Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:00 WIB
Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian
Dok: Kementan

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak pemuda Indonesia untuk berinovasi dan berkreasi membangun bangsa melalui sektor pertanian. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa SYL itu dalam acara penandatanganan MoU pengembangan komoditas hortikultura orientasi ekspor di Hotel Braja Mustika, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, (28/10/2021).

"Di hari sumpah pemuda ini (28 Oktober), saya mengajak anak-anaku para milenaial untuk menjadikan negaramu tumbuh secara baik melalui inovasi dan kreativitas di sektor pertanian," ujar SYL.

SYL mengatakan, di masa pandemi ini inovasi dan teknologi menjadi sangat penting karena bisa mempercepat putaran ekonomi nasional. Sebaliknya, inovasi dan teknologi jika tidak dilakukan secara maksimal akan memperlambat laju pertumbuhan.

"Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Dan Allah telah memberikan kekayaan. Siapa yang cepat dia akan berhasil. Dan siapa yang diam dia akan kolav. Saya merasa apa yang kalian lakukan di hari sumpah pemuda ini bukan hanya untuk minaqu tapi untuk bangsa dan negara," katanya.

Selain penandatanganan MoU, di tempat yang sama digelar juga grand launching Minaque e-commerce bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan 9 Kepala Daerah lainnya. Dan secara khusus, Mentan mendorong pertumbuhan ekspor tanaman hias terus berkembang pesat. Terlebih, tanaman hias Indonesia memiliki peminat yang sangat besar di berbagai belahan dunia.

"Kembang atau bunga kita ini memiliki potensi yang sangat besar dalam pasar global. Dan digital system adalah cara baru untuk menciptakan tukar menukar pasar yang lebih baik. Jadi gunakanlah kesempatan yang sangat baik ini. Saya sebagai Menteri sesuai perintah Bapak Presiden siap mendorong anak-anak milenial berbuat yang lebih baik untuk masa depan bangsa," katanya.

Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengapresiasi peranan Kementan dalam mendorong kelompok muda Indonesia untuk menciptakan inovasi yang mengangkat kesejahteraan petani. Bagi Teten, inovasi tersebut bisa menjadi peluang baru dalam membuka lapangan kerja.

"Kalau semua ini jalan dan petani ikut koperasi makan persoaln harga itu tidak bisa dimainkan. Jadi saya kira apa yang dilakukan ini telah mencerminkan sistem integrasi dari hulu dan hilir. Dan digitalisasi menjadi sesuatu yang sangat tepat. Ini bisa menjdi gerbang atas akses bisnis tanaman hias dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

CEO Minaqu, Ade Wardhana Adinata mengajak masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan potensi dan bisnis tanaman hias berskala besar. Ia berpendapat, produk florikultura itu merupakan nafas ekonomi yang bisa dikembangkan petani untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri (ekspor).

"Saya melihat ini adalah sebuah potensi, yang potensi ini belum dimaksimalkan oleh masyarakat. Tapi kalau sudah coba dimaksimalkan ternyata dampaknya sangat luar biasa," katanya.

Ade mengatakan, ekspor tanaman hias yang dikelola Minaqu sudah menjangkau lebih dari 60 negara baik di Eropa maupun Amerika. Kemudian existing customer yang terus melakukan repeat order mencapai 20 negara. Makanya, kata Ade, Minaqu terus mengembangkan pasarnya dengan sistem digitalisasi platform e-commerce.

Berkaitan dengan hal ini, Ade menyampaikan terimakasih atas perhatian dan dukungan besar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam mendorong akses bisnis pelaku usaha bunga tanaman hias di Indonesia.

"Saya berterimakasih kepada Bapak Menteri yang telah memberi dukungan besar kepada kami. Indonesia itu adalah negara yang luar biasa dan kita punya tanaman yang spesifik orang lain tidak punya. Tanaman kita dari Aceh, sumatera sampai Papua memiliki karakteristik yang berbeda," katanya.

Presiden Agricon, Herland Bengardi mengaku siap menjalankan arahan Mentan Syahrul dalam mengembangkan bisnis produk hortikultura dan florikultura. Ia bahkan sudah menjalin kerjasama dengan pelaku usaha minaqu untuk menggerakan roda ekonomi melalui sektor pertanian.

"Alhamdulillah kita bisa menjalin kolaborasi dengan minaqu. Jadi rencananya memang kita yang akan suplay benih-benih yang akan dijual minaqu. Intinya kami siap berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk menjalankan arahan Bapak Menteri Pertanian," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Mandailing Natal Baru 30 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Mandailing Natal Baru 30 Persen

Sumut | Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:48 WIB

Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura Dianggap tak Biasa, Pemerintah Lakukan Langkah Ini

Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura Dianggap tak Biasa, Pemerintah Lakukan Langkah Ini

Lampung | Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:35 WIB

Unik, Peserta Vaksinasi Tertua di Kalinegoro Magelang Dapat Hadiah Ayam

Unik, Peserta Vaksinasi Tertua di Kalinegoro Magelang Dapat Hadiah Ayam

Jawa Tengah | Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Belum Ada Pembatasan Sosial, Kasus Covid-19 Harian Hongaria Sentuh Angka Tertinggi

Belum Ada Pembatasan Sosial, Kasus Covid-19 Harian Hongaria Sentuh Angka Tertinggi

Health | Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:17 WIB

Masih Dihantui Pandemi Covid-19, Aktivitas Pasar Emas Dunia Turun Drastis

Masih Dihantui Pandemi Covid-19, Aktivitas Pasar Emas Dunia Turun Drastis

Bali | Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:10 WIB

China Lockdown Dua Daerah karena Covid-19, Ribuan Wisatawan Terlantar

China Lockdown Dua Daerah karena Covid-19, Ribuan Wisatawan Terlantar

News | Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:56 WIB

Terkini

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB