China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 24 Februari 2026 | 11:48 WIB
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
Pemerintah China pada Selasa (24/2/2026) mengumumkan melarang ekspor barang dwiguna ke 20 perusahaan Jepang terkait militer..[Unsplash/Roméo A]
Baca 10 detik
  • Pemerintah China melarang ekspor barang dwiguna ke 20 perusahaan Jepang terkait militer.
  • Langkah ini bertujuan mencegah Jepang mengembangkan kembali angkatan bersenjata di bawah PM Sanae Takaichi.
  • Tindakan ini merupakan respons atas pernyataan Jepang mengenai hak respons militer terkait isu Taiwan.

Suara.com - Pemerintah China mengunci 20 perusahaan Jepang yang dituding memiliki kaitan dengan militer Jepang, demikian diwartakan Reuters pada Selasa (24/2/2026). Langkah ini diambil untuk mencegah Jepang mengembangkan kembali angkatan bersenjatanya di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Sebanyak 20 entitas Jepang itu, termasuk di antaranya Mitsubishi Heavy Industries Shipbuilding yang bergerak di bidang perkapalan dan Mitsubishi Heavy Industries Aero Engines yang berkaitan dengan pesawat terbang.

Kementerian Perdagangan China mengumumkan melarang semua entitas bisnis di China mengekespor barang atau produk dwiguna atau memiliki fungsi ganda, dalam bidang sipil dan militer, ke 20 perusahaan Jepang tersebut.

Selain itu 20 perusahaan Jepang lain dimasukkan dalam daftar pengawasan. Perusahaan-perusahan China diminta untuk melakukan evaluasi ketat sebelum mengekspor produk atau barang dwiguna ke 20 perusahaan tersebut, yang di dalamnya termasuk Subaru Corp, Itochu Aviation, dan Mitsubishi Materials Corp.

"Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah Jepang melakukan remiliterisasi, membuat senjata nuklir. Karenanya kebijakan ini sah, masuk akal dan berlandaskan hukum," tegas Kementerian Perdagangan China.

Ditambahkan Beijing, bahwa pihaknya hanya menyasar sebagian kecil perusahaan Jepang dalam kebijakannya tersebut dan memastikan bahwa perusahaan Jepang lainnya masih bisa berbisnis dengan bebas dengan Tiongkok.

China meningkatkan upaya untuk menekan Jepang sejak Perdana Menteri Takaichi pada November 2025 lalu mengatakan bahwa Jepang berhak merespons secara militer jika China menyerang Taiwan.

Sejak bulan Januari lalu Tiongkok mulai melarang ekspor produk atau barang dwiguna yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Khusus untuk perusahaan Jepang, yang dilarang untuk diekspor pertama-tama adalah mineral tanah jarang (rare earths) yang sangat krusial untuk pengembangan sistem persenjataan.

Baca Juga: Berapa Honor Aldi Taher Manggung di Jepang?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI