Tekan Deforestisasi, PT Pupuk Kaltim Tingkatkan Realisasi Penanaman Pohon Tiap Tahun

Iwan Supriyatna

Selasa, 11 Januari 2022 | 16:05 WIB
Tekan Deforestisasi, PT Pupuk Kaltim Tingkatkan Realisasi Penanaman Pohon Tiap Tahun
Tekan Deforestisasi, PT Pupuk Kaltim Tingkatkan Realisasi Penanaman Pohon Tiap Tahun. (DOk: Istimewa)

Suara.com - Peningkatan peran dalam menekan deforestasi dan potensi kerusakan lainnya menjadi perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), diantaranya melalui perbaikan kualitas lingkungan dan pemulihan sumberdaya hutan maupun lahan. Upaya tersebut merupakan wujud komitmen PKT terhadap Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap 10 Januari, melalui berbagai langkah nyata secara berkesinambungan seperti penanaman pohon hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga populasi hutan. 

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan melalui kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah kolaborasi pemulihan lahan bekas tambang yang berjalan sejak 2020. Langkah konkret yang dilaksanakan berupa demplot pohon Tengkawang dan durian Musang King pada lahan bekas tambang di Arboretum Tengkawang Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia pada November 2021. 

Kawasan tersebut diketahui mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang emas ilegal, dengan luasan mencapai 8,77 hektare. Pada demplot ini, PKT berperan melakukan rehabilitasi dan restorasi lahan agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai fungsinya, sehingga kedepan berbagai jenis pohon dapat tumbuh kembali secara baik dan produktif. 

Selain itu PKT juga melakukan demplot serupa di lahan bekas tambang batubara di Kelurahan Makroman Samarinda Kalimantan Timur, agar keberadaan hutan sebagai tatanan ekosistem dalam mencegah timbulnya pemanasan global dapat tercapai secara optimal, dengan mengembalikan fungsi hutan melalui penanaman bibit dan restorasi lahan. 

"Berbagai inovasi dalam menjaga lingkungan dan ekosistem sengaja dilakukan PKT, agar generasi akan datang tetap bisa menikmati sumber daya alam, serta kualitas lingkungan yang baik," ujar Rahmad Pribadi. 

PKT juga melakukan reintroduksi 1.651 anggrek hitam yang merupakan tanaman endemik khas Kalimantan ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019, serta mempertahankan eksistensi 14 jenis tanaman langka. Begitu pula perbaikan ekosistem hutan mangrove di pesisir Bontang yang direalisasikan PKT hingga akhir 2021 dengan penanaman 335.167 bibit mangrove dan tersebar di dua lokasi dengan luasan diatas 20 hektare. 

Beberapa jenis mangrove yang ditanam di area tersebut meliputi Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal dan Avicennia marina. Awal digagas di tahun 2009, program ini dilaksanakan Departemen Lingkungan Hidup PKT, meliputi pembibitan hingga penanaman di area Kedindingan, salah satu perairan Bontang yang dipilih sebagai area konservasi. 

Setiap tahun, PKT menanam 17 ribu hingga 25 ribu bibit mangrove, hingga mampu memenuhi seluruh luasan kawasan perairan Kedindingan di tahun 2015, dengan total 152 ribu bibit. Mulai 2016, penanaman mangrove dikembangkan ke kawasan baru, yakni area Hak Guna Bangunan (HGB) 65 di Kelurahan Loktuan Bontang Utara Kota Bontang, dengan penanaman antara 20 ribu hingga 25 ribu per tahun, hingga mencapai 183.167 bibit di tahun 2021. 

"Beragam program yang dilaksanakan secara perlahan telah menunjukkan efektivitas, dengan dampak positif yang terus meningkat. Baik di sektor perairan maupun pelestarian keanekaragaman hayati," tambah Rahmad. 

baca juga

Seiring peringatan Gerakan Satu Juta Pohon tahun 2022, PKT akan terus meningkatkan peran dan komitmen dalam menjaga ekosistem lingkungan, dengan mengajak seluruh pihak menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian hutan melalui penanaman pohon maupun aksi nyata lainnya, mengingat pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya alam dan lahan, agar dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. 

"Komitmen tata kelola lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dalam aktivitas bisnis PKT, yang direfleksikan melalui kebijakan dan program strategis setiap tahun, sehingga keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi Perusahaan berjalan lebih maksimal," pungkas Rahmad Pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Indonesia Dukung Upaya Kejaksaan Berantas Mafia Pupuk yang Sulitkan Petani

Pupuk Indonesia Dukung Upaya Kejaksaan Berantas Mafia Pupuk yang Sulitkan Petani

Bisnis | Minggu, 09 Januari 2022 | 11:34 WIB

Berantas Mafia Pupuk, Jaksa Agung Perintahkan Operasi Intelijen

Berantas Mafia Pupuk, Jaksa Agung Perintahkan Operasi Intelijen

Sumbar | Sabtu, 08 Januari 2022 | 11:15 WIB

Budidaya Tanaman Herbal, Emak-emak Binaan Pupuk Kaltim Raup Omset Ratusan Juta

Budidaya Tanaman Herbal, Emak-emak Binaan Pupuk Kaltim Raup Omset Ratusan Juta

Bisnis | Jum'at, 07 Januari 2022 | 05:40 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×