alexametrics

UMKM dan Pariwisata Ternate Dihempas Pandemi, Pertamina Gercep Salurkan Bantuan

M Nurhadi
UMKM dan Pariwisata Ternate Dihempas Pandemi, Pertamina Gercep Salurkan Bantuan
Pantai Kastela (Instagram/Rendy_Photo)

"Penyaluran di wilayah Papua untuk mengembangkan para pelaku UMKM dan juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di masa pandemi," kata Edi.

Suara.com - Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Subholding Commercial Trading terus berkomitmen mendukung pengembangan wisata pantai untuk menarik wisatawan ke Ternate.

"Kami lihat Ternate memiliki potensi wisata cukup diandalkan, selain dikelilingi laut yang indah, ada potensi wisata lereng gunung yang luar biasa mulai dari kampung, desa dan harus dirawat, dijaga serta dilestarikan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Subholding Commercial & Trading, Edi Mangun.

"Pertamina akan hadir untuk mengembangkan potensi wisata tersebut," sambung dia.

PT Pertamina (Persero) melihat Kota Ternate sebagai salah satu wilayah potensial dalam sektor wisata. Selain sejarah panjang kesultanan Ternate yang mengusir penjajah, wisata alam Ternate juga dianggap sebagai salah satu anugerah dari Tuhan.

Baca Juga: Bukan Desa Wisata, Bupati Sleman Sebut 2 Objek Wisata Ini yang Akan Diuji Coba Selanjutnya

Salah satu yang sudah dilakukan yakni, PT Pertamina bersama masyarakat, TNI/Polri, Pemkot Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pariwisata bersama-sama membersihkan pantai dan menyiapkan wisata pantai yang menawan.

Selain itu, disiapkan pula penerangan serta penyediaan ornament di kawasan objek wisata Pantai Kastela, sehingga wisatawan bisa menikmati pantai dengan sunset paling cantik di Maluku Utara itu.

KNKT memuji inovasi Smart Moda Transportasi (SmartMT) yang berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga.
KNKT memuji inovasi Smart Moda Transportasi (SmartMT) yang berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga.

Edi menuturkan, PT Pertamina memberi dukungan tanpa alasan, melainkan keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan semangat pembangunan wisata juga jadi pertimbangan.

Dengan dukungan Pertamina, masyarakat di Indonesia bagian Timur, terutama mereka yang menggerakkan potensi wisata dan UMKM bisa terus berkembang.

Sebelum ini, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VIII juga sudah menyalurkan modal usaha Program Kemitraan bagi UMKM di wilayah Malut yakni Ternate, Halmahera Timur dan Ambon.

Baca Juga: Perkuat Mitra Wong Cilik, Begini Strategi Holding Ultra Mikro Lewat Layanan Digital

Berdasarkan data yang dihimpun, Pertamina menyalurkan dukungan untuk UMKM khususnya di Ternate dan Halmahera Timur dengan total mencapai Rp1.770 Miliar.

Dukungan itu jadi bentuk kepedulian Pertamina terhadap sektor yang dihempas wabah COVID-19. Total ada 27 mitra yang sudah menerima bantuan, termasuk 4 mitra binaan program Pinky Movement dengan total pencairan 230 juta dan Ambon dengan total Rp 2.460 miliar untuk mitra binaan reguler sebanyak 38 mitra dan 27 mitra binaan program Pinky Movement dengan pencairan 1.960 miliar.

Tidak hanya itu, selanjutnya juga akan turut mendapatkan bantuan dari wilayah Seram bagian barat, Masohi dan Kairatu yang berada di wilayah MOR VIII.

Program bantuan pinjaman permodalan dengan maksimal nilai pinjaman Rp200 juta tiap UMKM itu diharap bisa membantu UMKM kembali bergeliat meski pandemi COVID-19 belum usai.

Untuk informasi, program kemitraan merupakan salah satu bentuk kepedulian Pertamina kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/04/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

Sejak 1993, Pertamina diperkirakan telah menggelar ratusan Program Kemitraan yang menyasar usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri.

"Penyaluran di wilayah Papua untuk mengembangkan para pelaku UMKM dan juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di masa pandemi untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu juga dapat meringankan beban para UMKM dengan biaya administrasi yang rendah sebesar 3 persen," kata Edi Mangun.

Komentar