Ilmuwan Temukan Air Tanah Tertua di Dunia, Berumur 1,2 Miliar Tahun

Senin, 18 Juli 2022 | 11:32 WIB
Ilmuwan Temukan Air Tanah Tertua di Dunia, Berumur 1,2 Miliar Tahun
Ilustrasi Pertambangan (pixabay/pixel2013)

Suara.com - Para ilmuwan dari Universitas Toronto, Kanada, menemukan air tanah di sebuah tambang di Afrika Selatan yang diperkirakan berumur 1,2 miliar tahun. Temuan ini menjadikannya salah satu yang tertua di Bumi.

Air tanah tersebut diperkaya dalam konsentrasi tertinggi produk radiogenik, yaitu elemen yang dihasilkan oleh radioaktivitas, namun ditemukan dalam cairan.

Ilustrasi gua. [Shutterstock]
Ilustrasi tambang tua[Shutterstock]

Menurut penelitian, itu menunjukkan bahwa situs air tanah kuno suatu hari nanti berpotensi berfungsi sebagai sumber energi.

Tambang emas dan uranium yang dikenal sebagai Moab Khotsong itu terletak 161 kilometer barat daya Johannesburg dan merupakan lokasi salah satu poros tambang terdalam di dunia.

Temuan baru ini mengikuti penemuan sebelumnya tentang air tanah berusia sekitar 1,8 miliar tahun yang ditemukan selama ekspedisi pada 2013 di tambang Kidd Creek, Ontario.

"Kami sekarang memiliki situs baru yang terletak di suatu tempat berbeda dari penemuan sebelumnya dengan sejarah geologis yang berbeda pula," kata Oliver Warr, peneliti di departemen ilmu Bumi di Universitas Toronto, seperti dikutip dari Live Science pada Senin (18/7/2022).

Warr menjelaskan cara batu melepaskan air tanah yang berusia miliaran tahun ini mirip dengan cara cairan keluar dari balon air.

Setelah mengumpulkan sampel di Moab Khotsong, Warr dan tim peneliti internasional lainnya memeriksa isinya dan menemukan bahwa air mengandung sifat yang mirip dengan air di Kidd Creek.

Menurut para ahli, dalam kondisi tersebut, air tertahan di celah-celah batu dan seiring waktu, itu menghasilkan uranium yang kemudian meluruh selama jutaan dan bahkan miliaran tahun, menciptakan gas mulia.

Baca Juga: BRIN Akan Segera Punya 4 Kawasan Sains dan Teknologi

Saat gas mulia ini terakumulasi di dalam air, para peneliti dapat mengukur konsentrasinya dan berapa lama air berada di dalam batu.

Warr menjelaskan bahwa sampel yang dikumpulkan mengandung kadar garam yang tinggi serta konsentrasi uranium, helium radiogenik, neon, argon, xenon, dan kripton.

Tim juga menemukan keberadaan hidrogen dan helium, yang keduanya merupakan sumber energi penting.

Temuan ini menawarkan sekilas difusi helium yang tak terlihat di dalam Bumi, sebuah proses penting untuk dipertimbangkan saat manusia menghadapi kekurangan helium yang sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI