Kandungan TAR Pada Rokok Paling Berbahaya, Picu Penyakit Kronis

Iwan Supriyatna

Selasa, 04 Mei 2021 | 07:25 WIB
Kandungan TAR Pada Rokok Paling Berbahaya, Picu Penyakit Kronis
Ilustrasi rokok (Shutterstock).

Suara.com - Banyak yang beranggapan nikotin jauh lebih berbahaya bagi kesehatan dibandingkan dengan TAR. Hal ini tidak tepat. Faktanya, TAR merupakan elemen yang paling berbahaya pada rokok sehingga berpotensi memicu timbulnya berbagai penyakit kronis.

Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan ahli toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Shoim Hidayat, menjelaskan TAR merupakan residu atau sisa pembakaran pada rokok yang mengandung ribuan jenis partikel.

“Beberapa senyawa yang ada di dalam partikel itulah yang bersifat toksik dan bisa menyebabkan berbagai penyakit akibat merokok,” ujar Shoim ditulis Selasa (4/5/2021).

Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

“Jadi kenapa bisa sakit kanker, jantung, dan paru-paru, karena adanya bahan-bahan toksik,” ungkap Shoim. 

Lebih lanjut, Shoim menjelaskan TAR dihasilkan dari proses pembakaran yang terjadi saat merokok. Proses pembakaran terjadi hingga suhu lebih dari 600 derajat Celcius. Ketika asap rokok terhirup, TAR akan terpapar ke bagian dalam paru-paru.

“Ketika rokok dibakar, maka akan menghasilkan ribuan bahan kimia yang sebagian besar beracun,” katanya. 

Adapun nikotin merupakan senyawa kimia yang tidak memiliki efek karsinogenik. Shoim mengungkapkan efek penggunaan nikotin adalah dapat memberikan rasa ketenangan, namun juga bisa menyebabkan ketergantungan.

“Nikotin memiliki manfaat, tapi juga ada efek sampingnya,” tegas Shoim. 

baca juga

Menurut UK Royal College of Physicians, institusi medis di Inggris melakukan tinjauan penelitian yang mengonfirmasi bahwa nikotin dapat menyebabkan ketergantungan, tetapi risiko penyakit disebabkan oleh kandungan lain yang berbahaya dari asap rokok akibat pembakaran, yaitu TAR.

Hal ini diperkuat oleh American Journal of Psychiatry yang menyebutkan efek nikotin mampu memberikan rasa tenang, merangsang aktivitas otak, juga memperbaiki suasana hati.

Untuk meminimalisasi potensi risiko penyakit, Shoim menyarankan perokok dewasa berhenti merokok sepenuhnya atau beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan.

Berdasarkan hasil sejumlah kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri yang sudah tervalidasi, produk tembakau alternatif terbukti memiliki senyawa kimia berbahaya yang jauh lebih rendah daripada rokok karena tidak ada proses pembakaran saat menggunakannya. Dari penggunaan produk tersebut dihasilkan uap (aerosol). 

“Sekarang apa bedanya produk tembakau dipanaskan dengan rokok? Yaitu kadar senyawa kimia berbahayanya jauh lebih rendah daripada rokok yang dibakar. Logikanya, orang menggunakan produk tembakau dipanaskan itu peluang untuk terpapar penyakit menjadi lebih rendah,” tutup Shoim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Merokok Berpengaruh pada Vaksinasi Covid-19? Berikut Penjabarannya

Bisakah Merokok Berpengaruh pada Vaksinasi Covid-19? Berikut Penjabarannya

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 13:49 WIB

Bikin Penasaran, Ini Sebab BPOM AS Melarang Rokok Mentol & Cerutu Rasa

Bikin Penasaran, Ini Sebab BPOM AS Melarang Rokok Mentol & Cerutu Rasa

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 08:11 WIB

Demi Kesehatan, Amerika Berencana Larang Rokok Mentol dan Berperasa

Demi Kesehatan, Amerika Berencana Larang Rokok Mentol dan Berperasa

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×