facebook

Menaker Tekankan Prinsip Gotong Royong di 2nd EWG Meeting

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Menaker Tekankan Prinsip Gotong Royong di 2nd EWG Meeting
The 2nd EWG Meeting di Yogyakarta, Selasa (10/5/2022). (Dok: Kemnaker)

Gotong royong dan kerja sama yang harmonis dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menekankan pentingnya prinsip gotong royong di The 2nd EWG Meeting yang digelar di Yogyakarta pada Selasa, (10/5/2022). Pasalnya, gotong royong dan kerja sama yang harmonis dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

"Gotong royong atau kerja sama yang harmonis sangat penting bagi kita di sini untuk menyusun pendekatan dan tujuan kebijakan yang komprehensif untuk menjawab masalah yang dihadapi secara efektif. Ketika kita bekerja bersama sebagai satu, langit adalah satu-satunya batasan bagi kita," kata Menaker, Ida Fauziyah saat memberikan "Welcome Dinner Speech" The 2nd EWG Meeting di Yogyakarta, Selasa (10/5/2022).

Ida menjelaskan, gotong royong merupakan salah satu falsafah nilai Indonesia. Gotong royong terdiri dari dua kata, yakni gotong dan royong. Gotong bermakna bekerja dan royong berarti bersama.

Nilai gotong royong ini, katanya, mengakar kuat dalam ideologi negara Indonesia dan menjadi dasar solidaritas masyarakat Indonesia. Nilai tersebut sangat relevan guna menjawab berbagai tantangan yang ada, termasuk dalam hal perburuhan dan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Indonesia Dapat Apresiasi karena Mampu Jalankan Program Migrasi Internasional dengan Baik

"Nilai gotong royong sangat relevan dengan situasi kita saat ini," ucapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, sebagai forum kerja sama ekonomi internasional yang bergengsi, semakin penting bagi Ekonomi Anggota G20, Negara Undangan, Organisasi Internasional dan Kelompok Keterlibatan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam semangat multilateralisme untuk menyelesaikan tantangan global ini.

"Jadi dalam menciptakan lingkungan internasional yang mendukung, diperlukan kerja sama yang harmonis," ucapnya.

Oleh karena itu, Ida Fauziyah mengajak seluruh delegasi negara anggota G20 untuk gotong royong memulihkan kondisi ketenagakerjaan global yang merupakan dampak dari Pandemi Covid-19.

Seusai menyampaikan sambutan selamat datang, Ida Fauziyah mempersilakan para delegasi negara anggota G20 untuk menikmati makan malam khas Indonesia dan pertunjukan budaya Sendratari Ramayana di Candi Prambanan ini.

Baca Juga: Ukraina Minta Bantuan Persenjataan dari Indonesia, Jokowi Undang Volodymyr Zelenskyy dan Vladimir Putin Hadiri KTT G20

Komentar