Jokowi Ungkap Butuh Investasi USD 30 Miliar Untuk Transisi Energi di KTT G7

Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:56 WIB
Jokowi Ungkap Butuh Investasi USD 30 Miliar Untuk Transisi Energi di KTT G7
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyampaikan keterangan pers yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/6/2022). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kalau Indonesia memerlukan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif. Investasi yang dibutuhkan Indonesia untuk mewujudkan itu berkisar USD 25 hingga 30 miliar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memaparkan pesan Jokowi saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman, Senin (27/6/2022).

"Dalam kaitan inilah investasi yang diperlukan oleh Indonesia adalah antara USD 25 sampai 30 miliar untuk transisi energi 8 tahun ke depan," kata Retno dalam pernyataan pers yang diunggah melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/6/2022).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menjalani sesi foto bersama dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Jerman, Senin (27/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menjalani sesi foto bersama dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 ke-48 di Schloss Elmau, Jerman, Senin (27/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Mengulang pernyataan Jokowi, Retno menyebut kalau transisi energi juga bisa dioptimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis dan lapangan kerja baru.

"Bapak presiden mengajak negara G7 untuk berkontribusi dalam memanfaatkan peluang ini," tuturnya.

Hal yang paling utama ialah peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga sempat meminta dukungan kepada seluruh pimpinan negara yang hadir untuk bisa mendukung penyelengaraan G20 di Bali pada November 2022.

"Di akhir pernyataannya bapak presiden meminta dukungan dan kehadiran semua negara G7 di KTT G20."

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rakyat Negara Berkembang Terancam Kelaparan, Jokowi Ajak Negara-negara G7 dan G20 Bersama-sama Atasi Krisis

Rakyat Negara Berkembang Terancam Kelaparan, Jokowi Ajak Negara-negara G7 dan G20 Bersama-sama Atasi Krisis

News | Selasa, 28 Juni 2022 | 11:31 WIB

Duh, PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman! Ada Apa Nih?

Duh, PM Inggris Tinju Lengan Jokowi Saat Bertemu di Jerman! Ada Apa Nih?

News | Selasa, 28 Juni 2022 | 11:28 WIB

Bicara Di KTT G7, Jokowi Sebut Jutaan Rakyat Di Negara Berkembang Terancam Kelaparan Akibat Perang

Bicara Di KTT G7, Jokowi Sebut Jutaan Rakyat Di Negara Berkembang Terancam Kelaparan Akibat Perang

News | Selasa, 28 Juni 2022 | 11:25 WIB

Jokowi ke Luar Negeri, Ma'ruf Amin Pimpin Pemerintahan hingga 2 Juli 2022

Jokowi ke Luar Negeri, Ma'ruf Amin Pimpin Pemerintahan hingga 2 Juli 2022

Lampung | Selasa, 28 Juni 2022 | 11:22 WIB

Menlu RI: Jokowi Melanjutkan Perjalanan ke Ukraina Melalui Polandia

Menlu RI: Jokowi Melanjutkan Perjalanan ke Ukraina Melalui Polandia

News | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:47 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×