Bikin Penasaran, Ini Sebab BPOM AS Melarang Rokok Mentol & Cerutu Rasa

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 03 Mei 2021 | 08:11 WIB
Bikin Penasaran, Ini Sebab BPOM AS Melarang Rokok Mentol & Cerutu Rasa
Ilustrasi rokok (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa hari yang lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) berencana melarang penggunaan rokok mentol dan cerutu rasa, termasuk yang dibumbui mentol.

"Berbekal bukti ilmiah yang kuat, dan dengan dukungan penuh dari pejabat Administrasi (Biden), kami yakin tindakan ini akan membawa kita pada lintasan menuju penghentian penyakit terkait tembakau dan kematian di AS," kata Penjabat Komisaris FDA Janet Woodcock, MD.

Larangan ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa rokok mentol dan cerutu rasa dilarang?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mentol senyawa kimia yang dapat ditemukan secara alami di peppermint serta tanaman serupa lainnya atau dibuat di laboratorium.

Pada dasarnya, tujuan menambahkan mentol ke dalam rokok untuk membuatnya lebih enak, terutama bagi perokok baru dan kaum muda.

iustrasi rokok (Shutterstock)

"Mentol dalam rokok menciptakan sensasi dingin di tenggorokan dan saluran udara saat pengguna menghirup, membuat asap rokok terasa kurang keras bagi pengguna," laporan CDC, dilansir Health.

Meski banyak yang mengatakan bahwa rokok mentol merupakan "alternatif yang lebih sehat", ini sama berbahayanya dengan rokok non-mentol. Beberapa meyakini rokok mentol juga mungkin lebih membuat ketagihan.

Sebenarnya, alrangan ini berdasarkan pada petisi warga yang diajukan ke FDA pada 2013 silam. Petisi, yang diajukan oleh Konsorsium Hukum Pengendalian Tembakau dan sejumlah organisasi nasional lainnya, mendesak FDA melarang mentol sebagai ciri perasa dalam rokok dan menghilangkan rokok mentol dari pasaran.

Batas waktu untuk menanggapi petisi adalah 29 April 2021.

baca juga

Hal ini kembali pada fenomena 2009, ketika Tobacco Control Act melarang rokok dengan rasa yang khas seperti cokelat atau ceri. Tetapi larangan ini tidak berlaku untuk rokok rasa mentol. Setelah larangan itu, orang beralih ke cerutu rasa dengan penjualan yang meningkat tajam.

"Tujuan kesehatan masyarakat dari larangan rokok rasa mungkin telah dirusak oleh ketersediaan terus-menerus dari cerutu rasa ini," ujar FDA.

FDA berharap larangan tersebut akan sangat berdampak pada mereka yang terpengaruh produk, termasuk komunitas kulit berwarna dan populasi berpenghasilan rendah, yang lebih banyak menggunakan rokok mentol dan cerut rasa.

"Secara keseluruhan, kebijakan ini akan membantu menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan masyarakat saat kita menghadapi penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah," tambah FDA.

Dalam pernyataannya, FDA mengatakan larangan tersebut tidak diberlakukan terhadap kepemilikan atau penggunaan individu, melainkan produsen, distributor, grosir, importir, dan pengecer produk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pajak Rokok Besar, Wamenkes Sebut itu Bukan Dana Baik Untuk Kesehatan

Meski Pajak Rokok Besar, Wamenkes Sebut itu Bukan Dana Baik Untuk Kesehatan

Health | Kamis, 29 April 2021 | 18:45 WIB

Kebijakan Harga Rokok 85% dari Harga Banderol Gagal Diterapkan

Kebijakan Harga Rokok 85% dari Harga Banderol Gagal Diterapkan

Bisnis | Kamis, 29 April 2021 | 12:11 WIB

Negara-negara Asia Pasifik Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif

Negara-negara Asia Pasifik Disarankan Dukung Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Rabu, 28 April 2021 | 05:24 WIB

Terkini

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:05 WIB

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Surakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:03 WIB

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:00 WIB

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:56 WIB

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:52 WIB

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

×