facebook

Baru 38 Persen, Realisasi Anggaran Perlindungan Sosial Masih Seret

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Baru 38 Persen, Realisasi Anggaran Perlindungan Sosial Masih Seret
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Airlangga Hartarto memimpin Rapat Koordinasi bersama para Menteri dan Pimpinan Lembaga, dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Untuk klaster kesehatan sudah mencapai 24 persen atau Rp28 triliun dari pagu anggaran per 24 Juni 2022.

Suara.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi anggaran perlindungan sosial yang terdapat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 sudah mencapai Rp58,9 triliun atau setara 38 persen, realisasi ini terbilang seret mengingat sudah memasuki semester II 2022.

"Untuk klaster perlindungan masyarakat realisasi sebesar Rp58,9 triliun atau 38 persen dari pagu," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Airlangga merinci pengguna anggaran perlinsos tersebut digunakan untuk program keluarga harapan, BLT minyak goreng, BLT Dana Desa, bantuan pedagang kaki lima warung dan nelayan.

Kemudian untuk kartu pra kerja sebesar Rp 5,6 triliun untuk 1,57 juta peserta.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Belum Bahas Pencapresan 2024

"Dari sisi penguatan pemulihan ekonomi kita sudah realisasikan 17 persen terdiri dari program padat karya, pariwisata, ketahanan pangan kawasan industri dan dukungan UMKM," katanya.

Sementara itu untuk klaster kesehatan sudah mencapai 24 persen atau Rp28 triliun dari pagu anggaran per 24 Juni 2022.

Ia merinci, realisasi tersebut antara lain digunakan untuk klaim perawatan pasien Covid-19, insentif untuk tenaga kerja, insentif pajak kesehatan dan dana desa untuk penanganan Covid-19.

Komentar