Jepang Dukung AS dan Blokir Bank Rusia, Mendadak Pabrik Toyota Lumpuh Akibat Serangan Hacker

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 01 Maret 2022 | 11:47 WIB
Jepang Dukung AS dan Blokir Bank Rusia, Mendadak Pabrik Toyota Lumpuh Akibat Serangan Hacker
Hacker. [B_A/Pixabay]

Suara.com - Perusahaan otomotif dunia, Toyota Motor Corp menangguhkan operasi pabrik di Jepang terhitung sejak Selasa (1/3/2022) akibat serangan siber atau dugaan hacker pada pemasok suku cadang plastik dan komponen elektronik diduga terkena serangan siber.

Dengan keputusan ini, diperkirakan membuat Toyota kehilangan sekitar 13 ribu produksi mobil. Hingga kini, belum diketahui siapa dalang serangan ini dan motif mereka.

Serangan siber ini terjadi setelah Jepang bergabung dengan sekutu Barat dalam menekan Rusia setelah menginvasi Ukraina, meskipun tidak jelas apakah serangan itu saling berkaitan.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dikutip dari Reuters, mengatakan pemerintahnya akan menyelidiki insiden tersebut dan apakah Rusia terlibat.

"Sulit untuk mengatakan apakah ini ada hubungannya dengan Rusia sebelum melakukan pemeriksaan menyeluruh," kata Kishida.

Pada hari minggu lalu, Kishida mengumumkan bahwa Jepang akan bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam memblokir beberapa bank Rusia untuk mengakses sistem pembayaran internasional SWIFT

Dia juga mengatakan Jepang akan memberikan Ukraina 100 juta dolar AS dalam bentuk bantuan darurat.

Seorang juru bicara pemasok, Kojima Industries Corp, mengatakan tampaknya telah menjadi korban dari beberapa jenis serangan cyber.

Seorang juru bicara dari Toyota menggambarkannya sebagai "kegagalan sistem pemasok."

Baca Juga: Konflik Ukraina - Rusia Ganggu APBN, Beban Subsidi BBM dan Listrik Bisa Membengkak

Perusahaan belum tahu apakah penghentian di 14 pabriknya di Jepang, yang menyumbang sekitar sepertiga dari produksi globalnya, akan berlangsung lebih dari satu hari, juru bicara itu menambahkan.

Beberapa pabrik yang dioperasikan oleh afiliasi Toyota Hino Motors dan Daihatsu termasuk dalam penutupan.

Toyota, yang pernah mengalami serangan dunia maya di masa lalu, adalah pelopor manufaktur Just-In-Time dengan suku cadang yang datang dari pemasok langsung ke jalur produksi.

Sebelumnya, serangan siber terhadap perusahaan Jepang di masa lalu juga pernah terjadi, termasuk serangan terhadap Sony Corp pada tahun 2014, yang mengekspos data internal dan mematikan sistem komputer.

Amerika Serikat menyalahkan Korea Utara atas serangan itu, yang terjadi setelah Sony merilis "The Interview", sebuah komedi tentang rencana untuk membunuh pemimpin rezim Kim Jong Un.

Penghentian produksi Toyota terjadi karena pembuat mobil terbesar di dunia itu sudah menangani gangguan rantai pasokan di seluruh dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, yang telah memaksanya dan pembuat mobil lain untuk mengekang produksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI