Pandemi dan WFH Jadi Pendongkrak Naiknya Permintaan Layanan Teleterapi

Iwan Supriyatna

Senin, 31 Januari 2022 | 12:26 WIB
Pandemi dan WFH Jadi Pendongkrak Naiknya Permintaan Layanan Teleterapi
Teleterapi.

Suara.com - Kekhawatiran masyarakat dengan pandemi yang saat ini sedang berlangsung belum juga mereda, terlebih dengan terdeteksinya varian omicron di tengah padatnya aktivitas masyarakat di Indonesia saat ini.

Melihat hal ini, banyak perusahaan yang beradaptasi untuk menerapkan cara bekerja Work from Home (WFH), bahkan secara permanen. Namun, perlu diketahui bahwa aktivitas bekerja jarak jauh atau (WFH) juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental di kalangan masyarakat profesional yang aktif mengadopsi kebiasaan baru tersebut.

Dalam sebuah studi yang dilansir Morbidity and Mortality Weekly sepanjang tahun 2020, gejala depresi dan peningkatan kecemasan yang mendera masyarakat di Amerika Serikat meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun 2019. Riset yang dilakukan CDC Amerika Serikat tersebut menyebutkan, mayoritas masyarakat dalam kategori umur produktif hingga 44 tahun mengalami gangguan kesehatan mental.

Hal tersebut disebabkan oleh campur aduknya urusan pribadi dan kantor di satu tempat dan waktu. Selain itu, masifnya arus berita yang diterima masyarakat turut memberi porsi tekanan kesehatan mental di waktu bersamaan.

Di Indonesia, masyarakat sebenarnya menyadari gejala gangguan kesehatan mental yang mendera mereka. Provinsi Jawa Barat misalnya mengumumkan bahwa kunjungan pasien yang cemas terhadap kesehatan jiwanya di Rumah Sakit Jiwa Cisarua meningkat 14 persen per Agustus 2020.

“Kondisi pandemi COVID-19 berdampak pada tekanan psikologis yang berat di berbagai sektor. Banyak masyarakat yang cemas dan khawatir dengan kondisi pandemi Covid-19,“ ujar Direktur RSJ Provinsi Jabar dr. Elly Marliyani ditulis Senin (31/1/2022).

Namun demikian, jumlah tersebut diyakini masih jauh dari angka riil di lapangan. Karena, sebagian besar masyarakat masih enggan berkunjung ke rumah sakit maupun fasilitas konseling psikologis lain di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dengan berbagai keterbatasan ini, masyarakat kini mulai melirik layanan konsultasi kesehatan, termasuk kesehatan mental, yang dilakukan secara daring atau disebut teleterapi. Adanya fasilitas ini tentu memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan-layanan tersebut tanpa harus bepergian ke luar rumah.

Layanan konseling psikologi daring Riliv menyatakan setiap bulan terdapat 18 ribu pengguna yang menggunakan aplikasinya untuk kebutuhan konsultasi. Angka tersebut dinilai meningkat cukup pesat serta didominasi oleh pasien yang datang dengan berbagai keluhan, khususnya terkait kelelahan bekerja di masa pandemi.

baca juga

Hal ini menunjukan bahwa melakukan layanan teleterapi merupakan salah satu alternatif layanan yang dibutuhkan semasa pandemi. Terlebih, adanya kemudahan akses untuk berkonsultasi secara daring memudahkan pasien untuk berkomunikasi dengan tenaga ahli, dimanapun mereka berada.

Melihat pentingnya proses konseling antara pasien dan psikolog berjalan secara optimal.

“Efektivitas waktu yang dihabiskan oleh pelaku teleterapi sudah seharusnya dimaksimalkan sebaik mungkin. Oleh karena itu agar sesi dapat berjalan dengan maksimal layaknya sesi tatap muka, dibutuhkan adanya perangkat yang dapat mengakomodir kualitas suara serta gambar yang sama baiknya.” kata Business Development Manager, Video, Jabra Indonesia Louis Sudarso.

Menurut Louis, adanya dukungan perangkat yang menunjang hasil suara maupun kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera video berpengaruh sangat besar pada keberhasilan aktivitas konsultasi secara daring.

“Kita mengetahui bahwa psikolog maupun pasien harus melakukan komunikasi yang baik, agar setiap keluhan yang dialami oleh pasien dapat dimengerti secara penuh. Selain itu, kualitas citra gambar juga diupayakan sebaik mungkin agar psikolog mampu melihat dan menganalisa gerak tubuh serta mimik wajah pasien.” tambahnya.

Sehingga, dengan kelancaran proses konseling, psikolog maupun psikiater bisa mendapatkan sampel diagnosis yang lengkap dan terperinci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Omicron Melonjak, Satgas Covid-19 Minta Pekerja Non-Esensial WFH

Omicron Melonjak, Satgas Covid-19 Minta Pekerja Non-Esensial WFH

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 09:56 WIB

WFH Tingkatkan Risiko Saraf Kejepit, Dokter Sarankan Lakukan Hal Ini!

WFH Tingkatkan Risiko Saraf Kejepit, Dokter Sarankan Lakukan Hal Ini!

Health | Jum'at, 28 Januari 2022 | 08:54 WIB

Muncul Klaster Kantor, Satgas COVID-19 Minta Perusahaan Izinkan Karyawan WFH

Muncul Klaster Kantor, Satgas COVID-19 Minta Perusahaan Izinkan Karyawan WFH

Health | Jum'at, 28 Januari 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×