facebook

Wapres Maruf: Bank Muamalat Sudah Sehat, Dapat Suntikan Dana Dari BPKH

Erick Tanjung
Wapres Maruf: Bank Muamalat Sudah Sehat, Dapat Suntikan Dana Dari BPKH
Wakil Presiden Maruf Amin [Foto: Antara]

"Untuk sementara ini, memang baru pengelola dana haji, dari BPKH. Sekarang sudah sehat," kata Maruf.

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin menyebutkan kondisi Bank Muamalat makin sehat setelah mendapatkan suntikan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH.

"Untuk sementara ini, memang baru pengelola dana haji, dari BPKH. Sekarang sudah sehat," kata Maruf dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wapres atau BPMI Setwapres, Jumat (21/1/2022).

Maruf mengatakan bahwa pemberian suntikan dana terhadap Bank Muamalat merupakan salah satu solusi untuk menyehatkan kondisi bank syariah tersebut.

"Langkah yang diambil sekarang adalah bagaimana melakukan penyehatan Bank Muamalat supaya sehat. Salah satunya itu perlu ada suntikan karena investor yang dari luar negeri itu tidak menambah modal," ujarnya.

Baca Juga: Baru Ada Tiga, Wapres Ma'ruf Amin Minta Banten Bangun Lima Mal Pelayanan Publik Tahun Ini

Dengan adanya suntikan dana dari BPKH tersebut, Wapres berharap ke depan Bank Muamalat akan mendapat makin banyak investor sehingga kondisi lembaga keuangan syariah tersebut makin baik.

"Ke depannya diduga akan banyak investor akan masuk ke Bank Muamalat. Jadi, ini kan BPKH itu baru mengawali, saya kira begitu," tuturnya.

Maruf Amin yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) telah mendapatkan laporan tentang kondisi Bank Muamalat tersebut.

"Bank Muamalat sebenarnya sudah sehat, itu kemarin laporan yang saya terima. Sudah sehat karena sudah dilakukan langkah-langkah," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan BPKH mengucurkan dana sebesar Rp3 triliun ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, sehingga menjadikan lembaga tersebut menjadi pemegang saham utama.

Baca Juga: Aksi Panic Buying Saat Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu Per Liter, Wapres Perintahkan Mendag Operasi Pasar

BPKH mengakuisisi Bank Muamalat dengan keikutsertaan dalam rights issue senilai Rp 1 triliun. Komitmen memperkuat permodalan tersebut, kemudian dengan pembelian sukuk subordinasi senilai Rp2 triliun dengan expected return 9 persen. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar