facebook

Chandra Asri Dapat Pinjaman Rp1,5 Triliun dari Bank OCBC NISP

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Chandra Asri Dapat Pinjaman Rp1,5 Triliun dari Bank OCBC NISP
Chandra Asri berhasil meraih penghargaan Gold Award Appreciation dan Silver Award di ajang SNI Award 2021.

Bank OCBC NISP memberikan fasilitas pinjaman kredit kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) USD100 juta atau setara Rp1,5 triliun (kurs Rp15.000).

Suara.com - Bank OCBC NISP memberikan fasilitas pinjaman kredit kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) USD100 juta atau setara Rp1,5 triliun (kurs Rp15.000) untuk memfasilitasi pertumbuhan bisnis industri petrokimia Indonesia.

Pembiayaan yang diberikan Bank OCBC NISP merupakan bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.

Direktur Bank OCBC NISP Martin Widjaja mengatakan, kerja sama strategis ini merupakan langkah awal yang baik untuk kedua belah pihak.

"Sebagai mitra perbankan, kami berharap dapat memberikan layanan keuangan yang terintegrasi dan komprehensif guna mendukung Chandra Asri untuk tetap menjadi produsen petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia," kata Martin dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: Industri Petrokimia Butuh Pasokan Gas

Sementara itu, Chief Financial Officer Chandra Asri, Andre Khor, mengatakan Chandra Asri sangat antusias untuk memperluas dan meningkatkan hubungan dengan Bank OCBC NISP sebagai institusi keuangan terkemuka yang menyediakan solusi perbankan yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan nasabah industri.

"Komitmen Bank untuk kemitraan jangka panjang dan pemahaman mendalam tentang model bisnis nasabah mereka adalah bukti komitmen mereka terhadap keberlanjutan, dengan fokus pelanggan yang kuat," katanya.

Chandra Asri merupakan produsen petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitasnya guna memenuhi pertumbuhan permintaan peroduk petrokimia di dalam negeri. Salah satu strategi Perseroan adalah mengembangkan kompleks CAP2 berskala dunia.

Dengan dibangunnya kompleks ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi.

Baca Juga: Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Bensin dan Aspal, Gandeng Masyarakat dan Nelayan Pesisir Anyer

Komentar