facebook

Bertemu dalam Kesepakatan Bilateral, Indonesia dan Arab Saudi Bahas Skema Penempatan dan Pelindungan PMI

Fabiola Febrinastri
Bertemu dalam Kesepakatan Bilateral, Indonesia dan Arab Saudi Bahas Skema Penempatan dan Pelindungan PMI
Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi dalam pertemuan bilateral dengan Deputy of Minister of Labour of Kingdom of Saudi Arabia (KSA), Ahmed Alzahrani, di DIY, Senin (10/5/2022). (Dok: Kemnaker)

Kedua negara juga membahas peluang penempatan pekerja sektor formal di Arab Saudi.

Suara.com - Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi mengatakan, Indonesia dan Arab Saudi membahas beberapa isu terkait dengan kesepakatan One Channel System  atau sistem penempatan satu kanal/SPSK. Kedua negara sepakat untuk mengembangkan kerja sama IT system yakni antara MUSANED (aplikasi pasar kerja Arab Saudi) dengan SISNAKER milik Kemnaker. 

“Pertemuan dengan delegasi Arab Saudi sangat produktif. Kita membahas beberapa isu yang terkait dengan kesepakatan One Channel System (sistem penempatan satu kanal/SPSK), kemudian kesepakatan terkait dengan IT system kita, yakni antara MUSANED (aplikasi pasar kerja Arab Saudi) dengan SISNAKER kita. One channel system sangat dipengaruhi oleh sistem yang kita bangun, ini compatible satu dengan lainnya,” katanya, usai pertemuan bilateral dengan Deputy of Minister of Labour of Kingdom of Saudi Arabia (KSA), Ahmed Alzahrani, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/5/2022).

Anwar menjelaskan, pertemuan bilateral ini juga membahas perpanjangan Technical Arrangement Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) yang telah berakhir masa berlakunya. Ia menyatakan, secara prinsip kedua negara sudah memiliki kesamaan persepsi, namun terdapat sejumlah isu yang harus disepakati.

Selain isu tentang kerja sama IT, pertemuan ini juga membahas perkembangan skema penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

Baca Juga: Ramadhan Berbagi, Kemnaker Salurkan Sembako ke Masyarakat di Ponorogo

“Follow up dari pertemuan ini tim yang lebih teknis akan segera menindaklanjuti. Mudahan-mudahan bisa dilanjutkan dengab level yang lebih tinggi sampai ke tingkat menteri, dan menteri yang ada di sana juga segera menyetujui technical arrangement tersebut,” ujarnya.

Anwar menambahkan, dalam pertemuan ini, kedua negara juga membahas peluang penempatan pekerja sektor formal di Arab Saudi, mengingat Arab Saudi tengah melakukan transformasi ekonomi di negaranya.

“Itu akan membuka peluang, sebagaimana arahan Ibu Menaker, ke depan yang akan kita kirim itu skill workers, bukan tenaga yang sifatnya domestic workers,” ujarnya.

Komentar