alexametrics

Jelang PON Papua, Garuda Indonesia Timika Pindah Operasi

M Nurhadi
Jelang PON Papua, Garuda Indonesia Timika Pindah Operasi
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Antara/Teresia May)

"Seluruh layanan operasional penumpang maupun kargo yang selama ini dilakukan di terminal sisi utara akan pindah seluruhnya ke sisi selatan," kata Nyoman.

Suara.com - PT Garuda Indonesia akan pindah operasi di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika mulai Selasa (13/9/2021) sebagai bentuk persiapan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang ingin menghadiri PON XX.

Disampaikan GM Garuda Indonesia Timika I Nyoman Teguh, pengelolaan terminal penumpang itu akan ditangani oleh pihak Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) sebagai perpanjangan tangan dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub. Sementara, pengoperasian terminal Bandara Timika sisi utara siap ditangani oleh PT AVCO.

"Ini sudah lama direncanakan sekaligus dalam rangka mengantisipasi kegiatan PON XX. Seluruh layanan operasional penumpang maupun kargo yang selama ini dilakukan di terminal sisi utara akan pindah seluruhnya ke sisi selatan," kata Nyoman.

Rencananya, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 654 rute Jakarta-Makassar-Timika mulai Selasa akan parkir untuk pertama kalinya di tempat parkir pesawat (apron) sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika.

Baca Juga: PON Papua 2021: Lifter Putri Kalbar Diska Oktaviani Incar Medali Emas

Sebelumnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng sangat berharap maskapai Garuda Indonesia segera beroperasi di terminal sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika yang sejak pertengahan Juli lalu mulai dioperasikan secara parsial, khusus pada lantai satu.

Omaleng berharap dengan semakin dekatnya penyelenggaraan PON XX Papua yang dijadwalkan mulai 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021, seluruh maskapai penerbangan komersial yang melayani penerbangan dari dan ke Timika bisa kembali beroperasi secara penuh.

"Sekarang menjelang PON XX, kami berharap status PPKM Level III di Mimika bisa segera turun ke Level II, sehingga semua penerbangan bisa kembali normal seperti dulu," kata Omaleng.

Komentar