Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:55 WIB
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Rupiah melemah 0,21% saat pembukaan Rabu (18/2/2026), mencapai Rp16.872 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah disebabkan pernyataan hawkish pejabat The Fed dan antisipasi sikap dovish Bank Indonesia.
  • Investor menantikan risalah rapat Federal Reserve untuk petunjuk arah suku bunga ke depan secara global.

Suara.com - Nilai tukar mengalami pelemahan pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (18/2/2026) dibuka Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini membuat mata uang garuda masuk di zona merah. Alhasil, rupiah melemah 0,21 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp16.837 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.844 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan pernyataan dari pejabat The Fed.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat the Fed Barr dan Dally semalam;" katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, investor juga mengantisipasi kemungkinan sikap dovish BI. Sehingga, pelemahan diperkirakan akan berlanjut.

" Pada pertemuan untuk kebijakan besok untuk memutuskan suku bunga. Range rupiah 16.800-16.900," jelasnya.

Sementara itu, dolar AS bergerak stabil di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan sikap hati-hati investor yang menanti risalah rapat Januari Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.

Apalagi, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif tidak berubah di level 97,16 setelah menguat dalam dua hari terakhir.

Adapun, Euro turun tipis 0,06 persen, yen Jepang stabil. Sedangkan pound sterling melemah 0,07 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini

Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:06 WIB

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.768

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.768

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD

Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 16:07 WIB

Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi

Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 09:33 WIB

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham

Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:42 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB