Kementan Berikan Bibit Unggul, Penangkar Kedelai Optimis Penuhi Produksi Kedelai Lokal

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Minggu, 27 Februari 2022 | 15:22 WIB
Kementan Berikan Bibit Unggul, Penangkar Kedelai Optimis Penuhi Produksi Kedelai Lokal
Para Penangkar Benih di Jawa Tengah dan Jawa Timur Optimis Bisa Penuhi Produksi Kedelai Lokal. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bibit unggul dari hasil penelitian kepada sejumlah penangkar kedelai di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hal tersebut bertujuan agar mampu menghasilkan produk di atas rata-rata.

Kementerian Pertanian juga menyiapkan benih kedelai sumber yang sudah adaptif terhadap berbagai kondisi agroklimat di lingkungan tropis. Peneliti ahli utama Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Balitbang Kementan, M Muchlish Adie mengatakan benih sumber hasil penelitian Balitbangtan memiliki keunggulan yang sangat luar biasa dimana secara hitung-hitungan, satu ton benih sumber kedelai untuk 20 hektar, atau per hektarnya membutuhkan 50 kg.

"Selama ini setiap tahun kami menyebarkan 30 ton benih sumber kedelai berbagai varietas, untuk dikembangkan kembali para penangkar benih, sebelum menjadi benih siap tanam untuk kedelai konsumsi," kata Muchlish saat ditemui di kawasan Malang, Jawa Timur.

Ia mengaku optimis bahwa target pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kedelai lokal dapat diwujudkan secara cepat, namun tetap bertahap. Asalkan, kata dia, semua pihak ikut terlibat dan mendukung kemampuan bangsa sendiri dalam menghasilkan produksi berkualitas.

"Kan kedelai itu asal usulnya memang dari daerah sub tropis pak, dimana dari semua tanaman pangan, yang pertama di lepas itu kedelai tahun 1918. sampai sekarang sudah hampir 100 tahun dan sudah cocok sekali dengan kondisi Indonesia. Kami sudah mengembangkan 114 varietas kedelai yang cocok dengan kondisi iklim kita. Kalau banyak orang yang menilai hasilnya gagal karena kondisi sub tropis, saya kira itu salah besar," paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Muchlish optimis dengan pemetaan lokasi penangkar benih yang tersebar di beberapa propinsi, mampu menyuplai benih dan biasanya pada puncak pertanaman kedelai di bulan Juni/Juli adalah masa optimal pertanaman.

“Bulan Januari hingga Maret biasanya masa penyiapan benih. Nanti pada Juni/Juli puncaknya produksi kedelai. Sentra kedelai di 10 propinsi saya yakin bisa bagus produksinya,” tambahnya.

Mendapatkan produksi kedelai yang optimal, menurut Muchlish terletak pada strategi populasi benih yang ditanam pada satu hektar lahan. Idealnya petani menanam populasi 250 ribu tanaman dalam satu hektar, dan ini di beberapa wilayah seperti Kendal dan Nganjuk berhasil baik.

“Yang sering terjadi populasinya hanya 150 ribu tanaman, dan akhirnya tidak maksimal. Untuk itu kami dari Balitbangtan perlu melakukan pendampingan pada petani,” terangnya.

baca juga

Sementara itu, setelah mendapatkan bibit tersebut para penangkar optimis masa tanam tahun ini bisa memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri dan siap mendukung program pemerintah dalam memenuhi produksi 200 ribu ton kedelai.

"Kita baru saja klik katalog pengadaan benih 31 ton. Nanti april kita siapkan lagi 150 ton, kemudian Mei 100 ton. Kita optimis bisa memenuhi kedelai lokal. Pokoknya kita support penuh pemerintah," ujar Hamdan, salah satu penangkar di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Sabtu, (26/2/2022).

Ia mengatakan, saat ini kondisi pertanaman di Kendal sudah mulai memasuki masa bunga dan sebagainya lainya sudah masuk masa pengiaian polong. Diperkirakan, potensi panen tahun ini rata-rata 2,5 ton perhektar.

"Tanaman kita alhamdulillah dalam kondisi baik dan cuacanya juga pas. Jadi sangat tepat sekali untuk penanaman kedelai, apalagi kita pakai bibit jenis var grobogan," katanya.

Penangkar lanya dari Kabupaten Blitar, Gito Suyanto mengatakan penanaman kedelai tahun ini bisa mencapai hasil maksimal karena dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah yang terus mendampingi petani lokal.

"Panen kita akan berlangsung di sekitar akhir Maret mendatang dan saat ini perkembangan kedelai kita sangat bagus. Apalagi tanaman kita dtumpang sarikan dengan cabai. Alhamdulillah per hektare berkisar 1,5 ton," katanya.

Di Kabupaten Kendal, Darmawan, salah satu penangkar dari kelompok tani karya jaya mengatakan bahwa kondisi kedelai saat ini sudah memasuki masa tanam dua pekan, dengan cuaca dan pertumbuhan yang sangat baik.

"Pertanaman ini bisa mencapai 2 ton perhektar. Alhamdulillah dalam kondisi yang baik dan kami siap membantu pemerintah menyediakan kebutuhan kedelai lokal," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenko Ekonomi Sebut Perajin Tahu dan Tempe Malas Produksi karena Harga Kedelai Mahal

Kemenko Ekonomi Sebut Perajin Tahu dan Tempe Malas Produksi karena Harga Kedelai Mahal

Bisnis | Minggu, 27 Februari 2022 | 11:21 WIB

Rp1,65 Miliar Digelontorkan untuk Petani Kedelai di Sulawesi Selatan

Rp1,65 Miliar Digelontorkan untuk Petani Kedelai di Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 27 Februari 2022 | 08:50 WIB

Pupuk Iskandar Muda Gandeng PGN Kembangkan Bisnis Gas Bumi

Pupuk Iskandar Muda Gandeng PGN Kembangkan Bisnis Gas Bumi

Bisnis | Sabtu, 26 Februari 2022 | 14:22 WIB

Harga Tahu Tempe di Tangerang Selatan Kembali Normal

Harga Tahu Tempe di Tangerang Selatan Kembali Normal

Banten | Sabtu, 26 Februari 2022 | 09:59 WIB

Harga Kedelai di Sampang Melejit, Pemdanya Tak Berkutik

Harga Kedelai di Sampang Melejit, Pemdanya Tak Berkutik

Jatim | Sabtu, 26 Februari 2022 | 08:17 WIB

Penuhi Kebutuhan Kedelai, Kementan Siap Kembangkan Benih Nasional

Penuhi Kebutuhan Kedelai, Kementan Siap Kembangkan Benih Nasional

Bisnis | Jum'at, 25 Februari 2022 | 17:10 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×