Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Petugas Juru Antar Pos Jadi Garda Terdepan Penyaluran Dana Bansos Kartu Sembako

Iwan Supriyatna

Senin, 04 April 2022 | 08:34 WIB
Petugas Juru Antar Pos Jadi Garda Terdepan Penyaluran Dana Bansos Kartu Sembako
Karyawan PT Pos Indonesia yang menjadi garda depan dalam penyaluran dana bansos.

Suara.com - Pos Indonesia dipercaya oleh Kemensos menyalurkan dana program Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM dalam 14 hari ke seluruh Indonesia. Dana program Kartu Sembako diberikan kepada KPM sebanyak Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret. Yang artinya, per bulannya tiap KPM berhak atas dana bansos Rp200 ribu.

Capaian tersebut bahkan menuai apresiasi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

"Ini adalah capaian paling bagus dalam sejarah penyaluran bansos, di atas 90 persen dalam dua minggu," kata Menko PMK Muhadjir di sela-sela memantau penyaluran bansos di Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditulis Senin (4/4/2022).

Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan bahwa menyalurkan bansos hanya dalam tenggat waktu dua minggu merupakan sebuah tantangan yang dihadapi dengan optimisme tinggi.

"Tantangan ini luar biasa, tapi kita optimistis karena sudah punya pengalaman menyalurkan BST (Bantuan Sosial Tunai) sebelumnya. Yang luar biasa adalah waktu penyaluran dana program Kartu Sembako lebih pendek, hanya 14 hari. Sebelumnya, penyaluran BST 30 hari. Dari segi jumlah juga meningkat hampir dua kali lipat, dari sebelumnya 10 juta menjadi 18,8 juta KPM," ujar Charles Sitorus, dalam sebuah wawancara di Denpasar, Bali, belum lama ini.

Semua pencapaian tersebut diraih Pos Indonesia berkat kerja keras dan soliditas pegawai Pos, terutama petugas juru bayar sebagai ujung tombak yang bergerilya mengantarkan dana bansos ke rumah KPM.

Mereka Yang Disebut Juru Bayar

Hiruk pikuk proses penyaluran dana bantuan program sembako ini, menyisakan cerita sendiri dari mereka yang berjibaku di lapangan, dalam proses penyaluran dana bantuan program sembako.

Mereka adalah karyawan PT Pos Indonesia yang menjadi garda depan dalam penyaluran dana bansos ini. Perjuangan dalam pengabdian kerja ini tentu dialami seluruh pegawai Pos Indonesia di Tanah Air.

baca juga

Salah satunya dituturkan I Putu Suwadiyana, petugas juru antar Pos di Kintamani, Bali. Dalam sehari rata-rata ia mengantarkan dana bansos ke 15 KPM.

"Saya mengantarkan ke rumah 15 KPM. Kondisi wilayah Kintamani cukup ekstrem, jalannya terjal, cuaca tidak menentu, kadang hujan yang berselimut berkabut, dan tentu teriknya matahari.," kata Putu yang telah mengabdi di Pos Indonesia selama 10 tahun.

Kendala klasik sering dijumpai Putu. Dari alamat rumah antara KPM satu ke yang lainnya, sangat jauh. Sinyal yang tidak bersahabat di pelosok desa, atau ketika mendatangi rumah KPM, ternyata kosong atau sedang tidak berada di rumah.

Selain mengantarkan dana bansos, Putu juga bertugas melakukan geotagging dan memotret rumah KPM. Geotagging di Kintamani ditargetkan selesai pada 20 April 2022.

Sebagai informasi, geotagging berarti "penanda tempat." Artinya, fungsi ini digunakan untuk menandai di lokasi mana foto diambil. Geotagging memudahkan untuk pelacakan dan menemukan informasi tentang keberadaan bangunan di lokasi tersebut.
Satu value yang paling krusial adalah dengan Geotagging yang dilakukan maka akan membantu Kemensos melakukan verifikasi data KPM.

"Proses geotagging dimulai dari jam 09.00, disortir per desa, kemudian saya mendatangi kepala dusun, lanjut ke rumah KPM diantar oleh kepala dusun," kata Putu.

Hal serupa juga dialami oleh Lalu Zaenal Nurhakim. Dia bertugas sebagai pengantar dana bansos sekaligus melakukan proses geotagging.

"Sehari rata-rata mengantar ke rumah 10 KPM, bergantung cuaca. Kendala yang saya hadapi yaitu medan yang berbukit-bukit, jalan tanah yang becek saat hujan. Alamat rumah antar KPM satu dan lainnya berjauhan. Sinyal pun kadang jelek. Kalau sinyal sedang jelek, saya lakukan geotagging pakai metode offline dulu. Nanti saat sinyal bagus, dilakukan sinkronisasi dan data naik," ucap Zaenal.

Disiplin dan pengabdian para pegawai Pos di Bali tersebut berbuah pada capaian realisasi pengantaran dana bansos Kartu Sembako di Gianyar, Bali, yaitu 98 persen.

Strategi Untuk Mencapai target

Edi Rubandi selaku Executive Manager Kantor Pos cabang Gianyar 80500, yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem menjelaskan metode pembayaran dilakukan melalui tiga cara.

"Metode pembayaran menggunakan tiga metode, yaitu pembayaran di komunitas (balai desa, kecamatan), di kantor pos, dan door to door (diantar langsung ke rumah KPM). Metode tersebut berjalan lancar dengan dukungan pemda, dinas sosial, kepala desa, dan aparat keamanan, sehingga penyaluran dana bisa lancar terselesaikan 98 persen," kata Edi.

Adapun alokasi KPM sebanyak 69.022. Selain mengantarkan bansos, petugas Pos juga wajib melakukan geotagging dan memotret rumah KPM.

"Sejauh ini proses geotagging dan memotret rumah KPM tercapai 25 persen. Terus kita lakukan setiap hari, tidak ada libur, dan kita pantau di dashboard aplikasi," ucap Edi.

Untuk mempercepat proses tersebut, Edi mengaku menyiapkan masing-masing lima personel di 23 Kantor Pos yang tersebar di setiap kecamatan. "Total 115 orang," katanya.

Kerja keras dan penuh tantangan para petugas Pos tersebut tak sia-sia. Sebab, KPM sangat bersyukur dan bahagia bisa menerima bansos Kartu Sembako.

"Saya senang dikasih uang tunai karena bisa bebas beli sembako di mana saja, tidak harus di warung agen yang ditunjuk. Saya bisa beli beras, minyak, telur, cabai, sayuran. Kalau boleh, bantuan selanjutnya dalam bentuk tunai saja," kata Ketut Ayu, salah satu KPM di Bangli, Bali.

Menerima bansos Kartu Sembako senilai Rp600 ribu, Ketut Ayu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah.

"Terima kasih Pak Presiden Jokowi atas bantuan uang Rp600 ribu. Bisa saya belikan sembako untuk saya dan keluarga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BLT Minyak Goreng: Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu Lengkap Kriteria Syarat Penerima

BLT Minyak Goreng: Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp 300 Ribu Lengkap Kriteria Syarat Penerima

News | Sabtu, 02 April 2022 | 12:16 WIB

6 Kompilasi Jokowi Marah-Marah Selama 7 Tahun Menjabat: soal BBM Papua Hingga Impor Barang

6 Kompilasi Jokowi Marah-Marah Selama 7 Tahun Menjabat: soal BBM Papua Hingga Impor Barang

News | Selasa, 29 Maret 2022 | 16:03 WIB

Dukung Kelompok Rentan, Kemensos Luncurkan Program Kesejahteraan Sosial secara Intensif

Dukung Kelompok Rentan, Kemensos Luncurkan Program Kesejahteraan Sosial secara Intensif

News | Selasa, 29 Maret 2022 | 13:20 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB