Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Masih Terdampak Pandemi, Asaki Minta Penerapan Zero ODOL pada 2023 Diundur

Fabiola Febrinastri

Senin, 06 Desember 2021 | 16:18 WIB
Masih Terdampak Pandemi, Asaki Minta Penerapan Zero ODOL pada 2023 Diundur
Dinas Perhubungan (Dishub) DIY melakukan inspeksi angkutan barang dan angkutan umum di Lapangan Denggung, Sleman pada Rabu (7/4/2021). (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Suara.com - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyatakan, pihaknya belum siap untuk menjalankan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) awal tahun 2023. Asaki minta agar pelaksanaannya bisa ditunda sampai kondisi industri pulih kembali dari keterpurukan, akibat pandemi Covid-19.

“Asaki minta atensi dan dukungan pemerintah, agar kebijakan Zero ODOL yang rencananya diterapkan pada 2023, ditunda sampai kondisi industri keramik pulih kembali akibat pandemi Covid-19 dan perekonomian nasional membaik kembali,” ujar Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto.

Dia mengatakan, jika Zero ODOL diterapkan pada tahun 2023 dengan kondisi industri keramik saat ini, maka bisa berdampak negatif terhadap kemampuan daya saing industri, terutama dari gempuran produk impor dari China, India, dan Vietnam yang trennya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Menurut Edy, Asaki memandang bahwa Jumlah Berat Diizinkan (JBI) perlu ditinjau ulang, mengingat actual berat muatan saat ini dibandingkan dengan muatan sesuai JBI memiliki selisih yang sangat besar.

Dia mengatakan, penyesuaian muatan sesuai Zero ODOL akan menyebabkan penurunan muatan hingga 70%, dan akan menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan/ekspedisi sampai dengan 200%.

“Sebagai konsekuensinya, industri keramik membutuhkan tambahan armada truk hampir 12 ribu unit,” ucapnya.

Edy menuturkan, industri keramik tetap mendukung kebijakan Zero ODOL ini. Hal itu terbukti dari beberapa persiapan yang sudah dilakukan, yang mana Asaki tengah melakukan riset dan pengembangan formulasi bahan baku untuk mencoba pengurangan ketebalan body keramik.

“Namun ternyata itu tidak banyak mengurangi berat keramik secara keseluruhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Pupuk Indonesia (APPI) juga minta agar pelaksanaan kebijakan Zero ODOL dilakukan secara bertahap. Hal itu untuk memberi kesempatan bagi industri untuk melakukan negosiasi dengan pihak-pihak terkait guna mengurangi beban biaya yang dikeluarkan untuk Zero ODOL.

baca juga

Sekjen APPI, Achmad Tossin Sutawikara, mengutarakan, kebijakan Zero ODOL akan menambah jumlah perjalanan truk dalam mengangkut kuantum yang sama. Dia menyebut, dari jumlah alokasi pupuk yang menjadi kewajiban Pupuk Indonesia sebanyak 9,04 juta ton, saat ini diangkut oleh 361.600 perjalanan (rit).

“Tapi dengan kebijakan Zero ODOL, angkutan truk diperkirakan akan menjadi 502.222 rit,” tuturnya.

Dia minta agar pemerintah memberikan waktu kepada produsen untuk bernegosiasi dengan perusahaan jasa angkutan pupuk industri agar mau menurunkan tarifnya.

“Kami memahami bahwa penerapan Zero ODOL memang baik, terutama untuk mengutamakan keselamatan angkutan di jalan raya. Tapi kami perlu waktu untuk menemukan jalan keluar ke pihak perusahaan jasa angkutan agar mereka mau menurunkan tarifnya , sekaligus kami juga tetap menjaga agar kebutuhan pupuk nasional dapat tetap terpenuhi,” tukasnya.

Menurut Tossin, Zero ODOL akan meningkatkan biaya angkutan. Namun karena pengiriman ke petani harus tetap dijaga, maka peningkatan biaya itu harus bisa dibuat seminimal mungkin.

“Ini yang perlu disepakati dan dipahami bersama antara produsen dan jasa angkutan. Ini kita masih proses, tapi mengarah ke pelaksanaan Zero ODOL. Makanya kami meminta, agar pemberlakuan Zero ODOL pun bisa dilakukan secara bertahap untuk memberikan relaksasi kepada semua pihak,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Pelaku UMKM Alami Kredit Macet Akibat Pandemi, Pemerintah Beri Keringanan

Ribuan Pelaku UMKM Alami Kredit Macet Akibat Pandemi, Pemerintah Beri Keringanan

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 20:42 WIB

Pedagang Pasar dan Buruh Terdampak Pandemi di Banten Terima Paket Sembako

Pedagang Pasar dan Buruh Terdampak Pandemi di Banten Terima Paket Sembako

Banten | Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Kena PHK Akibat Pandemi Covid-19, Warga Tasikmalaya Pilih Jualan Layang-layang Kuntilanak

Kena PHK Akibat Pandemi Covid-19, Warga Tasikmalaya Pilih Jualan Layang-layang Kuntilanak

Jabar | Jum'at, 10 September 2021 | 13:19 WIB

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Ini Empat Strategi Kemensos

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Ini Empat Strategi Kemensos

News | Selasa, 07 September 2021 | 19:13 WIB

Kakorlantas Bagikan 1.000 Paket Sembako ke PKL Terdampak Pandemi di Jakarta

Kakorlantas Bagikan 1.000 Paket Sembako ke PKL Terdampak Pandemi di Jakarta

News | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 19:34 WIB

Terdampak Pandemi, Petani AS Ubah Ladang Pertanian Jadi Taman Hiburan

Terdampak Pandemi, Petani AS Ubah Ladang Pertanian Jadi Taman Hiburan

Video | Senin, 16 Agustus 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB