Jamin Ketersediaan Air Baku, PT KTI Kelola Air dari Sungai Cipasauran dan Danau Krenceng Berkapasitas 2.600 Liter/Detik

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 18 Juli 2022 | 11:54 WIB
Jamin Ketersediaan Air Baku, PT KTI Kelola Air dari Sungai Cipasauran dan Danau Krenceng Berkapasitas 2.600 Liter/Detik
Ilustrasi air bersih. [Envato Elements]

Suara.com - PT Krakatau Tirta Industri (KTI) merupakan penyedia air baku untuk kawasan industri di Cilegon. Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Tirta Industri Iip Arief Budiman mengungkapkan, PT KTI mengelola air dari dua sumber yaitu Sungai Cipasauran dan Danau Krenceng dengan kapasitas 2.600 liter per detik.

“60-70 persen dari kapasitas tersebut sudah terutilisasi untuk kebutuhan industri dan juga residensial. Jadi bukan hanya untuk kebutuhan Krakatau Steel saja tetapi juga untuk tenant seperti Chandra Asri dan juga Lotte serta perumahan,” kata Iip dalam Podcast Sofa Panas yang dipersembahkan oleh PT Krakatau Sarana Properti, Senin (18/7/2022).

Iip menjelaskan, industri baja memerlukan tiga penopang utama yaitu air baku, pelabuhan dan listrik mandiri. Kehadiran PT Krakatau Tirta Industri pada awalnya untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk PT Krakatau Steel. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, PT KTI juga bisa memenuhi kebutuhan air industri lain yang ada di kawasan industri di Cilegon, Banten.

PT KTI atas instruksi pemegang saham juga diminta untuk mengelola air bersih tidak hanya di Cilegon tapi juga di luar Cilegon. Beberapa waktu lalu, PT KTI sudah ikut tender proyek sistem pengelolaan air minum di Batam. Namun, tender pengelolaan air untuk seluruh area di Batam termasuk kawasan industri gagal dimenangkan PT KTI.

“Kami memang kalah, tapi kami kalah dengan kepala tegak karena kami kalah dari empat perusahaan besar yang skalanya sudah nasional. Kami tidak menyerah dan ikut tender lagi untuk pengelolaan air di PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang dulu namanya PT Newmont Sumbawa, dan alhamdulilah kita menang,” jelas Iip.

Nantinya, kata Iip, PT KTI akan mengolah air laut untuk dijadikan air bersih dan digunakan untuk kebutuhan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT KTI akan menggunakan teknologi sea water reverse yang bisa mengolah air laut menjadi air bersih atau desalinasi.

“Tahap pertama desalinasi itu kan garam dari air laut kita buang lalu setelah itu mineralnya yang kita buang sehingga bisa menjadi air bersih. Proses pemurnian air itu memerlukan waktu sekitar 16 bulan,” ungkap Iip.

PT KTI juga berkolaborasi dengan PDAM di daerah untuk pengelolaan sistem air bersih. Contohnya ketika memenangkan tender di Gresik di mana PT KTI berkolaborasi dengan PDAM Gresik dengan kapasitas 1.000 liter per detik.

Setelah di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Gresik Jawa Timur, PT KTI juga tengah menjajaki potensi kerja sama dengan kawasan industri Medan, Sumatera Utara. Kawasan Industri Ekonomi Khusus di Medan luasnya hampir 1.000 hektare dan tentunya memerlukan air bersih dalam jumlah yang besar.

Iip mengatakan, kesadaran masyarakat mau pun pemerintah daerah untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat semakin meningkat. Karena itu, ini menjadi potensi yang bisa digarap oleh PT Krakatau Tirta Industri.

“Saat ini PT Krakatau Tirta Industri sudah diberi kepercayaan oleh Pemprov Banten untuk pengelolaan sistem air minum di Banten Barat meliputi tiga kabupaten kota yaitu Kabupaten Serang, Kota Serang dan kota Cilegon yang airnya bersumber dari Waduk Karian,” kata Iip.

Nantinya, jelas Iip, PT KTI akan menyuplai air bersih ke PDAM di tiga kabupaten kota tersebut. Proyek tersebut diperkirakan rampung pada 2025-2026.

“Kami ingin berperan dalam proses pembangunan terutama terkait dengan penyediaan air bersih baik bagi industi maupun residensial. Itu sudah menjadi visi kita dan sekarang PT KTI sudah mulai melangkah. Kita mulai aktif di berbagai daerah, kita sudah punya project bekerja sama PDAM Gresik membangun dengan kapasitas lumayan besar kemudian di Sumbawa kemudian akan segera nanti di Kendari dan kita akan terus mengembangkan peran kita ke seluruh wilayah Nusantara,” ujar Iip.

Iip berharap keterlibatan PT KTI dalam pengelolaan air bersih di sejumlah daerah hingga ke seluruh wilayah Nusantara bisa meningkatkan imej perusahaan serta memberikan kontribusi untuk kepentingan BUMN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Air Tanah Tertua di Dunia, Berumur 1,2 Miliar Tahun

Ilmuwan Temukan Air Tanah Tertua di Dunia, Berumur 1,2 Miliar Tahun

Tekno | Senin, 18 Juli 2022 | 11:32 WIB

Delapan Kloter Jemaah Indonesia Akan Tiba di Tanah Air Hari Ini

Delapan Kloter Jemaah Indonesia Akan Tiba di Tanah Air Hari Ini

| Senin, 18 Juli 2022 | 11:31 WIB

PPIH ke Jamaah Haji: Jangan Bawa Zamzam dalam Koper

PPIH ke Jamaah Haji: Jangan Bawa Zamzam dalam Koper

News | Senin, 18 Juli 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB