Dorong Kemajuan Digitalisasi UMKM Sektor Kuliner, ESB Siapkan Ekosistem

Iwan Supriyatna

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:04 WIB
Dorong Kemajuan Digitalisasi UMKM Sektor Kuliner, ESB Siapkan Ekosistem
Ilustrasi UMKM. (Freepik)

Suara.com - PT Esensi Solusi Buana (ESB) siap mendukung UMKM untuk semakin mudah beradaptasi dengan perkembangan gaya hidup, memberikan efisiensi operasional serta meningkatkan pengalaman dan kualitas pelayanan, sehingga memungkinkan UMKM untuk tumbuh, dan berkembang.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh ESB melalui teknologi terintegrasi dan ekosistem solusi yang dimiliki, dan akan diperkenalkan secara lebih luas pada perhelatan Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022 (DNES 2022) di Surakarta, akhir Maret mendatang.

Kehadiran ESB di acara yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia - Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah - Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta - Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri Dalam Negeri - Tito Karnavian ini menjadi salah satu bukti bahwa ESB serius menjadi bagian dalam pertumbuhan UMKM sektor kuliner di Indonesia.

Acara DNES 2022 yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Yayasan Internet Indonesia, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan kementerian terkait, merupakan salah satu upaya nyata dan menyeluruh untuk menjembatani ketimpangan transformasi digital dan produktivitas ekonomi yang masih terasa terutama di wilayah daerah.

Tujuan ESB turut berpartisipasi juga adalah untuk mendukung optimalisasi pengembangan ke wilayah ini dengan harapan mendorong percepatan tercapainya target pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

DNES 2022 menjadi gerbang bagi ESB untuk menunjukkan kepada para pelaku bisnis UMKM sektor kuliner, terutama di Kota Surakarta, bahwa teknologi dan ekosistem yang telah dibangun oleh ESB akan dapat mendukung pertumbuhan para pebisnis UMKM tersebut.

Sebelumnya pada November 2021, komitmen ESB juga telah mereka buktikan melalui kolaborasi perusahaan dengan Perumda Bidadari dan Bank BNI dalam penyelenggaraan bazar UMKM di acara Konferensi Polisi Wanita Sedunia (International Association of Women Police) ke-58 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kami menyadari dari catatan pada tahun 2021, terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia namun hanya sekitar 15 juta yang telah memasuki ranah digital. Kami berkomitmen untuk terus mendukung Digitalisasi Nusantara ini dan menawarkan solusi bagi para pelaku UMKM khususnya yang bergerak di sektor F&B melalui produk-produk kami. Berdasarkan data pertumbuhan bisnis para mitra kami, dapat terlihat bahwa teknologi yang ESB hadirkan telah sedikit banyak berkontribusi pada realisasi investasi sektor F&B di Indonesia. Kami yakin hadirnya teknologi dari ESB akan turut mendongkrak ekonomi para pelaku UMKM sektor kuliner,” kata Gunawan Woen, CEO dari ESB Restaurant Technology ditulis Rabu (23/3/2022).

ESB sendiri, diakui oleh Gunawan, juga tengah menjalankan program menuju Visi Indonesia 2030, yaitu untuk membangun pertumbuhan dan perkembangan bisnis UMKM di sektor kuliner dan membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, hadirnya DNES 2022 di Surakarta, menurut Gunawan, menjadi pilihan tepat bagi ESB untuk berpartisipasi lantaran Surakarta memiliki pertumbuhan UMKM yang sangat pesat. Lebih dari 70% UMKM di Surakarta, merupakan UMKM di sektor kuliner.

baca juga

“Seperti yang kita ketahui, Bapak Gibran Rakabuming Raka selaku Walikota Surakarta memiliki visi dan gagasan dalam pengembangan UMKM melalui pembinaan yang integratif dan digitalisasi serta pengembangan produk dan upscaling usaha. Program kami sejalan dengan pandangan tersebut dan hal ini juga menjadi semangat pacu bagi ESB untuk memperkenalkan ekosistem teknologi yang kami miliki ke pasar UMKM di Surakarta,” tambah Gunawan.

“Hingga kuartal 1 - 2022, lebih dari 4,000 merchant telah menggunakan teknologi ESB. Melalui testimoni dari mitra merchant kami, baik besar maupun UMKM, teknologi ESB membantu menaikkan penjualan mereka lebih dari 45% dan juga meningkatkan jumlah pemesanan di atas 15%. Karena pengeluaran jadi terkontrol, pemasukan jadi lebih besar. Sampai saat ini ESB mencatat total transaksi lebih dari Rp 5 Triliun. Merchant-merchant ini tidak hanya berasal dari Jabodetabek, namun juga dari sejumlah kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Bali. Teknologi kami terbukti bisa digunakan tidak hanya oleh merchant-merchant besar, namun juga oleh pelaku UMKM sektor kuliner di seluruh Indonesia,” kata VP of Business Development ESB, Bobby Hadiwijaya.

Melihat pertumbuhan bisnis dari para mitra yang telah tergabung, ESB akhirnya benar-benar serius menjalankan rencana ekspansi bisnis dengan menyasar sektor UMKM. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang dimana ESB ingin dapat membantu lebih banyak lagi pengusaha kuliner dari berbagai kalangan, tidak hanya di Indonesia namun juga hingga ke pasar Asia Tenggara dan Asia secara luas.

“Kami menargetkan lebih dari 20,000 merchant dapat bergabung dengan ekosistem ESB tahun ini. Dengan misi saat ini, kami optimis dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis dua kali lebih besar dibandingkan tahun lalu. Hal ini tentunya untuk memberikan solusi teknologi bagi generasi mendatang yang berorientasi pada kebutuhan sektor kuliner di Indonesia,” ujar Gunawan.

Sejalan dengan perencanaan realisasi SDGs di Indonesia menuju Visi Indonesia 2030, ESB semakin termotivasi untuk meningkatkan penggunaan teknologi yang tepat dan mendorong implementasi industri 4.0.

“Sebagai perusahaan asli Indonesia, kami perlu turut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia untuk menjaga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan melalui digitalisasi pelaku UMKM sektor kuliner. Kehadiran ekosistem teknologi dan ekosistem solusi seperti edukasi, dan mentoring yang kami bawa pada sektor kuliner ini diharapkan mampu mendorong pemerataan literasi teknologi dan digitalisasi UMKM. Kami juga mengajak para pelaku kuliner di Indonesia untuk tumbuh dan berkembang bersama ekosistem ESB,” tutup Yang Hira Idris, Head of Business Development ESB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Sebut, Utang Negara untuk Menyelamatkan Masyarakat

Sri Mulyani Sebut, Utang Negara untuk Menyelamatkan Masyarakat

Kalbar | Selasa, 22 Maret 2022 | 16:18 WIB

Kemenperin Targetkan Belanja Produk Lokal 80% untuk Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Kemenperin Targetkan Belanja Produk Lokal 80% untuk Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 22 Maret 2022 | 14:33 WIB

Dibuka Kembali, Begini Tampilan Mall Sarinah

Dibuka Kembali, Begini Tampilan Mall Sarinah

Foto | Senin, 21 Maret 2022 | 18:12 WIB

Terkini

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×