Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Kasus Covid-19 Melejit, Pemerintah Salahkan Masyarakat dan Perayaan Idul Fitri

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 23 Juni 2021 | 14:09 WIB
Kasus Covid-19 Melejit, Pemerintah Salahkan Masyarakat dan Perayaan Idul Fitri
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan penularan virus corona atau Covid-19 yang kembali meningkat membuat banyak pihak prihatin atas situasi saat ini.

Begitu juga yang diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir yang menyebut masyarakat sudah mulai lalai akan menjaga protokol kesehatan.

"Kita lalai karena merasa sudah turun," kata Iskandar dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (23/6/2021).

Menurut Iskandar padahal pemerintah boleh dibilang berhasil dalam menanggulangi penularan virus corona, akan tetapi dengan adanya sejumlah perayaan besar keagamaan seperti Idul Fitri membuat kasus positif Covid-19 kembali melejit.

"Memang, ketika ada terjadi perayaan keagamaan yang akibatkan terjadinya mobilitas dan peningkatan kegiatan kegiatan berkumpul selalu diringi dengan peningkatan Covid-19," kata Iskandar.

Dirinya pun mengerti bahwa masyarakat sudah mulai bosan akan berlarut-larutnya pandemi yang terjadi saat ini, sehingga membuat masyarakat bosan sehingga lalai dalam menjaga protokol kesehatan.

"Karena sudah perjalanan begitu panjang mungkin ada yang lelah dan buat kita lalai. Maka walau pemerintah melarang mudik saat lebaran lalu, tapi masyarakat cari celah dengan libur setelah larangan berlaku jadi ga heran kalau dilihat pick dari Covid terjadi 1 bulan setelah lebaran," paparnya.

Sebelumnya penambahan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 13.668 kasus pada hari ini, Selasa kemarin. Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.018.113 orang.

Berdasarkan data laporan harian Covid-19, tambahan kasus harian tertinggi terjadi di Jawa Barat, yakni sebanyak 3.432 orang. Tambahan itu membuat akumulasi kasus di Jawa Barat berjumlah 350.719.

Penambahan tertinggi selanjutnya disusul DKI Jakarta dengan 3.221 kasus baru sehingga akumulasi kasus positif di ibu kota menjadi 482.264 kasus.

Selanjutnya penambahan kasus harian disumbang oleh Jawa Tengah dengan 2.439 kasus baru. Tercatat, tambahan itu membuat akumulasi kasus menjadi 232.839.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Menggila di DPR, Tak Bawa Hasil Tes Antigen, Tamu Dilarang Masuk

Covid-19 Menggila di DPR, Tak Bawa Hasil Tes Antigen, Tamu Dilarang Masuk

News | Rabu, 23 Juni 2021 | 14:04 WIB

Benarkah Work From Bali Biang Kerok Lonjakan Kasus COVID-19 di Bali?

Benarkah Work From Bali Biang Kerok Lonjakan Kasus COVID-19 di Bali?

Bali | Rabu, 23 Juni 2021 | 12:57 WIB

Meski Terjadi Peningkatan, Gubernur Isran Noor Pastikan BOR di Kaltim Masih Rendah

Meski Terjadi Peningkatan, Gubernur Isran Noor Pastikan BOR di Kaltim Masih Rendah

Kaltim | Rabu, 23 Juni 2021 | 11:17 WIB

Terkini

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB