Mentan: Kebutuhan Pangan Mutlak Dipenuhi secara Berkesinambungan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 20 Juli 2021 | 19:10 WIB
Mentan: Kebutuhan Pangan Mutlak Dipenuhi secara Berkesinambungan
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kebutuhan pangan adalah kebutuhan utama yang mutlak dipenuhi secara berkelanjutan. Tidak boleh ada satupun warga Indonesia yang kelaparan, karena tidak bisa menemukan makanan.

"Pertanian itu bukan hanya Kementan, tapi melibatkan semua pihak untuk memenuhi ketersediaan pangan. Tidak boleh ada satu orangpun warga negara kita yang menderita kelaparan. Insyaallah pangan kita selalu cukup," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. 

Ia mengarakan, ketersediaan stok pangan harus dihitung secara matang dan sesuai dengan data di lapangan. Upaya ini juga yang selama ini dilakukan, dimana Kementan terus bekerja dengan melibatkan semua pihak baik swasta maupun lembaga negara lainya.

Berdasarkan catatan BPS, Kementan berhasil menjaga situasi pangan nasional dalam keadaan aman dan terkendali. Bahkan BPS melaporkan, hasil panen beras tahun 2021 diprediksi mencapai 33 juta ton, dari realisasi hasil panen tahun 2020 yang hanya 31,33 juta ton. Selain itu, stok beras yang ada di Perum Bulog mencapai 1,39 juta ton, yang terdiri dari 1,37 juta stok cadangan beras pemerintah dan 14.765 ton stok komersial.

Bukan hanya itu, BPS mencatat, sektor pertanian sejak triwulan II 2020 mengalami pertumbuh sebesar 16,24 (QtoQ), dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik 15,79 persen atau sekitar Rp451,77 triliun. Pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga tumbuh meyakinkan dengan angka 2,95 (YonY).

Di sisi lain BPS mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada bulan Mei 2021 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dimana terjadi secara konsisten yang dihitung sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021.

NTP bulan Okteber 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Begitupun dengan nilai tukar usaha petani, yang naik konsisten sejak Oktober 2020, yakni 1002,42. Pada November mencaapi 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei bulan ini angkanya mencapai 104,04 atau naik 0,48 persen.

Baru-baru ini, BPS mengumumkan nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y). Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021.

baca juga

Secara nilai, ekspor sektor pertanian tercatat mencapai 0,32 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas secara nasional menyumbang sebesar 93,36 persen dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai 18,55 miliar dolar AS, atau naik sebesar 9,52 persen. Adapun secara kumulatif, ekspor nonmigas selama Januari-Juni mengalami kenaikan sebesar 94,35 persen, dimana sektor pertanian mencapai 1,95 miliar dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 14,05 persen.

Mengenai hal ini, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Arif Satria dalam beberapa kesempatan mengapresiasi hasil kinerja jajaran kKementan.

Menurut Arif, hasil kajian dari IPB, pada tahun 2019 sampai 2020, di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), Nilai Tukar Petani (NTP) dan Ekspor Produk Pertanian dan penyerapan tenaga di sektor pertanian tinggi.

Arif menjelaskan, kontribusi PDB semula 12,09 persen pada tahun 2019 naik menjadi menjadi 15,01 persen tahun 2020. Khusus subsektor tanaman pangan semula 21,63 persen naik menjadi 25,82 persen.

"Jika dibanding sektor lain, sektor pertanian dapat menjadi penyelamat bagi pembangunan nasional. Sesuai data BPS, mampu tumbuh sekitar 2,22 persen saat masa krisis seperti sekarang. Pertama empower of last resource dan kedua penyelamat kinerja ekspor," katanya.

Untuk produktivitas beras, secara tegas Arif berpendapat bahwa produksi beras Indonesia dibandingkan negara-negara di ASEAN tidak beda jauh. Produktivitas beras Indonesia sebesar 5,24 ton/hektare masih di atas Thailand, sebesar 3,33 ton/hektare dan Vietnam sedikit lebih tinggi, yakni 5,42 ton/hektare.

Arif menambahkan, selain produktivitas beras yang bagus, peningkatan PDB ini terjadi karena keberhasilan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan oleh Kementan. Ia mencatat, serapan KUR tahun ini adalah prestasi yang belum pernah ada sebelumnya.

"Yang paling penting lainnya adalah dukungan kebijakan fiskal dan koordinasi secara teknis yang dibangun Kementerian Pertanian dengan kementerian lainnya. Kebijakan fiskal yang dimaksudnya adalah kebijakan rasio untuk substitusi impor. Misal, para pengimpor terigu harus menyerap bahan baku lokal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha 1442 H Cukup Aman

Kementan Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha 1442 H Cukup Aman

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 20:25 WIB

Guru Besar IPB: Pertanian Jadi Harapan Dalam Bangkitkan Ekonomi Nasional

Guru Besar IPB: Pertanian Jadi Harapan Dalam Bangkitkan Ekonomi Nasional

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 13:07 WIB

Mentan Dorong Petani Pangkep 3 Kali Tanam untuk Picu Produktivitas Pertanian

Mentan Dorong Petani Pangkep 3 Kali Tanam untuk Picu Produktivitas Pertanian

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 12:57 WIB

Pastikan Kesiapan Hari Raya Kurban, Mentan Tinjau RPH Manggala di Kota Makassar

Pastikan Kesiapan Hari Raya Kurban, Mentan Tinjau RPH Manggala di Kota Makassar

Bisnis | Minggu, 18 Juli 2021 | 19:00 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Naik Sebesar 33,04% pada Juni 2021

BPS: Ekspor Pertanian Naik Sebesar 33,04% pada Juni 2021

Bisnis | Jum'at, 16 Juli 2021 | 20:20 WIB

Kementan dan Jasindo Kolaborasi Terkait Asuransi Tani Berbasis Area

Kementan dan Jasindo Kolaborasi Terkait Asuransi Tani Berbasis Area

Bisnis | Jum'at, 16 Juli 2021 | 19:42 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×