Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Februari 2026 | 16:41 WIB
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
COO Danantara, Dony Oskaria meminta masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi beban utang tersebut. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Bos Danantara heran publik khawatir utang Whoosh Rp120 T, klaim dampak ekonomi berkelanjutan.
  • Mensesneg pastikan utang dibayar lewat APBN, sementara Menkeu sebut opsi skema 50-50.
  • Tenor utang 60 tahun, restrukturisasi dengan China membuat utang baru lunas pada 2085.

Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, angkat bicara mengenai polemik utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh yang mencapai Rp120 triliun. Dony meminta masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi beban utang tersebut.

Dalam keterangannya di sela acara Indonesia Economic Outlook 2026, Dony justru mempertanyakan balik kekhawatiran publik. Menurutnya, proses penyelesaian utang tersebut sudah masuk dalam jalur yang tepat.

"Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (16/2/2026).

Dony mengeklaim bahwa Whoosh telah memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Ia tak menampik jika beban utang membengkak, namun hal itu disebabkan oleh struktur investasi awal yang relatif kecil.

"Dia memberikan dampak ekonomi. Secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan, sehingga utangnya menjadi besar waktu pembangunan," jelasnya.

Meski Dony meminta publik tenang, sinyal dari jajaran menteri kabinet justru memperlihatkan dinamika yang menarik. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa APBN akan turun tangan untuk melunasi utang tersebut.

"Iya (utang KA Cepat dibayar dengan APBN)," tegas Prasetyo di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan sedikit berbeda. Ia menyebut skema pembayaran masih dalam tahap diskusi dan kemungkinan menggunakan pola berbagi beban. "Seingat saya sih masih 50-50, tapi saya akan diskusikan," kata Purbaya.

Sebagai informasi, total utang Whoosh termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) diperkirakan menembus Rp120 triliun. Dengan restrukturisasi bersama China, tenor pinjaman diperpanjang hingga 60 tahun, yang artinya beban ini baru akan lunas pada tahun 2085.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan

Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 16:03 WIB

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 15:13 WIB

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×