Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Achmad Fauzi

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB
Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps
Pekerja melinting tembakau di Aceh Besar. [Dok.Antara]
baca 10 detik
  • Wacana pembatasan kadar nikotin dan tar produk tembakau ditentang keras industri karena berpotensi melumpuhkan industri kretek nasional.
  • Pelaku industri menilai standar Uni Eropa tidak sesuai sebab tembakau lokal Indonesia secara alami memiliki kadar nikotin lebih tinggi.
  • Penerapan batas rendah dikhawatirkan mematikan industri dan merugikan sektor hulu termasuk petani tembakau serta cengkih.

Suara.com - Wacana pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau menuai penolakan keras dari pelaku industri. Kebijakan yang tengah dikaji pemerintah itu dinilai berpotensi melumpuhkan industri hasil tembakau (IHT), bahkan disebut bisa mematikan industri kretek nasional.

Usulan batas nikotin dan tar yang lebih rendah, mengacu pada standar negara-negara Uni Eropa, dinilai tidak sesuai dengan kondisi industri tembakau di Indonesia. Pasalnya, karakteristik tembakau lokal memiliki kadar nikotin yang secara alami lebih tinggi.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan, mengatakan industri tembakau saat ini sudah dibebani ratusan regulasi. Penambahan aturan baru yang lebih ketat justru berisiko mencekik keberlangsungan usaha.

"Kalau apa yang diuji publik mengenai batas maksimal tar dan nikotin diberlakukan, tentu industri ini akan mengalami musibah. Karena saat ini industri tembakau yang menguasai pasar menyerap tembakau-tembakau lokal produksi dari petani-petani di dalam negeri," ujar Henry dalam forum Uji Publik Kajian Penentuan Batas Maksimal Nikotin dan Tar yang diselenggarakan Kemenko PMK di Jakarta, Selasa (10/03/26).

Aktivitas salah satu gudang tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)
Aktivitas salah satu gudang tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Ia menilai kebijakan tersebut cenderung hanya berfokus pada pembatasan tanpa disertai solusi nyata bagi pelaku industri yang selama ini telah mematuhi berbagai ketentuan.

Selain itu, Henry juga menyoroti adanya tekanan global dari organisasi kesehatan dunia seperti WHO melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Ia menyayangkan jika kebijakan tersebut diadopsi tanpa mempertimbangkan kondisi domestik.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO), Benny Wachjudi. Menurutnya, rencana penurunan batas nikotin dan tar ke level yang terlalu rendah tidak realistis secara teknis.

Ia menjelaskan, rata-rata kadar tar pada rokok kretek tangan saat ini berada di kisaran 34 hingga 52 miligram. Sementara itu, pemerintah disebut ingin memangkasnya hingga 10 miligram, yang dinilai sangat jauh dari kondisi produksi saat ini.

"Kalau pembatasan tar itu dilakukan, maka tidak bisa karena rokok kretek pasti akan mati," tegas Benny.

baca juga

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga akan memukul sektor hulu, termasuk petani tembakau dan cengkih yang selama ini menjadi pemasok utama bahan baku.

Industri hasil tembakau sendiri diketahui menyerap mayoritas tembakau lokal dan hampir seluruh produksi cengkih nasional. Jika kebijakan pembatasan tersebut diterapkan tanpa penyesuaian, maka serapan bahan baku dalam negeri berpotensi menurun drastis.

Pelaku industri pun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi riil di lapangan sebelum menetapkan batas nikotin dan tar, agar kebijakan yang diambil tidak justru mematikan sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok

Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:34 WIB

Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini

Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 20:51 WIB

Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau

Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:31 WIB

Terkini

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

×