Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kisah Sukses Remaja 17 Tahun Bangun Usaha Smartwatch Braille Lewat Brand Fesyen

M Nurhadi

Minggu, 12 September 2021 | 14:25 WIB
Kisah Sukses Remaja 17 Tahun Bangun Usaha Smartwatch Braille Lewat Brand Fesyen
Olaga Official (Instagram/Olaga Official)

Suara.com - Seorang pengusaha bisa sukses tidak hanya berbekal nasib baik dan keuntungan saja. Ada beragam cerita dan perjuangan luar biasa sebelum pengusaha tersebut sukses, termasuk ketika mencari peluang usaha.

Seperti yang dialami pengusaha muda asal Korea Selatan, Sukone Hong yang berhasil mweujudkan mimpinya membangun usaha fesyen sekaligus jam tangan pintar atau smartwatch dan brand fesyen orisinil miliknya.

Usianya baru 17 tahun, tapi Hong adalah CEO brand Olaga Studios yang sangat terkenal di Korea Selatan. Ia berhasil meraup untung lebih dari USD1 juta (Rp14,2 miliar) selama setahun. Tidak hanya itu, ia juga menerima penghargaan dari Universitas Harvard berkat prestasinya ini.

Bisnis keduanya yakni smartwatch braille untuk tunanetra juga laku keras di pasaran. Jam tangan pintar itu di desain sebagai salah satu cara untuk membalas para pembully.

“Sulit bagi saya untuk bertunangan dengan sekolah. Aku seperti di-bully. Saya harus menemukan sesuatu yang dapat mengubah hidup saya,” kata Hong dikutip dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com.

Belajar Wirausaha Sejak Usia 12 Tahun

Hong mulai belajar wirausaha dari usia 12 tahun, saat ia duduk di kelas 8 setingkat SMP. Seperti anak sebayanya, ia juga tertarik dengan berbagai perkembangan fesyen.

Saat berselancar di internet, ia mendapatkan ide berjualan yang cukup unik. Bermodal 150 dolar AS, ia berhasil mendirikan brand miliknya sendiri yang tidak dia sangka bisa booming.

Jiwa pengusaha Hong pun muncul hingga membutuhkan nilai jual yang unik. Dengan pinjaman 5.000 dolar AS, dari kakek-neneknya dan bantuan bisnis percetakan, Hong mulai membuat situs pakaiannya sendiri yang menawarkan pakaian kasual unisex dengan desain sederhana.

baca juga

"Tidak ada yang terjadi selama seminggu," kata Hong via CNBC Make It, Kamis (9/9/21).

“Kemudian, Senin pagi, ada sekitar 15 pesanan. Lima puluh saat makan siang. Delapan puluh menjelang malam. Minggu itu, saya menjual 300 kaos,” ujar Hong.

Menyadari perkembangan usahanya, Hong semakin meningkatkan pemasaran menuju pasar Asia dan berhasil mengumpulkan USD1,2 juta (Rp17,1 triliun) dalam penjualan tahunan di enam pasar Asia dan menempati peringkat No. 1 dalam kategori kaos Style Share.

Ia merekrut tim yang terdiri dari 12 orang untuk membantu menjalankan situs tersebut. Ia bahkan bisa membuat Hong membayar kembali biaya pendidikan dari orang tuanya di sekolah internasional Amerika di Seoul.

Merasa tidak mudah puas dengan usahanya, ia kemudian menemukan inspirasi untuk usaha terbarunya, yang menurutnya adalah panggilan yang sebenarnya.

“Sebelumnya, saya pikir bisnis hanya tentang menghasilkan banyak uang. Tapi setelah pindah sekolah, saya mendapat pendidikan yang bagus,” ucap dia.

“Guru saya mengatakan bahwa pengalaman saya dapat digunakan untuk membuat bisnis yang dapat membantu orang lain,” tambahnya.

Ia mulai membangun Paradox Computers, perusahaan yang berada di balik smartwatch braille dan mulai memasarkan produknya.

Jam tangan pintar Braille memungkinkan tunanetra menerima informasi real time, seperti teks dan pesan dari ponsel mereka yang telah beredar di pasaran selama beberapa tahun. Tetapi biaya yang sangat tinggi dari produk semacam itu membuat mereka tidak mampu membelinya.

Dari sinilah kemudian Hong menyadari ketidaksetaraan dan memutuskan harus ada yang lebih terjangkau.

"Saya menemukan bahwa ini sangat tidak adil dan, pada saat yang sama, ini adalah peluang bagus untuk bisnis,” kata dia.

Memahami kebutuhan pasar, Hong lantas mewawancarai orang-orang tunanetra untuk mengetahui kebutuhan mereka, dan mengajak para ahli untuk mencari solusi.

Kemudian, dengan pengalamannya di bisnis fesyen, Hong mengumpulkan satu investor yang mendukung visinya dengan investasi USD300.000 untuk 30% saham.

“Latar belakang saya sebagai CEO membantu saya,” katanya. “Saya belajar bahwa meskipun saya tidak memiliki latar belakang teknologi, saya dapat mempekerjakan semua orang ini.”

Enam bulan kemudian, jam tangan pintar braille Paradox Computers seharga USD80 telah terjual ratusan dengan 3.000 pre-order dari China yang saat ini sedang dikerjakan. Namun di tengah kesuksesannya, Hong mengatakan dia tetap berkomitmen untuk mengikuti studinya.

“Ketika bisnis berkembang pesat, saya berpikir untuk putus sekolah. Tetapi saya bertemu banyak CEO dan mereka semua mengatakan kepada saya bahwa saya harus kuliah,” pungkasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tanda Kamu Ditakdirkan untuk Jadi Pengusaha, Tak Gentar Ambil Risiko!

4 Tanda Kamu Ditakdirkan untuk Jadi Pengusaha, Tak Gentar Ambil Risiko!

Your Say | Sabtu, 11 September 2021 | 12:15 WIB

Langgeng Sampai Sekarang, 5 Pasangan Artis Korea Ini Sempat Pacaran Diam-diam

Langgeng Sampai Sekarang, 5 Pasangan Artis Korea Ini Sempat Pacaran Diam-diam

Entertainment | Sabtu, 11 September 2021 | 08:00 WIB

Belajar Entrepreneur Dari Mail, Kawan Upin Ipin yang Tidak Pernah Habis Ide Berwirausaha

Belajar Entrepreneur Dari Mail, Kawan Upin Ipin yang Tidak Pernah Habis Ide Berwirausaha

Bisnis | Jum'at, 10 September 2021 | 13:07 WIB

Tiffany SNSD dan Yeri Red Velvet Pamer Pakaian yang Sama, Siapa Lebih Cantik?

Tiffany SNSD dan Yeri Red Velvet Pamer Pakaian yang Sama, Siapa Lebih Cantik?

Your Say | Jum'at, 10 September 2021 | 13:03 WIB

Transfer Jutaan Rupiah Untuk Teroris ISIS, Pengusaha Singapura Diamankan Petugas

Transfer Jutaan Rupiah Untuk Teroris ISIS, Pengusaha Singapura Diamankan Petugas

Bisnis | Jum'at, 10 September 2021 | 10:09 WIB

Kembali Dibahas Komisi Pertahanan Korea Selatan, Apakah BTS Akan Bebas Wajib Militer?

Kembali Dibahas Komisi Pertahanan Korea Selatan, Apakah BTS Akan Bebas Wajib Militer?

Your Say | Jum'at, 10 September 2021 | 08:49 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×