alexametrics

Bank Mantap Resmi Jual Reksa Dana Pasar Uang, Mulai Rp 50 Ribu

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Bank Mantap Resmi Jual Reksa Dana Pasar Uang, Mulai Rp 50 Ribu
Bank Mandiri Taspen. [bankmandiritaspen.co.id]

Bank Mandiri Taspen (Mantap) mendapat kepercayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai agen penjual efek reksa dana.

Suara.com - Bank Mandiri Taspen (Mantap) mendapat kepercayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai agen penjual efek reksa dana.

Perusahaan dapat kepercayaan untuk izin produk dan aktivitas baru agen penjual efek reksa dana ini bekerja sama dengan manajer investasi yakni PT Trimegah Asset Management.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama optimis penjualan reksa dana akan sukses, karena pasarnya beragam lapisan serta kemudahan biaya minimal yang mudah diakses oleh lapisan masyarakat apapun.

Menurut Maswar, perseroan akan menyasar nasabah eksisting, aparatur sipil negara (ASN) usia produktif, karyawan prapensiun, karyawan dari perusahaan dana pensiun yang payroll di Bank Mandiri Taspen dan mahasiswa.

Baca Juga: Bank Mantap Himpun DPK Rp 27,58 Triliun Berkat Program Ini

"Produk Reksa Dana TRIM Kas 2 yang ditawarkan oleh perseroan sangat terjangkau dengan nominal minimal Rp 50.000 dengan mekanisme pembelian secara lumpsum maupun installment (berkala)," kata Maswar dalam konfrensi persnya, Selasa (7/12/2021).

Untuk tahap awal, Maswar mengatakan saat ini tiga kantor cabang (KC) sebagai pilot project penjualan reksa dana yaitu KC Jakarta Proklamasi, KC Surabaya serta KC Makassar.

"Di tahun 2022 Perseroan akan bekerja sama dengan manajer investasi lainnya agar produk semakin bervariatif,” ujar Maswar.

Sementara itu, Direktur Finance, Risk & Operation Atta Alva Wanggai menjelaskan tentang kinerja Bank Mandiri Taspen yang semakin berkembang sekalipun di tengah era ketidakpastian akibat Covid-19, pada Kuartal III 2021 perseroan tetap mampu mencatat kinerja baik dengan membukukan  laba bersih Rp 467,3 miliar atau naik 43,7 persen dari tahun lalu, dengan Return on Asset (ROA) 2, 36 persen tumbuh 31 basis points (bps) dan Return on Equality (ROE) 17,47 persen tumbuh 87 bps.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh rasio dana murah atau CASA yang meningkat sebesar 47,8 persen per 30 September 2021 dengan baki debet Rp 6,53 triliun. Perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp 43,77 triliun, meningkat dari posisi akhir November 2020 sebesar Rp 32,61 triliun.

Baca Juga: Bank Mantap Salurkan 1.000 APD ke RS Hasan Sadikin Bandung

Melihat kinerja selama kuartal III 2021, Atta optimistis kinerja sampai akhir tahun 2021 akan tetap dapat terjaga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Komentar