facebook

Besok, RUPS Telkom, Pengamat Inginkan Penyegaran dalam Jajaran Tubuh Direksi

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Besok, RUPS Telkom, Pengamat Inginkan Penyegaran dalam Jajaran Tubuh Direksi
Dok: Telkom

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada Jumat (27/5/2022) besok dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada Jumat (27/5/2022) besok dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Jelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), sejumlah kalangan mendorong perlunya melakukan penyegaran kursi direktur utama (dirut) di badan usaha milik negara (BUMN) yang melayani bidang teknologi informasi dan telekomunikasi tersebut.

Saat ini, posisi Dirut PT Telkom diemban Ririek Adriansyah. Diketahui, sejak 2012 silam, Ririek sudah menjadi Direksi Telkom. Merujuk Peraturan Pemerintah (PP) No 45 Tahun 2005 tentang BUMN, maka Ririek harus meninggalkan posnya pada 2022 ini lantaran sudah menjabat selama 10 tahun.

Mengacu pasal 19 regulasi tersebut, jelas disebutkan bahwa masa jabatan hanya lima tahun dan bisa diangkat kembali lewat RUPS selama satu masa jabatan.

Baca Juga: Telkom Buntung Rp881 Miliar Investasi di GOTO, DPR: Kerugian Ini Patut Dipertanyakan

“Kalau sesuai regulasi, jika sudah menjabat 10 tahun maka itu sudah harus diganti melalui rapat RUPST,” kata Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah.

Menurutnya, penggantian Ririek melalui RUPST tepat karena rapat tersebut menjadi forum tertinggi untuk membuat kebijakan strategis perseroan. Dirinya berharap, Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2005 benar-benar dihormati bersama untuk menjaga marwah besar PT Telkom.

“Regenerasi itu penting karena tiga alasan. Pertama, untuk memperbaiki kinerja PT Telkom. Kedua, akselerasi pelayanan publik ke arah lebih baik. Ketiga, meningkatkan daya saing TLKM untuk berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun luar negeri. Karena Telkom ini kan ikon Indonesia, jadi harus mampu bersaing secara global,” kata Trubus dalam keterangan persnya, Kamis (26/5/2022).

Menurut Anggaran Dasar Perseroan, maksimal seseorang bisa menjabat pada satu institusi yang sama maksimal selama dua periode (10 tahun). 

Pada 2015-2019, Ririek memang pernah menjabat direktur utama PT Telkomsel. Namun sesuai anggaran dasar, dirut PT Telkomsel kedudukannya  juga sebagai Board of Executive (BOE)  Telkom dan setara dengan BOD/direksi Telkom.

Baca Juga: Telkom Dinilai Tepat Masuk ke Bisnis Data Center Melalui NeutraDC

Jika masa jabatan Ririek dipaksakan untuk terus dipertahankan, justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari baik secara hukum, politik dan lain sebagainya. Pergantian pucuk pimpinan di BUMN secara teratur, dapat menciptakan perusahaan yang sehat sekaligus bisa menjadi percontohan.

Komentar