Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Pedagang Tempe Menjerit Harga Kedelai Rp 11.500 per Kilogram

Iwan Supriyatna

Senin, 21 Februari 2022 | 16:12 WIB
Pedagang Tempe Menjerit Harga Kedelai Rp 11.500 per Kilogram
Pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu. [ANTARA]

Suara.com - Sejumlah pedagang tempe di Palembang mengeluhkan kenaikan harga kedelai dari Rp9.000 menjadi Rp11.500 per kilogram yang terjadi secara bertahap sejak akhir tahun lalu.

Yitno, pedagang tempe di Pasar Perumnas Palembang, mengatakan, harga kedelai relatif bertahan sejak awal tahun 2021 di kisaran Rp9.000-an per kilogram, namun di pengujung tahun mulai bergerak naik.

“Sebenarnya harga Rp9.000 per kilogram ini juga sudah naik dari tahun sebelumnya di kisaran Rp7.000 per kilogram. Tapi akhir tahun 2021 mulai bergerak naik lagi hingga Rp11.500 per kilogram,” kata dia.

Kenaikan harga ini jelas memberatkan para produsen tempe karena produk tersebut biasa dijual dengan kisaran harga Rp5.000 per potong (ukuran kecil) hingga Rp10.000 per potong (ukuran besar).

Jika dilakukan kenaikan harga maka pembeli sangat mengeluhkan hal tersebut.

“Paling yang bisa kami lakukan mengecilkan ukurannya, tapi pembeli biasanya sudah ngomel-ngomel,” kata Yitno.
Senada, Hasan, pedagang tempe di Pasar Lemabang Palembang mengatakan pedagang memprediksi harga kedelai itu bakal menembus Rp13.000 per kilogram.

Oleh karena itu, pedagang meminta pemerintah untuk melakukan antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi.

Sebagai wujud kegelisahan atas kondisi ini, para produsen tempe di Jakarta dan Jawa Barat sudah melakukan aksi mogok.

“Sebagai sesama pedagang tempe tentunya kami juga ada aksi solidaritas, tapi sejauh ini di Palembang belum dilakukan mogok. Intinya kami berharap agar harga bisa turun,” kata dia.

baca juga

Kenaikan harga kedelai di Palembang sempat terjadi pada awal tahun 2021 sehingga membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tempe terus merugi, sehingga sempat melalukan aksi mogok.

Mogok berjualan tempe juga pernah terjadi di Palembang pada 2003, 2008 dan terakhir pada 2011 silam lantaran pemerintah menyerahkan impor kedelai ke pasar bebas, sehingga harga menjadi tak stabil.

Terkait kenaikan harga kedelai ini, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan hal ini terjadi karena Indonesia tergantung pada pasokan impor.

“Solusinya kita yang harus mandiri, harus memproduksi sendiri kedelai untuk kebutuhan dalam negeri. Jika impor terus, begini kejadiannya tergantung dengan harga global,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan kenaikan harga kedelai itu disebabkan inflasi di negara produsen yang belakangan berdampak pada meningkatnya biaya input produksi, sewa lahan hingga kekurangan tenaga kerja.

Selain itu dipengaruhi oleh ketidakpastian cuaca di negara produsen turut andil mendorong petani kedelai menaikkan harga. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perajin Mogok Produksi karena Harga Kedelai Mahal, Pedagang Warteg di Cakung Ikut Kena Imbas Sepi Pembeli

Perajin Mogok Produksi karena Harga Kedelai Mahal, Pedagang Warteg di Cakung Ikut Kena Imbas Sepi Pembeli

News | Senin, 21 Februari 2022 | 16:05 WIB

Mogok Produksi, Perajin Tahu dan Tempe Gelar Aksi di Depan Kopti Jakbar

Mogok Produksi, Perajin Tahu dan Tempe Gelar Aksi di Depan Kopti Jakbar

Jakarta | Senin, 21 Februari 2022 | 16:01 WIB

Harga Kedelai Melambung, Produsen Tempe di Semarang Sudah Habis 4 Sepeda Motor untuk Modal Usaha

Harga Kedelai Melambung, Produsen Tempe di Semarang Sudah Habis 4 Sepeda Motor untuk Modal Usaha

Jawa Tengah | Senin, 21 Februari 2022 | 15:47 WIB

Terkini

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:47 WIB

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

×