suara mereka

Deretan Saham yang Diprediksi Menguat saat Ramadan

M Nurhadi Suara.Com
Rabu, 18 Februari 2026 | 07:00 WIB
Deretan Saham yang Diprediksi Menguat saat Ramadan
Ilustrasi IHSG [Ist/Antara]

Suara.com - Jelang memasuki Ramadan 2026, bulan suci ini selalu menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi domestik di Indonesia.

Fenomena ini tidak hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga momen di mana roda perekonomian bergerak lebih cepat akibat perubahan pola perilaku belanja masyarakat.

Secara fundamental, terdapat tiga pilar utama yang memicu lonjakan konsumsi selama periode ini:

  • Fenomena Revenge Spending: Setelah melakukan pengetatan anggaran di awal tahun, masyarakat cenderung melakukan aksi "balas dendam" dengan belanja lebih besar saat Ramadan sebagai bentuk perayaan.
  • Injeksi Likuiditas dari THR: Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi suntikan dana segar yang meningkatkan daya beli secara instan, baik untuk kebutuhan pokok maupun barang-barang tersier.
  • Ekspansi Ekonomi melalui Mudik: Arus mudik yang memuncak menjelang Idulfitri mendorong redistribusi kekayaan dari kota ke perdesaan. Aktivitas belanja pemudik di kampung halaman membuat geliat ekonomi terasa hingga ke pelosok daerah.

Saham Potensial Penopang Portofolio

Bagi para pelaku pasar modal, momentum ini menawarkan peluang investasi pada beberapa sektor yang secara historis mencatatkan performa gemilang.

1. Sektor Bahan Pokok dan Agribisnis

Lonjakan permintaan bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, hingga makanan ringan menjadi berkah bagi emiten produsen.

Emiten Pilihan: PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mendominasi pasar mi instan dan tepung. Untuk komoditas beras, terdapat PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR) di sektor makanan ringan.

Sektor Perkebunan: Kebutuhan minyak sawit yang tinggi turut memberi sentimen positif bagi emiten sawit seperti SMAR, AALI, DSNG, LSIP, dan CSRA.

Baca Juga: Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!

2. Industri Perunggasan (Poultry)

Daging ayam tetap menjadi menu utama selama sahur dan berbuka, yang biasanya dibarengi dengan kenaikan harga di tingkat peternak.

Kondisi ini memperlebar margin keuntungan bagi emiten seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

3. Sektor Ritel dan Mode

Tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran memicu lonjakan trafik di pusat perbelanjaan, terutama pada H-7 Idulfitri. Emiten ritel fashion diprediksi akan mengalami kenaikan omzet signifikan melalui berbagai promo diskon.

Emiten Pilihan: PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), serta grup ritel gaya hidup seperti MAPI dan MAPA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI