Aset Rusia Senilai 1 Triliun Dolar AS Dibekukan

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 02 Maret 2022 | 08:45 WIB
Aset Rusia Senilai 1 Triliun Dolar AS Dibekukan
Dolar AS [shutterstock]

Suara.com - Negara-negara barat terus memberi sanksi-sanksi ekonomi pada Rusia. Bahkan, negara barat ingin meruntuhkan ekonomi Rusia.

Seperti dilansir CNN Business, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut negaranya akan terus membuat ekonomi Rusia terganggu, akibat invasi yang dilakukan.

Menurut Le Maire, dengan adanya sanksi dari beberapa negara membuat aset Rusia senilai hampir USD 1 triliun kini telah dibekukan.

"Kami akan memprovokasi runtuhnya ekonomi Rusia," kata Le Maire.

Negara-negara Barat telah memutus dua bank terbesar Rusia Sberbank (SBRCY) dan VTB, dari akses langsung ke dolar AS. Selain itu, negara-negara barat juga menghapus beberapa bank Rusia dari layanan SWIFT yang sebagai fasilitas pembayaran yang cepat dan aman.

Dalam hal ini, Rusia telah berusaha untuk menumbuhkan  ekonominya dengan bergantung pada minyak dan  membatasi pengeluaran pemerintah, serta menyimpan mata uang asing.

Perencana ekonomi Vladimir Putin juga berusaha untuk meningkatkan produksi barang-barang tertentu di dalam negeri dengan memblokir produk-produk yang setara dari luar negeri.

Sementara itu, bank sentral Rusia telah mengumpulkan cadangan senilai USD 630 miliar termasuk mata uang asing dan emas. Ini merupakan, jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan sebagian besar negara lain.

Namun, upaya mempertahankan ekonomi itu sekarang sedang diuji dengan berat. Sanksi yang diberikan telah membuat menggerus 50% cadangan cadangan devisa Rusia, menurut Capital Economics.

baca juga

"Kondisi eksternal untuk ekonomi Rusia telah berubah secara drastis," kata bank sentral Rusia.

Bank Sentral juga mengumumkan bahwa suku bunga akan naik dua kali lipat menjadi 20%. "Ini diperlukan untuk mendukung stabilitas keuangan dan harga serta melindungi tabungan warga dari depresiasi," tambah bank tersebut.

Rusia juga memberlakukan kontrol modal. Bank sentral memerintahkan perusahaan untuk menjual mata uang asing pada hari Senin untuk menopang mata uang Rusia rubel karena jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS.

Sedangkan, Putin sedang merencanakan sebuah dekrit yang akan melarang sementara perusahaan dan investor asing menjual aset Rusia .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indeks Dow Jones Anjlok Hampir 600 Poin Imbas Mengularnya Ratusan Tank Rusia yang Menuju Ukraina

Indeks Dow Jones Anjlok Hampir 600 Poin Imbas Mengularnya Ratusan Tank Rusia yang Menuju Ukraina

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:35 WIB

Aktris Lee Young Ae Beri Donasi 100 Juta Won untuk Dukung Ukraina, Ini Alasannya

Aktris Lee Young Ae Beri Donasi 100 Juta Won untuk Dukung Ukraina, Ini Alasannya

Your Say | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:29 WIB

Perang Lawan Rusia, Presiden Ukraina Desak Uni Eropa Berpihak

Perang Lawan Rusia, Presiden Ukraina Desak Uni Eropa Berpihak

Sumut | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:19 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×