Masih Terdampak Pandemi, Asaki Minta Penerapan Zero ODOL pada 2023 Diundur

Fabiola Febrinastri

Senin, 06 Desember 2021 | 16:18 WIB
Masih Terdampak Pandemi, Asaki Minta Penerapan Zero ODOL pada 2023 Diundur
Dinas Perhubungan (Dishub) DIY melakukan inspeksi angkutan barang dan angkutan umum di Lapangan Denggung, Sleman pada Rabu (7/4/2021). (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Suara.com - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyatakan, pihaknya belum siap untuk menjalankan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) awal tahun 2023. Asaki minta agar pelaksanaannya bisa ditunda sampai kondisi industri pulih kembali dari keterpurukan, akibat pandemi Covid-19.

“Asaki minta atensi dan dukungan pemerintah, agar kebijakan Zero ODOL yang rencananya diterapkan pada 2023, ditunda sampai kondisi industri keramik pulih kembali akibat pandemi Covid-19 dan perekonomian nasional membaik kembali,” ujar Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto.

Dia mengatakan, jika Zero ODOL diterapkan pada tahun 2023 dengan kondisi industri keramik saat ini, maka bisa berdampak negatif terhadap kemampuan daya saing industri, terutama dari gempuran produk impor dari China, India, dan Vietnam yang trennya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Menurut Edy, Asaki memandang bahwa Jumlah Berat Diizinkan (JBI) perlu ditinjau ulang, mengingat actual berat muatan saat ini dibandingkan dengan muatan sesuai JBI memiliki selisih yang sangat besar.

Dia mengatakan, penyesuaian muatan sesuai Zero ODOL akan menyebabkan penurunan muatan hingga 70%, dan akan menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan/ekspedisi sampai dengan 200%.

“Sebagai konsekuensinya, industri keramik membutuhkan tambahan armada truk hampir 12 ribu unit,” ucapnya.

Edy menuturkan, industri keramik tetap mendukung kebijakan Zero ODOL ini. Hal itu terbukti dari beberapa persiapan yang sudah dilakukan, yang mana Asaki tengah melakukan riset dan pengembangan formulasi bahan baku untuk mencoba pengurangan ketebalan body keramik.

“Namun ternyata itu tidak banyak mengurangi berat keramik secara keseluruhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Pupuk Indonesia (APPI) juga minta agar pelaksanaan kebijakan Zero ODOL dilakukan secara bertahap. Hal itu untuk memberi kesempatan bagi industri untuk melakukan negosiasi dengan pihak-pihak terkait guna mengurangi beban biaya yang dikeluarkan untuk Zero ODOL.

baca juga

Sekjen APPI, Achmad Tossin Sutawikara, mengutarakan, kebijakan Zero ODOL akan menambah jumlah perjalanan truk dalam mengangkut kuantum yang sama. Dia menyebut, dari jumlah alokasi pupuk yang menjadi kewajiban Pupuk Indonesia sebanyak 9,04 juta ton, saat ini diangkut oleh 361.600 perjalanan (rit).

“Tapi dengan kebijakan Zero ODOL, angkutan truk diperkirakan akan menjadi 502.222 rit,” tuturnya.

Dia minta agar pemerintah memberikan waktu kepada produsen untuk bernegosiasi dengan perusahaan jasa angkutan pupuk industri agar mau menurunkan tarifnya.

“Kami memahami bahwa penerapan Zero ODOL memang baik, terutama untuk mengutamakan keselamatan angkutan di jalan raya. Tapi kami perlu waktu untuk menemukan jalan keluar ke pihak perusahaan jasa angkutan agar mereka mau menurunkan tarifnya , sekaligus kami juga tetap menjaga agar kebutuhan pupuk nasional dapat tetap terpenuhi,” tukasnya.

Menurut Tossin, Zero ODOL akan meningkatkan biaya angkutan. Namun karena pengiriman ke petani harus tetap dijaga, maka peningkatan biaya itu harus bisa dibuat seminimal mungkin.

“Ini yang perlu disepakati dan dipahami bersama antara produsen dan jasa angkutan. Ini kita masih proses, tapi mengarah ke pelaksanaan Zero ODOL. Makanya kami meminta, agar pemberlakuan Zero ODOL pun bisa dilakukan secara bertahap untuk memberikan relaksasi kepada semua pihak,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Pelaku UMKM Alami Kredit Macet Akibat Pandemi, Pemerintah Beri Keringanan

Ribuan Pelaku UMKM Alami Kredit Macet Akibat Pandemi, Pemerintah Beri Keringanan

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 20:42 WIB

Pedagang Pasar dan Buruh Terdampak Pandemi di Banten Terima Paket Sembako

Pedagang Pasar dan Buruh Terdampak Pandemi di Banten Terima Paket Sembako

Banten | Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Kena PHK Akibat Pandemi Covid-19, Warga Tasikmalaya Pilih Jualan Layang-layang Kuntilanak

Kena PHK Akibat Pandemi Covid-19, Warga Tasikmalaya Pilih Jualan Layang-layang Kuntilanak

Jabar | Jum'at, 10 September 2021 | 13:19 WIB

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Ini Empat Strategi Kemensos

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Ini Empat Strategi Kemensos

News | Selasa, 07 September 2021 | 19:13 WIB

Kakorlantas Bagikan 1.000 Paket Sembako ke PKL Terdampak Pandemi di Jakarta

Kakorlantas Bagikan 1.000 Paket Sembako ke PKL Terdampak Pandemi di Jakarta

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 19:34 WIB

Terdampak Pandemi, Petani AS Ubah Ladang Pertanian Jadi Taman Hiburan

Terdampak Pandemi, Petani AS Ubah Ladang Pertanian Jadi Taman Hiburan

Video | Senin, 16 Agustus 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×