Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dukung Presidensi G20, SDM Komunikasi Publik Perlu Cakap Menyusun Strategi Komunikasi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 12:35 WIB
Dukung Presidensi G20, SDM Komunikasi Publik Perlu Cakap Menyusun Strategi Komunikasi
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kebijakan Sub Urusan Informasi dan Komunikasi Publik: Penyusunan Strategi Komunikasi Publik.

Suara.com - Guna mendukung gelaran Presidensi G20, sumber daya manusia (SDM) bidang komunikasi publik di kementerian/lembaga dan Pemerintah daerah perlu memiliki kecakapan dalam menyusun strategi komunikasi Presidensi G20 yang sesuai kewenangan instansinya masing-masing.

Hal itu sampaikan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Dr. Hasyim Gautama, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kebijakan Sub Urusan Informasi dan Komunikasi Publik: Penyusunan Strategi Komunikasi Publik, di Surabaya.

Bimtek yang dilaksanakan secara hibrida ini diikuti oleh para pejabat yang membidangi pengelolaan informasi dan komunikasi publik di Dinas Kominfo provinsi dan kabupaten/kota serta pejabat fungsional Pranata Humas di kementerian/lembaga.

“Pranata Humas dapat membuat konten agar istilah-istilah asing ini mengena di telinga masyarakat dan mudah dipahami. Pranata Humas harus dapat berpikir kreatif agar dapat menjangkau, melibatkan, dan membuat masyarakat merasa bahwa G20 adalah milik mereka juga,” ujar Hasyim ditulis Rabu (8/6/2022).

Dia menekankan perlunya membangun persamaan persepsi lintas humas pemerintah pusat dan daerah se-Indonesia untuk menggaungkan isu-isu krusial yang tercakup dalam Presidensi G20, serta mengorkestrasi agenda komunikasi publik nasional agar visi utama Presidensi G20 tercapai.

Bimtek ini dilaksanakan sebagai wahana peningkatan kapasitas SDM bidang komunikasi publik baik di Pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga dalam merancang program-program komunikasi pemerintah agar dapat terukur, tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sebelumnya acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Dr. Hudiyono, yang menyatakan perlu adanya kesadaran bersama dalam menerapkan strategi komunikasi yang baik sebagai salah satu instrumen untuk mendukung implementasi kebijakan yang efektif..

“Kebijakan yang telah dirumuskan pemerintah sebaik apapun, tidak akan berhasil tanpa didukung oleh komunikasi kebijakan yang baik dan efektif,” tambahnya.

Salah satu bentuk dukungan tercapainya komunikasi kebijakan yang baik dan efektif adalah dengan memberdayakan rekan-rekan pejabat fungsional, terutama pranata humas yang ada di tiap-tiap institusi pemerintahan.

“Pranata Humas sebagai government public relation memiliki peran yang penting bagi pemerintahan. Untuk itu pranata humas harus dapat memposisikan peran dan fungsi strategis dalam organisasi agar mampu mengaktualisasikan dirinya pada tatanan fungsi manajemen strategis selaku ujung tombak dalam komunikasi kebijakan kepada masyarakat,” jelasnya.

Narasumber yang hadir mengisi materi merupakan para praktisi kehumasan, Fardila Astari dan Emmy Kuswandari. Fardila memberikan materi mengenai penyusunan strategi kehumasan, mulai riset, sampai monitoring dan evaluasi,

Dia mengungkapkan berbagai masalah yang kerap dihadapi ketika mengembangkan strategi komunikasi publik, antara lain masih banyak yang belum memahami korelasi antara tujuan komunikasi dengan tujuan organisasi, sehingga tujuan komunikasi publik tidak mendukung tujuan organisasi.

“Jadi ngak nyambung antara tujuan organisasi dengan tujuan komunikasi, misal tujuan organisasi itu goalnya adalah reputasi, reputasinya berapa persen itu tidak terefleksikan di tujuan komunikasi kita, jadi capaiannya ngak nyambung, kita tidak mendukung capaian organisasi, malah agak bertolak belakang, “katanya.

Selain itu, riset dan analisa komunikasi yang kerap dianggap sesuatu yang sulit dilaksanakan. Padahal riset di sini maksudnya applied research bukan academic research, riset yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat dilakukan sendiri.

Selanjutnya pengembangan strategi komunikasi juga harus lebih Smarter. Pesan yang berakar pada tujuan perusahaan dan khalayak sasar serta aktivitas yang lebih terstruktur dengan paid, earned, shared, owned (PESO) yang mengukur dampak dari sosialisasi/kampanye yang telah dilakukan. Pengukuran berbasis output, outtakes, outcome dan impact serta memahami Barcelona Principles 3.0.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Jajal Mobil Listrik untuk Kendaraan Resmi Pemimpin Negara di G20

Presiden Jokowi Jajal Mobil Listrik untuk Kendaraan Resmi Pemimpin Negara di G20

News | Rabu, 08 Juni 2022 | 12:12 WIB

Dubes Ukraina Sebut Indonesia dan G20 Punya Peran Penting Selesaikan Konflik Rusia

Dubes Ukraina Sebut Indonesia dan G20 Punya Peran Penting Selesaikan Konflik Rusia

Bisnis | Rabu, 08 Juni 2022 | 10:48 WIB

Pertemuan G20, Menkes Budi Usul Siapkan Dana Cadangan untuk Pandemi Selanjutnya

Pertemuan G20, Menkes Budi Usul Siapkan Dana Cadangan untuk Pandemi Selanjutnya

News | Selasa, 07 Juni 2022 | 07:26 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB