Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inggris Krisis Energi, Pakar Minta Indonesia Manfaatkan Peluang Pasarkan Migas

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 04 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Inggris Krisis Energi, Pakar Minta Indonesia Manfaatkan Peluang Pasarkan Migas
Suasana di salah satu SPBU di Inggris di tengah kondisi kelangkaan BBM yang melanda negara itu. (Foto: AFP)

Suara.com - Inggris tengah dihadapkan dengan krisis energi dalam beberapa hari terakhir. Namun, hal ini justru dianggap jadi peluang komoditas gas dari Indonesia.

Pasalnya, Indonesia kini memiliki potensi besar jadi pemasok gas untuk Inggris di tengah terganggunya pasokan dari Rusia, dan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menyebut, persaingan Amerika Serikat dan Rusia diduga jadi penyebab krisis energi di Inggris.

Ia lantas menyebut, Indonesia sebagai negara yang cukup netral bisa menjadi alternatif pemasok gas ke Eropa.

Namun demikian, hal ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya, harga gas yang masih cukup mahal karena biaya produksi di dalam negeri yang sudah termasuk cukup tinggi.

“Sering kali dalam berbisnis, kita sebagai buyer selalu mencari alternatif, untuk menghindari kejadian seperti saat ini walaupun dengan harga yang lebih mahal, sehingga masih bisa menjadi peluang menurut saya,” kata dia.

Melansir dari TheGuardian via Solopos.com --jaringan Suara.com, krisis energi di Inggris disebabkan oleh sejumlah faktor yakni bangkitnya aktivitas di China pasca-Covid-19.

Dampaknya, saat ini harga komoditas energi di pasar global meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dari negara-negara di Asia dan Eropa yang mengalami musim dingin.

Saat ini, harga gas di Inggris sudah lebih dari empat kali lipat dari lalu 2020, 180 sen dari sekitar 40 sen. Pada bulan lalu saja, harga gas di Inggris telah naik 70 persen.

Tingginya aktivitas pemulihan China membuat negara itu mengirim lebih banyak kapal tanker dan menyebabkan lebih sedikit pengiriman ke Eropa dari negara-negara seperti Qatar.

Dampaknya, Eropa saat ini sangat kekurangan gas hingga aliran pipa gas ke Eropa dari Rusia gagal menutupi kekurangan tersebut.

Perusahaan gas Rusia, Gazprom, menolak untuk meningkatkan ekspornya ke Eropa hingga menyebabkan harga gas di Inggris semakin meningkat.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Menarik Usai Laga Liverpool vs Man City Berakhir Imbang

7 Fakta Menarik Usai Laga Liverpool vs Man City Berakhir Imbang

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:38 WIB

Said Iqbal Cs Bakal Deklarasikan Partai Buruh, Begini Respons Partai Gerindra

Said Iqbal Cs Bakal Deklarasikan Partai Buruh, Begini Respons Partai Gerindra

News | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:18 WIB

Harry dan Meghan Kulineran di New York, Mantan Pengawal Putri Diana Beri Komentar Menohok

Harry dan Meghan Kulineran di New York, Mantan Pengawal Putri Diana Beri Komentar Menohok

Lifestyle | Senin, 04 Oktober 2021 | 10:15 WIB

5 Hits Bola: Lionel Messi Melempem, PSG Dipermalukan Rennes di Ligue 1

5 Hits Bola: Lionel Messi Melempem, PSG Dipermalukan Rennes di Ligue 1

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 09:31 WIB

Tepis Hobi Pelihara Land Rover Mahal, Offroader Ini Malah Dapat Keuntungan

Tepis Hobi Pelihara Land Rover Mahal, Offroader Ini Malah Dapat Keuntungan

Jabar | Senin, 04 Oktober 2021 | 09:10 WIB

Liverpool vs Man City Berakhir Imbang, Begini Komentar Pep Guardiola

Liverpool vs Man City Berakhir Imbang, Begini Komentar Pep Guardiola

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Terkini

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:41 WIB

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:35 WIB

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:46 WIB

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:45 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:22 WIB