facebook

Presiden Jokowi Minta G7 Tak Beri Sanksi Komoditas Pangan dan Pupuk dari Rusia

M Nurhadi
Presiden Jokowi Minta G7 Tak Beri Sanksi Komoditas Pangan dan Pupuk dari Rusia
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersenda gurau dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman, Senin (27/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi menyebut, dampak perang Ukraina Rusia terhadap rantai pasok pangan dan produktivitas pangan melalui pupuk sangat terasa.

Suara.com - Presiden Joko Widodo berharap, negara anggota G7 tidak melakukan sanksi terhadap Rusia terutama dalam pasokan pangan dan pupuk dari negara itu.

Bukan tanpa alasan, mantan Wali Kota Surakarta itu menjelaskan, saat ini rantai pasokan pangan dunia tengah terancam hingga perang yang dikhawatirkan memperburuk krisis pangan.

Di hadapan negara anggota G7, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa per komunikasi intensif ke berbagai pihak demi mengantisipasi krisis.

"Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional," kata Jokowi, melalui keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Rakyat Negara Berkembang Terancam Kelaparan, Jokowi Ajak Negara-negara G7 dan G20 Bersama-sama Atasi Krisis

"Komunikasi Intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak terkait seperti bank, asuransi, perkapalan, dan lainnya," ujarnya lagi.

Presiden Jokowi menyebut, dampak perang Ukraina Rusia terhadap rantai pasok pangan dan produktivitas pangan melalui pupuk sangat terasa.

Jika masalah ini gagal ditangani, bukan tidak mungkin krisis atau kelangkaan pangan yang menyangkut dua miliar manusia, terutama di negara berkembang dapat terjadi.

Saat mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara seperti India, Prancis, Kanada, Jerman, Inggris, Jepang dan Uni Eropa serta pejabat IMF, Presiden Jokowi juga terus mengupayakan lobi pangan dunia.

Selain menghadiri KTT G7 sebagai partner countries, Presiden juga melakukan sekitar sembilan pimpinan Negara .

Baca Juga: Duh, PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman! Ada Apa Nih?

"323 juta orang di tahun 2022 ini, menurut World Food Programme, terancam menghadapi kerawanan pangan akut. G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang, dan mulai saat ini," kata Presiden Jokowi.

Komentar