Investor Asing Tetap Beli Saham Emiten Perkebunan, Tak Terpengaruh Kampanye Negatif Sawit

Iwan Supriyatna

Jum'at, 01 April 2022 | 13:55 WIB
Investor Asing Tetap Beli Saham Emiten Perkebunan, Tak Terpengaruh Kampanye Negatif Sawit
Ilustrasi memantau pergerakan saham.

Suara.com - Kampanye negatif CPO dan produk turunannya asal Indonesia di Eropa, tidak menjadi penghambat investor asing untuk membeli saham emiten perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Vice President Brokerage Strategic Development PT Henan Putihrai, Hendra Martono, mengatakan bahwa pada dasarnya karakter investor asing sama saja dengan investor domestik. Mereka lebih fokus pada prediksi dan rencana kerja perusahaan untuk calon emiten pendatang baru dan pergerakan saham selama jam-jam transaksi untuk saham yang sudah listing.

“(Investor) Asing tetap masuk, kalau menjanjikan keuntungan ya tetap masuk,” jelas Hendra Martono, ditulis Jumat (1/4/2022), menjawab pertanyaan soal tantangan bagi rencana perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia, tahun ini.

Hendra menjelaskan, kampanye negatif memang masih menjadi tantangan perusahaan perkebunan karena isu ini terus dipelihara di luar negeri. Namun, ia menilai persoalan itu akan dapat diatasi jika perusahaan dapat menjelaskan dan menunjukkan aktivitas bisnis berkelanjutan dan kinerja keuangan positif dari tahun ke tahun.

Ia memaparkan, apalagi saat ini banyak kalangan yang telah menyadari bahwa kampanye negatif banyak dipengaruhi oleh persaingan usaha di bisnis minyak nabati yang tidak sehat alias ada kepentingan produsen minyak nabati di negara lain. Posisi industri sawit rawan dipojokkan dengan isu lingkungan oleh pihak-pihak tertentu.

Di sisi lain, lanjutnya, untuk saham baru IPO sebaiknya melihat dulu pergerakan saham di awal transaksi minimal 30 hari perdagangan setelah listing. Setelah ada pergerakan saham secara teknikal, akan lebih mudah untuk memprediksi arah pergerakan saham baik untuk transaksi jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang.

“Kalau saya tunggu sampai minimal 30 candle. Kalau kurang dari itu ya bisa juga, tetapi trading kilat saja. Jadi transaksilah setelah chart sudah terbentuk. Ini di luar bicara fundamental karena soal fundamental sangat sulit,” ujarnya.

Pengamatan terhadap harga transaksi setiap hari akan memberikan gambaran yang rinci terhadap masing-masing saham, meskipun perusahaannya bergerak di bidang yang sama karena banyak faktor lain yang mempengaruhi.

“Momentum bagi setiap perusahaan, meskipun satu industri, berbeda-beda. Kadang-kadang harga sawit yang tinggi tidak membuat langsung harga saham saat listing naik. Perlu diingatkan, jika memang untuk jangka panjang pun tetap lebih dianjurkan beli berkala,” tambahnya.

baca juga

Sebelumnya, Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), Robiyanto, mengatakan bahwa besarnya prospek bisnis kelapa sawit di Indonesia mendorong perusahaan perkebunan terus meningkatkan kapasitas bisnis melalui rencana melepas saham perdana ke publik (IPO) pada tahun ini dengan target perolehan dana dari kegiatan penawaran umum saham perdana ke publik sekitar Rp 1,5 triliun.

Menjawab kampanye negatif, Robiyanto mengatakan NSS ikut berpartisipasi mendukung Program Ekonomi Hijau demi keberlangsungan bumi. NSS berkomitmen mengelola sumber daya alam milik Indonesia semaksimal mungkin agar bermanfaat bagi masyarakat di dalam negeri, sejalan dengan kebijakan pemerintah.

Dia mengakui pihaknya menghadapi tantangan sentimen akibat kampanye hitam. Tetapi, hal itu dapat ditangkis dengan data dan upaya perusahaan memenuhi sertifikat penerapan program lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG), yaitu ISPO dan RSPO). ESG bukanlah cost bagi perusahaan, tetapi dukungan timbal balik antara perusahaan dengan pekerja atau masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bejat, RE Tega Perkosa Adik Kandungnya Lantas Meninggalkannya Seorang Diri di Area Kebun Sawit Sungai Ambawang

Bejat, RE Tega Perkosa Adik Kandungnya Lantas Meninggalkannya Seorang Diri di Area Kebun Sawit Sungai Ambawang

Kalbar | Kamis, 31 Maret 2022 | 14:27 WIB

Terkait Dugaan Pencaplokan Hutan Lindung di Kapuas Hulu oleh PT RAP, Begini Kata Bupati Fransiskus Diaan

Terkait Dugaan Pencaplokan Hutan Lindung di Kapuas Hulu oleh PT RAP, Begini Kata Bupati Fransiskus Diaan

Kalbar | Rabu, 30 Maret 2022 | 17:22 WIB

Kasus Kerangkeng Manusia, Polisi Panggil Satpam hingga Pengawas Pabrik Kelapa Sawit

Kasus Kerangkeng Manusia, Polisi Panggil Satpam hingga Pengawas Pabrik Kelapa Sawit

Sumut | Rabu, 30 Maret 2022 | 15:35 WIB

Terkini

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×