Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Mempertemukan Garis Sampah dan Garis Pariwisata di Satu Titik

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:23 WIB
Mempertemukan Garis Sampah dan Garis Pariwisata di Satu Titik
President University (PresUniv), Dr. Ir. Yunita Ismail Masjud, M.Si.,.

Suara.com - Saat ini sampah dan industri pariwisata ibarat dua garis yang bergerak saling menjauh. Jika suatu kota dipenuhi dengan sampah, kinerja industri pariwisatanya bakal suram.

Siapa wisatawan yang mau datang ke kota yang jorok, banyak lalat, dan bau akibat timbunan sampah? Sampah yang tidak dikelola dengan baik juga menyebabkan terjadinya banjir dan bahkan menjadi sarang penyakit. Siapa wisatawan yang mau datang ke kota yang selalu tergenang banjir dan menjadi sarang penyakit?

Jadi, kesenjangan garis sampah dan garis industri pariwisata semakin lama menjadi semakin melebar. Upaya untuk mendekatkan kembali garis sampah dan garis industri pariwisata itulah yang dilakukan oleh dosen Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, President University (PresUniv), Dr. Ir. Yunita Ismail Masjud, M.Si., melalui lewat program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang mengusung tema Implementation of Digital Sustainable Living through Community Engagement in Supporting Jababeka Smart Township Initiative.

Dalam kegiatan PKM-nya ini, Yunita berkolaborasi dengan dua dosen PresUniv lainnya, yaitu Felix Goenadi, S.PSI, M.Par. dan Ihsan Hadiahah, SE, B.IBM, MSM.

Yunita memaparkan programnya dalam sebuah seminar internasional tentang pengabdian masyarakat yang berlangsung secara hybrid di Bogor. Seminar ini diselenggarakan oleh PresUniv berkolaborasi dengan PT Jababeka & Co. dan FabLab, sebuah institusi yang bergerak dalam ranah pelatihan SDM dan pengembangan usaha berbasis Industry 4.0.

Program yang dilakukan Yunita mendapat bantuan pendanaan dari Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS, Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi untuk Tahun Anggaran 2021

Yunita memaparkan bahwa proses ini bermula dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Sampah dipilah dalam tiga kategori, yakni dapat dimanfaatkan kembali (reuse), dapat didaur ulang (recycle), dan ditingkatkan penggunaannya (upscaled).

Agar rumah-rumah tangga mau melalukan pemilahan sampah, diperlukan insentif dari Bank Sampah—yang membuat sampah menjadi punya nilai ekonomis. Sampah-sampah yang telah dipilah tersebut kemudian secara berkala dikumpulkan.

Di tempat pengumpulan, sampah diolah menjadi berbagai produk. Misalnya, sampah sisa makanan dapat diolah menjadi maggot, yakni campuran kaya protein yang cocok untuk pakan ternak.

Lalu, sisa sampah dalam bentuk sayur-sayuran dan buah-buahan dapat diolah menjadi enzim untuk desinfektan. Kemudian, sampah-sampah organik lainnya dapat diubah menjadi pupuk organik atau kompos, dibuat briket dan hasilnya dipasarkan ke industri, atau diolah lagi menjadi berbagai bahan baku.

“Intinya, semua produk olahan dari sampah tersebut mempunyai nilai ekonomis,” ucap Yunita ditulis Jumat (24/12/2021).

Sinergi Sampah-Pariwisata

Lalu, apa kaitannya pengolahan sampah tersebut dengan industri pariwisata? Yunita memaparkan, ada beberapa hotel yang sudah menggunakan furnitur yang diproduksi dari bahan olahan berbasis sampah, seperti kertas atau kardus bekas.

Lalu, hasil dari olahan sampah-sampah plastik juga bisa dijadikan bahan baku untuk membuat produk garmen dan berbagai kerajinan lainnya. Di kawasan Tanjung Lesung, Banten, PresUniv dan Jababeka membina masyarakat setempat dalam mengolah limbah dari berbagai tanaman untuk dijadikan aneka produk kerajinan.

Produk ini kemudian dipasarkan secara daring melalui website Window Tanjung Lesung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produk Kecantikan Ini Rilis Produk Kemasan Refill, Aksi Nyata untuk Bumi yang Lebih Baik

Produk Kecantikan Ini Rilis Produk Kemasan Refill, Aksi Nyata untuk Bumi yang Lebih Baik

Lifestyle | Jum'at, 24 Desember 2021 | 10:18 WIB

4 Cara Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik, Bantu Lingkungan dan Untung Berlipat

4 Cara Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik, Bantu Lingkungan dan Untung Berlipat

Bisnis | Kamis, 23 Desember 2021 | 16:19 WIB

Ada Ganjil Genap Saat Libur Nataru di DIY, Sepeda Motor dan Bus Pariwisata Bagaimana?

Ada Ganjil Genap Saat Libur Nataru di DIY, Sepeda Motor dan Bus Pariwisata Bagaimana?

Jogja | Kamis, 23 Desember 2021 | 14:01 WIB

Terkini

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:02 WIB

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:20 WIB

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Purbaya Larang DJP Umumkan Kebijakan Pajak: Sudah Berkali-kali Meresahkan

Purbaya Larang DJP Umumkan Kebijakan Pajak: Sudah Berkali-kali Meresahkan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:08 WIB

Tampil Sederhana di Wisuda Anak, Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah Jadi Sorotan Dunia

Tampil Sederhana di Wisuda Anak, Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:40 WIB

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:39 WIB

Siapa Luky Alfirman yang Dicopot Purbaya Gegara Ceroboh Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG?

Siapa Luky Alfirman yang Dicopot Purbaya Gegara Ceroboh Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:30 WIB

QRIS Bisa Dipakai di Negara Mana Saja? Ini Daftarnya Per 2026

QRIS Bisa Dipakai di Negara Mana Saja? Ini Daftarnya Per 2026

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:26 WIB

Purbaya Tegur Dirjen Pajak, Minta Jangan Kejar Peserta Tax Amnesty Jilid II

Purbaya Tegur Dirjen Pajak, Minta Jangan Kejar Peserta Tax Amnesty Jilid II

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:05 WIB

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:01 WIB