alexametrics

Singgung Aset Nganggur, SKK Migas dan Medco Ingin Kelola Migas di Blok Lematang

M Nurhadi
Singgung Aset Nganggur, SKK Migas dan Medco Ingin Kelola Migas di Blok Lematang
ILUSTRASI-Wilayah operasi PHM selaku operator wilayah kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan. [Dok. PHM]

Blok Lematang diklaim dapat mempertahankan produksi untuk memenuhi kebutuhan gas di provinsi Sumatera Selatan untuk industri kelistrikan.

Suara.com - SKK Migas dan PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) ingin mempertahankan produksi minyak dan gas di Lapangan Singa, Blok Lematang, Sumatera Selatan, guna memenuhi energi nasional serta kebutuhan gas industri domestik.

Dengan tujuan ini, Pemanfaatan unit gas kompresor dari aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain di Kalimantan jadi salah satu upaya tersebut.

"Gas kompresor ini merupakan aset idle yang sebelumnya digunakan di Lapangan Nilam di Kalimantan Timur yang sudah selesai masa pakainya dan tidak digunakan lagi," kata Deputy Operasi SKK Migas Julius Wiratno.

Ia melanjutkan, pemanfaatan aset menganggur ini yang seluruh pekerjaannya dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia akan menghemat biaya, sehingga memenuhi keekonomian serta memperpanjang usia produksi gas dari Lapangan Singa.

Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Sebut Pekerja Migas dari Luar Daerah Penyebab Tingginya Covid-19

Dengan gas kompresor berkapasitas 38 MMSCFD, Blok Lematang diklaim dapat mempertahankan produksi untuk memenuhi kebutuhan gas di provinsi Sumatera Selatan untuk industri kelistrikan, yakni PT PLN (Persero) dan PT Meppogen.

Untuk informasi, blok Lematang telah mendapatkan perpanjangan kontrak kembali selama 10 tahun dari pemerintah yang efektif pada 6 April 2017.

Julius memaparkan, proyek ini menunjukkan kreativitas dan komunikasi yang sangat baik antara SKK Migas dan Medco E&P, sehingga dapat memanfaatkan aset menganggur.

“Medco E&P mampu mengalirkan gas secara maksimum sehingga diharapkan akan meningkatkan recoverable reserves dari Lapangan Singa. Hal ini secara langsung juga menjadi sumbangsih dari proyek ini dalam rangka ikut serta menjadi bagian dari ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Direktur Utama Medco E&P Indonesia Ronald Gunawan mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah untuk terus mengelola lapangan migas secara efisien dengan memanfaatkan fasilitas yang selesai masa pakainya di aset KKKS lain di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Produksi Blok Rokan Optimis Bisa Digenjot Lagi

“Kami juga akan terus melakukan berbagai kreativitas dan efisiensi dalam beroperasi di berbagai aspek,” pungkas Ronald.

Komentar