alexametrics

Reliance Jadi Stanby Buyer Rights Issue, Ini Kata Bos BEKS

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Reliance Jadi Stanby Buyer Rights Issue, Ini Kata Bos BEKS
Ilustrasi investor

Mengenai status Konsorsium Reliance Group sebagai standby buyer, Agus menjelaskan pihaknya masih melakukan pertemuan secara intensif dan berkembang secara positif.

Suara.com - Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) Agus Syabarrudin mengungkapkan pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat dengan direksi Banten Global Development (BGD) mengenai adanya konsorsium pembeli siaga atau standby buyer.

Yang dimaksud konsorsium tersebut adalah Reliance. Group Pihak BGD lanjut Agus. menyatakan menyambut positif hal tersebut.

Mengenai status Konsorsium Reliance Group sebagai standby buyer, Agus menjelaskan pihaknya masih melakukan pertemuan secara intensif dan berkembang secara positif. Bahkan, Agus menilai tinggi keseriusan konsorsium Reliance Group sebagai stand by buyer.

"Keseriusan mereka itu sangat tinggi sekali. Bahkan dia bilang dia akan berkesinambungan sampai betul-betul BEKS sudah stabil dan menjadi market leader. Saat ini masih dalam pengkajian oleh Reliance Group untuk menentukan keseriusan dimaksud terutama dalam hal penentuan waktu yang tepat," ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Bank Banten Tetapkan Harga Rights Issue Rp77 per Saham

Seperti diketahui sebelumnya BEKS akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp50 per saham.

Perseroan juga sudan menetapkan harga pelaksanaan PUT VII atau rights issue tersebut sebesar Rp77 per saham. Artinya total dana yang berpotensi diraih dari hasil rights issue mencapai Rp1,8 triliun.

Mengenai penggunaan dana tersebut, Agus menjelaskan untuk perluasan bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65 persen serta penguatan struktur keuangan perseroan sekitar 35 persen.

Adapun tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD jatuh pada 12 Oktober 2021. Sementara, periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14 Oktober - 21 Oktober 2021. Lalu, tanggal penjatahan dilakukan pada 26 Oktober 2021.

Baca Juga: Rights Issue BBRI, Dirut Sunarso: 70% Merupakan Dana dari Investor Asing

Komentar