggu, 11 April 2021 | 13:28 WIB

Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Tak Membedakan Peserta JKN-KIS

Dirut BPJS Kesehatan Minta RS Tak Membedakan Peserta JKN-KIS

News | Minggu, 11 April 2021 | 13:11 WIB

Dirut BPJS Kesehatan Didapuk Jadi Ketua Komisi Kesehatan ISSA

Dirut BPJS Kesehatan Didapuk Jadi Ketua Komisi Kesehatan ISSA

News | Minggu, 11 April 2021 | 12:54 WIB

Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Kerja Sama dengan ARSINU

Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Kerja Sama dengan ARSINU

Bisnis | Sabtu, 10 April 2021 | 13:03 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×