Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Aset Rusia Senilai 1 Triliun Dolar AS Dibekukan

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 02 Maret 2022 | 08:45 WIB
Aset Rusia Senilai 1 Triliun Dolar AS Dibekukan
Dolar AS [shutterstock]

Suara.com - Negara-negara barat terus memberi sanksi-sanksi ekonomi pada Rusia. Bahkan, negara barat ingin meruntuhkan ekonomi Rusia.

Seperti dilansir CNN Business, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut negaranya akan terus membuat ekonomi Rusia terganggu, akibat invasi yang dilakukan.

Menurut Le Maire, dengan adanya sanksi dari beberapa negara membuat aset Rusia senilai hampir USD 1 triliun kini telah dibekukan.

"Kami akan memprovokasi runtuhnya ekonomi Rusia," kata Le Maire.

Negara-negara Barat telah memutus dua bank terbesar Rusia Sberbank (SBRCY) dan VTB, dari akses langsung ke dolar AS. Selain itu, negara-negara barat juga menghapus beberapa bank Rusia dari layanan SWIFT yang sebagai fasilitas pembayaran yang cepat dan aman.

Dalam hal ini, Rusia telah berusaha untuk menumbuhkan  ekonominya dengan bergantung pada minyak dan  membatasi pengeluaran pemerintah, serta menyimpan mata uang asing.

Perencana ekonomi Vladimir Putin juga berusaha untuk meningkatkan produksi barang-barang tertentu di dalam negeri dengan memblokir produk-produk yang setara dari luar negeri.

Sementara itu, bank sentral Rusia telah mengumpulkan cadangan senilai USD 630 miliar termasuk mata uang asing dan emas. Ini merupakan, jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan sebagian besar negara lain.

Namun, upaya mempertahankan ekonomi itu sekarang sedang diuji dengan berat. Sanksi yang diberikan telah membuat menggerus 50% cadangan cadangan devisa Rusia, menurut Capital Economics.

baca juga

"Kondisi eksternal untuk ekonomi Rusia telah berubah secara drastis," kata bank sentral Rusia.

Bank Sentral juga mengumumkan bahwa suku bunga akan naik dua kali lipat menjadi 20%. "Ini diperlukan untuk mendukung stabilitas keuangan dan harga serta melindungi tabungan warga dari depresiasi," tambah bank tersebut.

Rusia juga memberlakukan kontrol modal. Bank sentral memerintahkan perusahaan untuk menjual mata uang asing pada hari Senin untuk menopang mata uang Rusia rubel karena jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS.

Sedangkan, Putin sedang merencanakan sebuah dekrit yang akan melarang sementara perusahaan dan investor asing menjual aset Rusia .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indeks Dow Jones Anjlok Hampir 600 Poin Imbas Mengularnya Ratusan Tank Rusia yang Menuju Ukraina

Indeks Dow Jones Anjlok Hampir 600 Poin Imbas Mengularnya Ratusan Tank Rusia yang Menuju Ukraina

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:35 WIB

Aktris Lee Young Ae Beri Donasi 100 Juta Won untuk Dukung Ukraina, Ini Alasannya

Aktris Lee Young Ae Beri Donasi 100 Juta Won untuk Dukung Ukraina, Ini Alasannya

Your Say | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:29 WIB

Perang Lawan Rusia, Presiden Ukraina Desak Uni Eropa Berpihak

Perang Lawan Rusia, Presiden Ukraina Desak Uni Eropa Berpihak

Sumut | Rabu, 02 Maret 2022 | 08:19 WIB

Terkini

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

×